News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Detik-detik Terakhir Bocah Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri Akibat Minum Air Panas, Orang Terdekat Beri Kesaksian

Sebuah peristiwa di ruang IGD RSUD Jampang Kulon, Sukabumi viral lantaran adanya bocah laki-laki berinisial NS (12) tewas akibat diduga dianiaya ibu tirinya.
Minggu, 22 Februari 2026 - 16:57 WIB
Bocah asal Sukabumi meregang nyawa diduga akibat penganiayaan berat yang dilakukan oleh ibu tirinya sendiri.
Sumber :
  • Youtube tvOnenews

tvOnenews.com - Sebuah peristiwa di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jampang Kulon, Sukabumi viral lantaran adanya bocah laki-laki berinisial NS (12) meninggal dunia akibat diduga dianiaya oleh ibu tirinya.

NS dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) setelah mengakui dirinya diberikan minum air panas oleh ibu tirinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awalnya, NS dilarikan ke rumah sakit lantaran ibu tirinya mengatakan korban mengalami demam. Namun, sekujur tubuhnya dipenuhi luka bakar dan lebam akibat benda tumpul.

Korban mengalami kritis dan dilarikan ke IGD RSUD Jampang Kulon, Sukabumi. Setelah mendapatkan perawatan selama 8 jam di ruang ICU, nyawa korban tidak tertolong.

Dalam video tersebut, seorang pria berkacamata hitam yang merupakan paman korban sempat menanyakan korban mengenai kejadian sebenarnya.

Kini Paman NS, Isep Mahesa membagikan kesaksiannya berdasarkan pengakuan korban melalui wawancara pada program Kabar Petang, tvOne pada Sabtu, (21/2/2026).

Isep Mahesa menjelaskan NS dilarikan ke RSUD Jampangkulon untuk mendapatkan perawatan setelah mengalami sakit demam. 

Namun, sesampainya Isep di rumah sakit, ayah korban mengatakan bahwa dokter menjelaskan adanya indikasi penganiayaan dari luka yang dialami korban.

“Anak tersebut sudah diperiksa katanya sakit panas. Tapi begitu saya datang kesana bapaknya bilang sama saya ‘katanya ini bukan dari penyakit panas (demam). Ada indikasi penganiayaan. Tapi saya juga tidak tahu siapa yang menganiayanya’,” ungkap paman NS, Isep Mahesa pada tayangan program Kabar Petang, tvOne, Sabtu (21/2/2026).

“Waktu itu saya tanya sama anak, apakah betul ada yang aniaya atau gimana? Soalnya alasan dari ibu tirinya, anak itu lagi sakit panas,” sambungnya.

Bocah NS (12) meninggal di Sukabumi akibat diduga dianiaya ibu tiri, korban mengaku minum air panas
Bocah NS (12) meninggal di Sukabumi akibat diduga dianiaya ibu tiri, korban mengaku minum air panas
Sumber :
  • Tim tvOne - Kabar Siang

Sang ayah mengkhawatirkan kondisi anaknya lantaran banyaknya luka bakar di sekujur tubuh, namun ibu tiri mengaku anaknya dilarikan ke rumah sakit karena mengalami demam.

Setelah dokter mengatakan adanya indikasi penganiayaan, NS sempat ditanya oleh Isep dan mengaku diminta meminum air panas oleh ibu tirinya.

“Justru yang dikhawatirkan itu (luka bakar), tapi kata ibu tirinya sakit panas. Sudah dibawa ke rumah sakit. Tapi begitu di rumah sakit, ada dokter bilang kepada bapaknya bahwa ini ada indikasi penganiayaan bukan dari sakit panas,” jelas Isep Mahesa.

“Alhamdulillah anak tersebut bisa menjawab bahwa Almarhum disuruh minum air panas sama ibunya,” lanjutnya.

Isep menjelaskan terdapat banyaknya luka bakar di sekujur tubuh korban mulai dari tangan hingga hidungnya.

“Banyak luka bakar, ada yang ditangan, di paha, ada yang di belakang pinggang, kaki, dari mukanya juga, hidungnya, banyak,” kata paman korban tersebut.

Pihaknya masih menunggu hasil penyidikan dari pihak kepolisian apakah adanya penganiayaan atau tidak.

Akan tetapi, Isep hanya dapat menjelaskan berdasarkan pengakuan dari korban.

“Kalau saya pribadi belum bisa menyebutkan siapa pelakunya, itu mungkin dari penyidik pihak kepolisian. Kalau saya tidak mau menjadikan fitnah,” tuturnya.

“Cuma kalau saya sesuai dengan pertanyaan saya kepada anak itu, anak yang bilang bahwa dia dikasih minum air panas dan sedikit dipukul. Jadi sesuai dengan keterangan di situ saja. Saya tidak menuduh tapi sesuai dengan bukti-bukti yang di video,” sambungnya menjelaskan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan autopsi sementara yang dilakukan tim dokter forensik RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi, korban mengalami luka bakar dan luka lebam akibat benda tumpul di sekujur tubuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari luka tersebut memiliki jangka waktu yang belum lama. Namun pihak rumah sakit masih menunggu pemeriksaan dari RS Bhayangkara Jakarta mengenai sejumlah tanda-tanda yang dicurigai pada organ dalam korban.

(kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Anak Bungsu Jokowi Mau Nyaleg, Ganjar Lontarkan Komentar Menohok

Anak Bungsu Jokowi Mau Nyaleg, Ganjar Lontarkan Komentar Menohok

Anak bungsu dari mantan Presiden RI ke-7, Jokowi yang juga Ketua Umum (Ketum) PSI, Kaesang Pangarep ingin maju pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2029. Sontak hal
Heboh Nikita Mirzani Dikabarkan Bebas Agustus 2026? Kuasa Hukum Buka Suara soal Peluang PK

Heboh Nikita Mirzani Dikabarkan Bebas Agustus 2026? Kuasa Hukum Buka Suara soal Peluang PK

Kabar mengenai kemungkinan Nikita Mirzani menghirup udara bebas pada Agustus 2026 ramai diperbincangkan publik. Isu tersebut mencuat di tengah proses PK yang masih berjalan.
Upaya BRI Peduli Pulihkan Ekosistem Pesisir, Gandeng Kelompok Tani Lokal untuk Tanam 24 Ribu Bibit di Hari Mangrove Sedunia 2026

Upaya BRI Peduli Pulihkan Ekosistem Pesisir, Gandeng Kelompok Tani Lokal untuk Tanam 24 Ribu Bibit di Hari Mangrove Sedunia 2026

Memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026, BRI Peduli menggandeng kelompok tani lokal di Karawang untuk menanam puluhan ribu bibit guna memulihkan ekosistem pesisir.
Kementerian Kehutanan dan IFCC Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Audit Kombinasi Sertifikasi SVLK dan IFCC/PEFC

Kementerian Kehutanan dan IFCC Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Audit Kombinasi Sertifikasi SVLK dan IFCC/PEFC

Direktorat BPPHH, Ditjen PHL, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bersama IFCC/PEFC secara resmi menandatangani PKS tentang Pengembangan Mekanisme Audit Kombinasi (Combined Audit) dan Uji Coba Audit Kombinasi Sertifikasi SVLK dengan Sertifikasi IFCC/PEFC.
Jadi Perbincangan Publik soal Komunitas Lari WNA di Canggu Diskriminasi WNI, Koster: Lagi Dikejar Polda Bali

Jadi Perbincangan Publik soal Komunitas Lari WNA di Canggu Diskriminasi WNI, Koster: Lagi Dikejar Polda Bali

Belakangan ini sebagian publik memperbincangkan terkait beredarnya kabar komunitas lari Warga Negara Asing (WNA) di Canggu lakukan diskirminasi WNI. Sontak, hal
Timnas Voli Putri Indonesia Tutup Laga Uji Coba internasional dengan Kekalahan dari Korea Selatan Straight Set 3-0

Timnas Voli Putri Indonesia Tutup Laga Uji Coba internasional dengan Kekalahan dari Korea Selatan Straight Set 3-0

Pada laga pamungkas yang digelar di GOR Jocheon, Minggu (26/7/2026), Timnas Voli Putri Indonesia menelan kekalahan dengan straight set 0-3 (19-25, 22-25, 16-25) dari Korea Selatan. 

Trending

Tambang Ilegal Masih Marak, Pendampingan Legalisasi Dinilai Jadi Solusi

Tambang Ilegal Masih Marak, Pendampingan Legalisasi Dinilai Jadi Solusi

Di tengah masih maraknya aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di berbagai daerah di Indonesia, pendekatan berbasis edukasi, pembinaan, dan pendampingan legalisasi menjadi salah satu solusi strategis dalam mewujudkan tata kelola pertambangan yang lebih baik.
Kongres Nasional PMKRI XXXIV Sudah Dimulai Sejak 20 Juli di NTT, Yohanes Tola Singgung Soal Pengabdian

Kongres Nasional PMKRI XXXIV Sudah Dimulai Sejak 20 Juli di NTT, Yohanes Tola Singgung Soal Pengabdian

Kongres XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII PMKRI Sanctus Thomas Aquinas tahun ini digelar di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak 20 Juli lalu.
Polda Jabar Sampaikan Permohonan Maaf Atas Ulah Anggotanya yang Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI

Polda Jabar Sampaikan Permohonan Maaf Atas Ulah Anggotanya yang Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI

Polda Jabar menyampaikan permohonan maaf kepada korban, atas tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh ketiga oknum anggota Polda Jabar di Bundaran HI tersebut.
Gurau John Herdman Soal Timnas Indonesia Cuma Lawan Klub Lokal di Uji Coba Jelang Piala AFF 2026: Maunya Brasil dan Argentina, tapi Mereka Sibuk

Gurau John Herdman Soal Timnas Indonesia Cuma Lawan Klub Lokal di Uji Coba Jelang Piala AFF 2026: Maunya Brasil dan Argentina, tapi Mereka Sibuk

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, melontarkan candaan saat ditanya lawan uji coba skuad Garuda yang cuma klub lokal menjelang Piala AFF 2026 bergulir.
Profil Febri Diansyah: Eks Jubir KPK Pernah Jadi Pengacara Istri Ferdy Sambo, Kini Gantikan Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah

Profil Febri Diansyah: Eks Jubir KPK Pernah Jadi Pengacara Istri Ferdy Sambo, Kini Gantikan Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah

Nama Febri Diansyah kembali disorot setelah resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 27 Juli 2026: Scorpio Mendadak Tajir

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 27 Juli 2026: Scorpio Mendadak Tajir

Pada 27 Juli 2026, pergerakan energi astrologi diperkirakan membawa angin segar bagi sejumlah zodiak, terutama dalam urusan finansial. Siapa yang penuh hoki?
Ramalan Keuangan Zodiak Minggu Ini, 27-31 Juli 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak Minggu Ini, 27-31 Juli 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Berikut ramalan keuangan zodiak minggu ini, 27-31 untuk enam zodiak pertama, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo.
Selengkapnya

Viral