Dwi Sasetyaningtyas Dikecam karena Pamer Anak Jadi WNA Inggris, LPDP Tegaskan Soal Tanggung Jawab Moral Penerima Beasiswa
- ist
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas, alumni penerima beasiswa LPDP mendadak menjadi perbincangan setelah sebuah video yang memperlihatkan anaknya memperoleh kewarganegaraan Britania Raya (WNA Inggris) viral dan menuai kritik luas di media sosial.
Kontroversi bermula ketika Dwi Sasetyaningtyas mengunggah video di akun media sosialnya yang menampilkan surat resmi dari Home Office Inggris dan paspor Inggris milik anaknya.
Dalam video itu, ia menyampaikan kebahagiaan atas status baru anaknya.
“Cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” kata dia.
Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas tersebut memicu gelombang kritik dari warganet. Banyak yang menilai unggahan tersebut tidak mencerminkan rasa nasionalisme dan kurang sensitif, terutama karena pendidikan Dwi Sasetyaningtyas dibiayai dari dana publik melalui program LPDP.
Tagar #LPDP sempat menjadi trending topic di media sosial, dengan sejumlah komentar tajam yang merasa pernyataan itu “tidak etis” bagi seorang penerima beasiswa negara.
Beberapa warganet secara terbuka mempertanyakan sikap Dwi Sasetyaningtyas.
“Mba, kamu keterima LPDP karena kamu WNI, dan didalam kuliah kamu itu sumbangan masyarakat se-Indonesia… tapi kamu bilang ‘Cukup aku aja yang WNI’," tulis seorang netizen.
Tanggapan LPDP
Menanggapi kegaduhan tersebut, LPDP mengeluarkan pernyataan resmi di akun media sosial resminya. Lembaga yang berada di bawah Kementerian Keuangan itu menyatakan pihaknya menyayangkan pernyataan tersebut.
LPDP menilai pernyataan Dwi Sasetyaningtyas tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan kepada para penerima beasiswa.
Dalam pernyataannya, LPDP menyebut penggunaan media sosial secara bijak dan penuh tanggung jawab merupakan bagian penting dari citra para awardee dan alumninya.
Lembaga itu juga mengingatkan bahwa seluruh penerima beasiswa memiliki kewajiban untuk melaksanakan masa kontribusi di Indonesia setelah studi dan meminta agar insiden ini menjadi pembelajaran bersama bagi komunitas LPDP.
Permintaan Maaf Dwi Sasetyaningtyas
Setelah kritik terus mengalir, Dwi Sasetyaningtyas akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui unggahan di akun Instagram dan Threads pribadinya.
Ia menulis bahwa pernyataannya yang viral telah menimbulkan kegaduhan dan melukai perasaan banyak pihak.
Dalam pernyataannya, Dwi Sasetyaningtyas menyatakan:
“Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat ‘cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan’, dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut.”
Ia juga mengakui bahwa saat mengunggah video tersebut, ia sedang mengalami perasaan frustrasi dan emosi pribadi sebagai orang tua.
“Saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama,” tambahnya.
Dwi menegaskan bahwa ia tetap bangga menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan berharap klarifikasinya dapat meredakan kesalahpahaman di tengah masyarakat. (nba)
Load more