News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sikapi Alumni LPDP yang Kena Sanksi dan Daftar Hitam, Mahfud MD Marah tapi Ungkap Alasan Nasionalisme WNI Pudar

Mahfud MD marah besar terhadap alumni penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas. Tapi kontroversi ini tamparan bagi pemerintah berbenah sikapi WNI yang resah.
Kamis, 26 Februari 2026 - 14:40 WIB
Dwi Sasetyaningtyas & Mahfud MD
Sumber :
  • Kolase Instagram/@sasetyaningtyas & Tangkapan layar YouTube Mahfud MD Official

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD ikut menyoroti kontroversi konten alumni penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas alias DS.

Mahfud MD mengetahui Dwi Sasetyaningtyas bangga anaknya mendapat paspor warga negara asing (WNA) Inggris. Sayangnya ucapan "Cukup aja yang WNI, anak-anakku jangan" berbuah kontroversi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Efek dari ucapannya menyebabkan alumni LPDP itu masuk daftar hitam atau blacklist dari negara. Bahkan suami DS, Arya Iwantoro disanksi segera mengembalikan dana beasiswa LPDP.

Melalui konten YouTube pribadinya, Selasa (24/2/2026), Mahfud tidak menutupi sikapnya lagi. Ia marah besar atas sikap alumni penerima beasiswa LPDP tersebut.

"Pertama, ketika saya mendengar itu, saya ikut marah sebagai WNI yang telah mencicipi nikmatnya Indonesia ini sesudah merdeka. Itu bertentangan dengan prinsip yang sering kita nyatakan, 'jangan pernah lelah mencintai Indonesia'," ujar Mahfud MD dilansir tvOnenews.com, Kamis (26/2/2026).

Ia memahami DS terlihat sangat lelah sebagai WNI. Sebab dalam konten tersebut, pendiri Sustaination itu lebih bahagia anak keduanya bertatus sebagai WNA.

Akan tetapi, ia tidak mendukung sikap DS. Ia geram apabila ada pihak luar apalagi WNI yang tidak menyukai Indonesia, yang memiliki latar menerima manfaat dari negara.

"Padahal dia sendiri itu mendapatkan kenikmatan sekolah karena Indonesia, lalu dia melecehkan Indonesia di depan publik dengan parah, begitu menyakitkan bagi kita," tegasnya.

Mahfud MD Bicara Nasionalisme WNI Luntur

Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD.
Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD.
Sumber :
  • Istimewa

Namun demikian, ia tidak sepenuhnya marah dan menyalahi DS. Justru dari polemik ini sebagai bagian representasi jeritan publik yang selama ini masih diam diwakilkan oleh seseorang.

Akibatnya, hati seorang hati WNI tidak menunjukkan nasionalisme yang tinggi. Ironisnya, keresahan itu membawa malapetaka berujung melecehkan negaranya sendiri.

Mahfud berpendapat, suara dari Tyas sapaan akrabnya, menjadi tamparan bagi pemerintah terhadap masyarakat khususnya dari kelompok kecil.

"Kita harus sadar diri lah. Pemerintah pengelola negara ini dia katakan kenapa dia melakukan itu? Karena perkembangan akhir membuat putus asa. Pemerintah melakukan langkah-langkah sesudah itu dikritik nggak peduli, perbaikan nggak dilakukan," jelasnya.

Ia melihat dari polemik DS. Hal ini berkaitan dengan keresahan masyarakat yang sempat meramaikan tagar #KaburAjaDulu. Saking semerawutnya, mereka memilih kabur atau tinggal di luar negeri.

"Pemerintahnya sudah terlalu steril terhadap kritik-kritik itu. Apa yang dikatakan Bu Tyas ini sebenarnya berangkat dari fakta-fakta," ucapnya.

Ia kembali mengingat ucapan di masa lalunya berkaitan dengan alasan nasionalisme seorang WNI terhadap negaranya luntur, sebut saja semakin tidak menyukai RI.

Dengan adanya fenomena itu, ia tentu mengartikan penyebabnya akibat pemerintah negara tidak mampu mengayomi hingga memenuhi hak hidup masyarakatnya.

Ia mencontohkan, banyak masyarakat yang masih susah mencari pekerjaan, mengeksekusi vonis pada kasus berujung pungli, dan sebagainya.

"Apa yang terjadi di negara ini sehingga orang kabur aja dulu? Kabur aja itu keperluan dasarnya orang nomor satu itu kan hidup. Kalau nggak bisa hidup, saya nggak bisa memenuhi sandang-pangan. Ini sama sebenarnya," bebernya.

Mantan Ketua MK itu meyakini keresahan tersebut tidak hanya terjadi dialami Dwi Sasetyaningtyas. Ia mendapat banyak aduan dari masyarakat yang semakin resah pada kondisinya.

Ia mengambil fenomena di mana mereka menjadi korban kesewanangan oknum aparat. Karena tidak kuat pada statusnya, mereka takut menyuarakan keadilan ke ruang publik.

Ia menyinggung dua kasus nyata belakangan ini. Pertama, kasus di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana rakyat kecil ditindak aparat hanya perkara jualan sayur di halaman kediamannya sendiri.

Kasus kedua menyasar pada seorang pengusaha hotel di Jawa Timur. Mahfud MD tidak bisa membayangkan pengusaha tersebut didatangi hingga diperat oleh oknum aparat dengan dalih "dana keamanan".

Mahfud melanjutkan motif dari kasus kedua. Oknum aparat kerap meneror hingga mengancam penutupan usaha apabila tidak ada uang setoran yang masuk.

Ia sangat miris ketika pernah menawarkan diri menuntaskan kasus seperti itu ke ruang publik. Para pelapor justru takut dan khawatir terhadap adanya indikasi ancaman terhadap nyawanya.

"Saya dapat laporan kasus yang terjadi di meja segini, orang laporan tapi minta namanya enggan disebutkan karena takut dihabisi dengan segala cara," tuturnya.

Ia berharap sekaligus mendesak pemerintah belajar dari polemik DS. Setidaknya berbenah dalam perbaikan sistemik hingga memberantas oknum menyebabkan sengsara menjadi bibit lunturnya nasionalisme rakyat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dwi Tyas itu cabut beasiswanya suruh ganti, saya setuju blacklist orang keras begitu. Tapi, marilah kita memperbaiki, kita cintailah negara ini dengan sepenuh hati. Mencintai tidak cukup hanya rakyat yang diminta mencintai. Kalau pemerintah, artinya memelihara kecintaan dan nasionalisme dengan berlaku sesuai konstitusi, menghargai hak-hak rakyat, serta menghargai hak asasi rakyat," harapnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tyson Fury vs Anthony Joshua Resmi Digelar Desember, Intip Rekor Dua Raksasa Inggris

Tyson Fury vs Anthony Joshua Resmi Digelar Desember, Intip Rekor Dua Raksasa Inggris

Pertarungan yang telah lama dinantikan akhirnya menjadi kenyataan. Tyson Fury dan Anthony Joshua resmi bertemu dalam duel kelas berat pada 11 Desember mendatang
Kreativitas Bawa Cuan Melimpah! Cek Ramalan Keuangan Shio Kambing 26 September 2026 di Sini

Kreativitas Bawa Cuan Melimpah! Cek Ramalan Keuangan Shio Kambing 26 September 2026 di Sini

Karakter dasar shio Kambing yang dikenal artistik, empatik, penyayang, serta menyukai kerja sama tim akan menjadi motor utama penggerak rezeki pada esok hari.
Tinggal Kenangan, Nostalgia 10 Lagu Terbaik Ciptaan Guruh Soekarnoputra yang Wafat di Usia 73 Tahun

Tinggal Kenangan, Nostalgia 10 Lagu Terbaik Ciptaan Guruh Soekarnoputra yang Wafat di Usia 73 Tahun

Meninggal di usia 73 tahun, Guruh Soekarnoputra dikenal sebagai sosok seniman legendaris, dimana lagu karya-karyanya selalu bisa dinikmati lintas generasi.
6 Zodiak Paling Berlimpah Rezeki pada 27 September 2026: Taurus Siap-siap Banjir Cuan

6 Zodiak Paling Berlimpah Rezeki pada 27 September 2026: Taurus Siap-siap Banjir Cuan

Pada Minggu, 27 September 2026, menjadi salah satu hari yang menarik bagi sejumlah zodiak dalam urusan keuangan. Siapa saja yang paling berlimpah cuan besok?
Antisipasi Antrean Truk, Kapal 2.400 GRT Tambah Armada Ketapang-Gilimanuk

Antisipasi Antrean Truk, Kapal 2.400 GRT Tambah Armada Ketapang-Gilimanuk

Antrean kendaraan, terutama truk dan kendaraan besar, masih menjadi salah satu persoalan dalam penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Rekap Hasil UEFA National League A, Sabtu (26/09/2026): Prancis Menang di Debut Zidane, Italia Keok 0-2 Lawan Belgia

Rekap Hasil UEFA National League A, Sabtu (26/09/2026): Prancis Menang di Debut Zidane, Italia Keok 0-2 Lawan Belgia

Sejumlah pertandingan UEFA Nations League A tersaji pada Sabtu (26/9/2026). Prancis meraih kemenangan di debut Zidane, sedangkan Italia takluk 0-2 dari Belgia.

Trending

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Erick Thohir bangga Indonesia menjadi tuan rumah perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Kebanggaan makin lengkap setelah Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura
Sudah Singgung Malaysia usai Kalahkan Singapura, John Herdman Siap Habis-habisan Bawa Timnas Indonesia Tekuk Harimau Malaya

Sudah Singgung Malaysia usai Kalahkan Singapura, John Herdman Siap Habis-habisan Bawa Timnas Indonesia Tekuk Harimau Malaya

John Herdman mulai memanaskan persiapan Timnas Indonesia jelang menghadapi Malaysia. Ia memahami laga tersebut memiliki arti khusus bagi kedua negara.
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Guruh Soekarnoputra, adik Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, meninggal dunia.
Timnas Indonesia Diakui Rival, Pelatih Singapura Tak Segan Puji Kualitas Skuad Garuda Usai Dipermalukan 2-0 di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Diakui Rival, Pelatih Singapura Tak Segan Puji Kualitas Skuad Garuda Usai Dipermalukan 2-0 di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia mendapat pengakuan dari pelatih Singapura, Gavin Lee. Ia menilai skuad Garuda tampil sangat baik saat kedua tim bertemu di FIFA ASEAN Cup 2026.
Selengkapnya

Viral