News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dwi Sasetyaningtyas Dikecam karena Pamer Anak Jadi WNA Inggris, LPDP Tegaskan Soal Tanggung Jawab Moral Penerima Beasiswa

Kontroversi bermula ketika Dwi Sasetyaningtyas mengunggah video di akun media sosialnya yang menampilkan surat resmi dari Home Office Inggris dan paspor Inggris milik anaknya. 
Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:59 WIB
Dwi Sasetyaningtyas penerima LPDP yang viral
Sumber :
  • ist

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas, alumni penerima beasiswa LPDP mendadak menjadi perbincangan setelah sebuah video yang memperlihatkan anaknya memperoleh kewarganegaraan Britania Raya (WNA Inggris) viral dan menuai kritik luas di media sosial.

Kontroversi bermula ketika Dwi Sasetyaningtyas mengunggah video di akun media sosialnya yang menampilkan surat resmi dari Home Office Inggris dan paspor Inggris milik anaknya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video itu, ia menyampaikan kebahagiaan atas status baru anaknya. 

“Cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” kata dia.

Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas tersebut memicu gelombang kritik dari warganet. Banyak yang menilai unggahan tersebut tidak mencerminkan rasa nasionalisme dan kurang sensitif, terutama karena pendidikan Dwi Sasetyaningtyas dibiayai dari dana publik melalui program LPDP. 

Tagar #LPDP sempat menjadi trending topic di media sosial, dengan sejumlah komentar tajam yang merasa pernyataan itu “tidak etis” bagi seorang penerima beasiswa negara.

Beberapa warganet secara terbuka mempertanyakan sikap Dwi Sasetyaningtyas. 

“Mba, kamu keterima LPDP karena kamu WNI, dan didalam kuliah kamu itu sumbangan masyarakat se-Indonesia… tapi kamu bilang ‘Cukup aku aja yang WNI’," tulis seorang netizen.

Tanggapan LPDP

Menanggapi kegaduhan tersebut, LPDP mengeluarkan pernyataan resmi di akun media sosial resminya. Lembaga yang berada di bawah Kementerian Keuangan itu menyatakan pihaknya menyayangkan pernyataan tersebut.

LPDP menilai pernyataan Dwi Sasetyaningtyas tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan kepada para penerima beasiswa.

Dalam pernyataannya, LPDP menyebut penggunaan media sosial secara bijak dan penuh tanggung jawab merupakan bagian penting dari citra para awardee dan alumninya. 

Lembaga itu juga mengingatkan bahwa seluruh penerima beasiswa memiliki kewajiban untuk melaksanakan masa kontribusi di Indonesia setelah studi dan meminta agar insiden ini menjadi pembelajaran bersama bagi komunitas LPDP.

Permintaan Maaf Dwi Sasetyaningtyas

Setelah kritik terus mengalir, Dwi Sasetyaningtyas akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui unggahan di akun Instagram dan Threads pribadinya. 

Ia menulis bahwa pernyataannya yang viral telah menimbulkan kegaduhan dan melukai perasaan banyak pihak.

Dalam pernyataannya, Dwi Sasetyaningtyas menyatakan:

“Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat ‘cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan’, dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut.”

Ia juga mengakui bahwa saat mengunggah video tersebut, ia sedang mengalami perasaan frustrasi dan emosi pribadi sebagai orang tua. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama,” tambahnya.

Dwi menegaskan bahwa ia tetap bangga menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan berharap klarifikasinya dapat meredakan kesalahpahaman di tengah masyarakat. (nba)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lansia di Kulon Progo Dibacok ODGJ saat Panen Kelapa, Luka Robek di Kepala dan Telinga Nyaris Putus

Lansia di Kulon Progo Dibacok ODGJ saat Panen Kelapa, Luka Robek di Kepala dan Telinga Nyaris Putus

Seorang lansia di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta mengalami luka berat setelah menjadi korban pembacokan oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). 
Puluhan Ribu Warga Serbu Voting Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Ini Bukan Sekadar Pilih Desain

Puluhan Ribu Warga Serbu Voting Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Ini Bukan Sekadar Pilih Desain

Antusiasme masyarakat dalam menentukan logo resmi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus berlangsung.
Penyandang Disabilitas Diberikan Ketrampilan Siap Kerja

Penyandang Disabilitas Diberikan Ketrampilan Siap Kerja

Melalui Program Vokasi Disabilitas bersama Mandiri Taspen, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membekali keterampilan siap kerja bagi penyandang disabilitas.
Kronologi ASN Tewas di Bandara Juanda Versi Keluarga, Curigai Sosok Pria Misterius yang Terekam CCTV

Kronologi ASN Tewas di Bandara Juanda Versi Keluarga, Curigai Sosok Pria Misterius yang Terekam CCTV

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya menyoroti pria misterius keluar dari mobil dinas sebelum ASN Pemkab Bangkalan ditemukan tewas di Bandara Juanda.
Banyuwangi BMX Supercross 2026 Diikuti 343 Pembalap dari 4 Negara, Warga Kebanjiran Rezeki

Banyuwangi BMX Supercross 2026 Diikuti 343 Pembalap dari 4 Negara, Warga Kebanjiran Rezeki

Kompetisi balap sepeda Banyuwangi BMX Supercross 2026 akan segera digelar. Event internasional ini ternyata membawa berkah bagi warga lokal Banyuwangi.
Pengembangan Kasus Daycare Little Aresha Terus Berlanjut, Polresta Yogyakarta Isyaratkan Ada Tersangka Baru

Pengembangan Kasus Daycare Little Aresha Terus Berlanjut, Polresta Yogyakarta Isyaratkan Ada Tersangka Baru

Polresta Yogyakarta memastikan penyidikan kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha belum berakhir. 

Trending

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Turki Vs AS

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Turki Vs AS

Laga pamungkas Grup D Piala Dunia 2026 antara Turki vs Amerika Serikat (AS) yang bertempat di Stadion Los Angeles, AS, pada Jumat (26/6/2026) pukul 09.00 WIB diprediksi berjalan seru.
Viral Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Ini Penjelasan Polisi

Viral Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Ini Penjelasan Polisi

Disebutkan sebanyak 28 akses gerbang tol di Jakarta masuk dalam skema ganjil genap yang berlaku setiap hari kerja. Jadwalnya dibagi menjadi dua sesi, yakni pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB.
Berbaju PSI, Jokowi Mulai Blusukan ke Lampung

Berbaju PSI, Jokowi Mulai Blusukan ke Lampung

Presiden ke-7 Joko Widodo memulai blusukan dan bertemu warga hari ini, Jumat (26/06/2026). Berangkat dari Bandara Adi Soemarno Solo menuju Lampung, dia nampak mengenakan topi dan kemeja berlogo Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Tegas Menolak, Iran Meminta Pencairan Dana Bukan Dalam Bentuk Produk Pertanian AS: Panen Kami Melimpah!

Tegas Menolak, Iran Meminta Pencairan Dana Bukan Dalam Bentuk Produk Pertanian AS: Panen Kami Melimpah!

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf pada Kamis menolak klaim Amerika Serikat bahwa aset Teheran yang dibekukan dan telah dicairkan akan digunakan untuk membeli produk pertanian Amerika.
Hasil Piala Dunia 2026: Paraguay dan Australia Bermain Imbang Tanpa Gol

Hasil Piala Dunia 2026: Paraguay dan Australia Bermain Imbang Tanpa Gol

Paraguay dan Australia harus puas berbagi satu poin setelah bermain imbang tanpa gol pada laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026, Jumat (26/6/2026) pagi WIB.
Media Vietnam Tak Habis Pikir, Baru Juga FIFA Umumkan Turnamen Baru, Timnas Indonesia Sudah Siap Pecahkan Rekor

Media Vietnam Tak Habis Pikir, Baru Juga FIFA Umumkan Turnamen Baru, Timnas Indonesia Sudah Siap Pecahkan Rekor

Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan besar media Vietnam setelah menunjukkan ambisi besar meraih gelar juara dan ruan rumah dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadi Tersangka Sejak 2023 Firli Bahuri Belum Juga Ditahan, Kapolda Metro Jaya Digugat ke PN Jaksel

Jadi Tersangka Sejak 2023 Firli Bahuri Belum Juga Ditahan, Kapolda Metro Jaya Digugat ke PN Jaksel

Ketua ARUKKI mengatakan gugatan tersebut diajukan sebagai bentuk kritik terhadap belum rampungnya penanganan perkara dugaan korupsi yang menjerat Firli Bahuri.
Selengkapnya

Viral