GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sosok Arya Iwantoro, Suami Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Belakangan Ini

Nama Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah mengunggah video yang menyebut kewarganegaraan anaknya.
  • Reporter :
  • Editor :
Sabtu, 21 Februari 2026 - 06:30 WIB
Dwi Sasetyaningtyas penerima LPDP yang viral
Sumber :
  • ist

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah mengunggah video yang menyebut kewarganegaraan anaknya.

Tyas melihatkan surat resmi dari Home Office Inggris dan mengaku senang anak keduanya resmi menyandang status warga negara Inggris.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini adalah surat dari Home Office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua sudah diterima jadi warga negara Inggris.

"Aku tahu dunia terlihat nggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," katanya.

Aksi Tyas itu sontak memancing amarah netizen, terlebih karena statusnya yang merupakan alumni penerima beasisqa LPDP.

Tak hanya Tyas, suaminya Arya Iwantoro juga kini turut menjadi sorotan.

Lalu siapakah sosok Arya? Bwrikut tvOnenews rangkum.

Arya merupakan lulusan Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2013 lalu.

Ia kemudian menjadi penerima beasiswa LPDP untuk studi S2 di Utrecht University, Belanda pada 2016.

Arya juga diketahui telah menyelesaikan gelar Doktoral (PhD) di universitas yang sama pada tahun 2022.

Kini Arya bekerja sebagai seorang peneliti di Inggris dan pernah menjabat sebagai Postdoctoral Research Associate di University of Exeter.

Nama Arya Iwantoro juga kinintak luput dari kritikan karena dikaitkan dengan aturan 2N+1 bagi penerima LPDP.

Diketahui, aturan ini mewajibkan setiap alumni LPDP kembali ke Indonesia dan mengabdi selama dua kali masa studi ditambah satu tahun (2N+1).

Kritik datang dari influencer Awbimax yang membahas soal status Arya yang belum kembali ke Indonesia untuk mengabdi.

"Suaminya itu jadi Researcher di UK karena suaminya dulu ambil Master + PhD di Netherland dan sampai sekarang belum pulang untuk pegabdian," kata Awbimax dalam akun media sosialnya.

"Also, suaminya ngelanggar code of conduct, aturan LPDP yang hanya mengizinkan almuninya untuk bekerja 2 tahun di luar sesuai bidang, meanwhile suaminya udah offer 2 years kerja di Inggris gak pulang-pulang dan mbak nya bisa stay di UK karena dapet dependent visa alias numpang ke visa ke suaminya," lanjutnya.

Sebelumnya, LPDP angkat bicara dan membongkar fakta mengejutkan soal suami Tyas, Arya Iwantoro.

"Terkait suami Saudari DS, Saudara AP, yang juga menjadi perhatian publik dan merupakan alumni LPDP, yang bersangkutan diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya menamatkan studi," tulis akun lpdp_ri.

"LPDP saat ini melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut. LPDP tengah melakukan pemanggilan kepada Saudara AP untuk meminta klarifikasi," sambungnya.

Terkait hal tersebut, LPDP akan memberikan sanksi kepada Arya jika kontribusi dalam programnya tidak terpenuhi.

"Serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi," lanjutnya.

"LPDP berkomitmen untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni, serta terus menjaga integritas institusi dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia," tutup pernyataan tersebut.

Diketahui, Tyas menjadi sorotan setelah memamerkan status anaknya yang kini memiliki paspor warga negara Inggris.

“Aku tahu dunia terlihat enggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ucap Tyas mengutip akun X @blaugrana1O. 

"Jujur, kalau aku sih memang capek jadi WNI. Tapi, sebagai penerima beasiswa uang rakyat, sudah seharusnya aku menyuarakan kepentingan rakyat," ucap Tyas.

Video tersebut langsung viral dan mendapatkan banyak kecaman dari netizen.

Banyak yang menyayangkan tindakan Tyas yang merupakan alumni LPDP namun dianggap justru menjelekkan status WNI.

Setelah video tersebut viral, Tyas akhirnya meminta maaf.

"Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," tulis Tyas. 

Lalu siapa sebenarnya Dwi Sasetyaningtyas? Berikut tvOnenews rangkum soal sosok Tyas.

Tyas bukanlah orang sembarangan, ia dikenal sebagai aktivis sosial di Indonesia.

Ia menempuh pendidikan di Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum akhirnya menerima beasiswa LPDP ke Delft University of Technology, Belanda mengambil jurusan Sustainable Energy Technology.

Dari tahun 2015 hingga 2017 Tyas menempuh pendidikan dengan beasiwa LPDP. Setelah lulus ia mengaku kembali ke Indonesia dan memberikan pengabdian.

"Selama enam tahun aku menetap di Indonesia untuk memenuhi kewajiban sebagai penerima beasiswa dan berkontribusi kembali untuk Indonesia dan masih berlangsung hingga hari ini," ungkap Tyas dalam akun Instagramnya.

Tyas diketahui membuat platfom pengembangan energi surya di Pulau Sumba secara gratis.

Ia juga memiliki bisnis untuk mendukung UMKM. Tyas juga dikenal sebagai pemilik platform Kawan Kompos untuk pengelolaan sampah organik.

Tak hanya itu, sosok Tyas diketahui sebagai orang yang menginisasi penanaman 10 ribu pohon bakau di berbagai pesisir pantai di Indonesia. 

Tyas juga berperan aktif dalam pembangunan sekolah di NTT.

Ia kemudian pergi ke Inggris karena mendampingi suaminya yang bekerja sebagai Research Consultant di University of Plymouth.

Ia dan suami dikaruniai seorang anak yang akhirnya memiliki hak sebagai WNA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Anakku yang kedua memiliki hak dua warga negara karena lahir di Inggris sehingga memiliki dua paspor Indonesia dan Inggris yang sah diakui dan dilindungi secara hukum oleh dua negara," ucap Tyas.

"Saya masih bayar pajak di Indonesia seperti kalian semua," lanjut Tyas.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

DPD PDIP Provinsi Banten terus melakukan konsolidasi internal dalam agenda politiknya hingga kerja-kerja partai yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.
OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

Sejumlah tokoh menyoroti serius soal wacana kenaikan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) yang kini mulai ramai di kalangan partai parlemen.
Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin mengaku sangat emosional usai berhasil meraih kemenangan pada MotoGP Prancis 2026, yang berlangsung di Sirkuit Le Mans pada Minggu (10/5/2026).
Serangan Siber Semakin Meningkat, DPR RI Sebut RUU KKS Urgensi untuk Segera Disahkan

Serangan Siber Semakin Meningkat, DPR RI Sebut RUU KKS Urgensi untuk Segera Disahkan

Komisi I DPR RI menilai Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) dinilai semakin mendesak untuk dapat segera disahkan.
Angka Pernikahan Dini di BUlungan Tinggi, Bupati Ingatkan Dampaknya

Angka Pernikahan Dini di BUlungan Tinggi, Bupati Ingatkan Dampaknya

Angka pernikahan dini yang masih cukup tinggi di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), membuat Bupati Bulungan, Syarwani mengingatkan dampak pada tumbuh kembang anak atau stunting.
Daftar Pemain Indonesia di Thailand Open 2026: Leo/Daniel Reuni, Bagas Punya Partner Baru

Daftar Pemain Indonesia di Thailand Open 2026: Leo/Daniel Reuni, Bagas Punya Partner Baru

Daftar pemain Indonesia di Thailand Open 2026, di mana kembalinya pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Bagas Maulana punya pasangan baru.

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral