GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pigai Sebut MBG adalah Program Keinginan PBB: Tak Mungkin Ketua BEM UGM Bisa Minta UNICEF Hentikan

Menteri HAM, Natalius Pigai memberikan respons keras terhadap Ketua BEM UGM yang mengirim suratu kepada UNICEF tentang permintaan menghentikan program MBG.
Minggu, 22 Februari 2026 - 14:01 WIB
Menteri HAM Natalius Pigai akhirnya menyerahkan draft RUU Masyarakat Adat ke Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai merespons Ketua BEM UGM yang dikabarkan menyurati UNICEF agar menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pigai menegaskan bahwa program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni MBG tidak akan bisa dihentikan karena merupakan bagian dari keinginan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Gimana programnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, Anda meminta UNICEF menghentikan? Tidak mungkin. Karena itu keinginan Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata dia, dikutip Minggu (22/2/2026).

Adapun diketahui, pada 6 Februari 2026 lalu, BEM UGM mengirimkan surat ke UNICEF terkait anggaran negara untuk bidang pendidikan.

BEM UGM menilai bahwa kebijakan Presiden Prabowo tidak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.

Hal ini juga dihubungkan dengan peristiwa seorang siswa SD bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) karena masalah ekonomi.

Meski demikian, menurut Pigai permintaan menghapus program MBG sama saja melanggar HAM. Ia menegaskan, makan gratis, kesehatan gratis, pendidikan gratis, adalah hak manusia.

Ia kemudian menjelaskan bahwa PBB sebagai organisasi meminta supaya seluruh rakyat di negara yang tergabung di dalamnya harus bisa mendapatkan makanan bergizi.

Program MBG, lanjut dia, adalah cara pemerintah untuk memenuhi hak masyarakat terkait makanan bergizi. Akhirnya, diharapkan bisa berpengaruh dengan kehidupan mereka.

Jika diminta dihentikan, menurut dia sama saja dengan menghambat masyarakat Indonesia dalam mendapatkan hak mereka dalam hal pangan.

"Makanan yang bergizi bagi anak-anak kecil adalah sesuai dengan apresiasi dan permintaan dan harapan dari UNICEF. Ya, harapan dari UNICEF," kata dia menambahkan.

Pigai pun mengatakan tidak mungkin meminta UNICEF untuk menghentikan hal yang menjadi permintaan PBB. 

"Gimana programnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, Anda meminta UNICEF menghentikan? Tidak mungkin. Karena itu keinginan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata dia menegaskan. 

Lebih lanjut, Pigai mengatakan bahwa pemerintah sebenarnya terbuka dengan segala bentuk kritik dari masyarakat, dalam hal ini mahasiswa.

Dirinya menuturkan, pemerintah ingin supaya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat bisa berjalan dengan maksimal. Oleh karenanya, kritik memang diperlukan.

Ia pun berharap agar kritik yang diberikan kepada pemerintah adalah sesuatu yang membangun, bukan justru melanggar HAM.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, ia menegaskan, jangan sampai kritik tersebut justru menentang hak-hak yang harusnya didapatkan warga negara, termasuk pangan.

"Tapi menentang, mau meniadakan program-program hak atas sandang, pangan, dan papan adalah orang yang menentang Hak Asasi Manusia,” tuturnya lagi. (iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Aprilia Menggila di Sesi Sore, Pembalap Jepang Ini Asapi Marc Marquez pada Hari Terakhir Tes Pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram

Aprilia Menggila di Sesi Sore, Pembalap Jepang Ini Asapi Marc Marquez pada Hari Terakhir Tes Pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram

Para pembalap Aprilia tampil menggila di sesi sore tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Sabtu (22/2/2026) sesi sore
Tak Ada Ampun, DPR Siap Kawal Kasus Ibu Tiri Diduga Aniaya Bocah 12 Tahun Hingga Tewas di Sukabumi

Tak Ada Ampun, DPR Siap Kawal Kasus Ibu Tiri Diduga Aniaya Bocah 12 Tahun Hingga Tewas di Sukabumi

Tragedi memilukan yang menimpa NS, bocah berusia 12 tahun asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memicu reaksi keras dari parlemen. 
Detik-detik Putusan CAS, Nasib Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia Semakin Dekat

Detik-detik Putusan CAS, Nasib Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia Semakin Dekat

CAS akan menggelar sidang untuk kasus dugaan pemalsuan administrasi tujuh pemain Timnas Malaysia yang diduga ilegal dengan Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel pada Kamis (26/2/2026). 
AKBP Didik Putra Kuncoro Terancam Hukuman Mati Buntut Kasus Narkoba hingga Penyimpangan Seksual

AKBP Didik Putra Kuncoro Terancam Hukuman Mati Buntut Kasus Narkoba hingga Penyimpangan Seksual

Kapolres Bima Kota Nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro resmi dipecat dari institusi Polri lewat sidang etik pada Kamis  (19/2/2026). Kini terancam hukuman mati.
Rekor Megatron di V-League Masih Tak Tersentuh: Jadi MVP Asia Pertama, Tembus 1.500 Poin, Masuk All-Star

Rekor Megatron di V-League Masih Tak Tersentuh: Jadi MVP Asia Pertama, Tembus 1.500 Poin, Masuk All-Star

Megatron pulang dengan meninggalkan jejak statistik dan pengaruh yang sampai hari ini belum mampu dilampaui pevoli asing Asia lainnya di V-League. Bahkan pemain asing
Singgung soal Cedera, Marc Marquez Akhirnya Klarifikasi soal Kontraknya yang Menggantung di Ducati

Singgung soal Cedera, Marc Marquez Akhirnya Klarifikasi soal Kontraknya yang Menggantung di Ducati

Marc Marquez mengatakan saat ini salah satu fokus utamanya adalah melakukan persiapan dengan maksimal mungkin bersama Ducati Lenovo untuk menghadapi MotoGP 2026

Trending

Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM

Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) meminta program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk segera dihentikan.
Ole Romeny Gigit Jari, Timnas Indonesia Berpeluang Datangkan Striker Belgia Rp 43 Miliar Berdarah Jogja

Ole Romeny Gigit Jari, Timnas Indonesia Berpeluang Datangkan Striker Belgia Rp 43 Miliar Berdarah Jogja

Persaingan lini depan Timnas Indonesia berpotensi memanas. Di saat Ole Romeny kesulitan di Inggris, striker muda berdarah Jogja ini justru menggila di Belgia.
Kontroversi Unggahan Dwi Sasetyaningtyas Melebar, Pengakuan Soal Mobil, Sopir, hingga Ajudan Diduga Gunakan Fasilitas Negara

Kontroversi Unggahan Dwi Sasetyaningtyas Melebar, Pengakuan Soal Mobil, Sopir, hingga Ajudan Diduga Gunakan Fasilitas Negara

Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas melebar setelah pengakuan dirinya soal mobil, sopir, hotel, dan ajudan saat riset memicu dugaan penggunaan fasilitas negara.
Usai Jejak Mertua Dwi Sasetyaningtyas Dikorek Warganet, Laporan Harta Syukur Iwantoro Ikut Terseret Polemik

Usai Jejak Mertua Dwi Sasetyaningtyas Dikorek Warganet, Laporan Harta Syukur Iwantoro Ikut Terseret Polemik

Nama Syukur Iwantoro, mertua Dwi Sasetyaningtyas, ikut disorot. Warganet membongkar laporan kekayaan Rp3,09 miliar yang tercatat di LHKPN KPK.
Tak Pandang Bulu, Kapolri Bakal Tindak Tegas Pihak Terlibat TPPU Tambang Emas Ilegal

Tak Pandang Bulu, Kapolri Bakal Tindak Tegas Pihak Terlibat TPPU Tambang Emas Ilegal

Ihwal kasus pihak yang terlibat TPPU tambang emas ilegal, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak pandang bulu untuk sikat dan tindak tegas. Seperti
Polisi Ungkap Kronologi hingga Alat Anggota Brimob untuk Habisi Nyawa Siswa di Tual

Polisi Ungkap Kronologi hingga Alat Anggota Brimob untuk Habisi Nyawa Siswa di Tual

Warga Kota Tual masih menyoroti kasus tewasnya siswa MTS Negeri Maluku Tenggara, karena diduga dianiaya oleh anggota Brimob, Bripda MS. Bahkan, para warga ingin
Cara Nonton Live Streaming Tinju Dunia Mario Barrios vs Ryan Garcia Siang Ini

Cara Nonton Live Streaming Tinju Dunia Mario Barrios vs Ryan Garcia Siang Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan tinju dunia antara Mario Barrios vs Ryan Garcia yang akan berlangsung pada siang ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT