GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wamendagri Sentil Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Gubernur Kaltim: Efisiensi Jangan Sekadar Slogan

Wamendagri Bima Arya menegur Gubernur Kaltim soal mobil dinas Rp8,5 miliar di tengah efisiensi anggaran. Soroti kelayakan dan kepantasan belanja daerah.
Jumat, 27 Februari 2026 - 07:29 WIB
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Kebijakan efisiensi anggaran yang tengah digencarkan pemerintah kembali diuji di daerah. Kali ini, sorotan tertuju pada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyusul polemik pengadaan mobil dinas Gubernur senilai Rp8,5 miliar.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto secara tegas mengingatkan agar belanja fasilitas pejabat tidak berlebihan, apalagi di tengah upaya penghematan yang sedang dijalankan pemerintah pusat dan daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bima Arya menekankan bahwa setiap pengadaan barang dan jasa oleh kepala daerah memang memiliki payung aturan yang jelas. Namun, menurutnya, kepatuhan pada regulasi saja tidak cukup. Ada asas kelayakan dan kepantasan yang harus menjadi pertimbangan utama, terutama saat publik diminta memahami dan mendukung kebijakan efisiensi anggaran.

“Sebaiknya tidak berlebihan, sesuai saja dengan kebutuhan yang ada,” ujar Bima Arya saat dimintai tanggapan, Kamis (26/2/2026).

Pernyataan tersebut merespons polemik pembelian mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur dengan nilai fantastis Rp8,5 miliar. Angka tersebut memicu perdebatan publik karena dinilai kontras dengan semangat penghematan belanja negara dan daerah yang belakangan kerap digaungkan. Bima Arya menegaskan, meski secara teknis pengadaan bisa saja sesuai aturan—mulai dari spesifikasi mesin hingga kapasitas kendaraan—tetap perlu diuji dari sisi urgensi dan kelayakan.

“Apakah pembelanjaan mobil dinas itu benar-benar sesuai kebutuhan, dan apakah sudah layak dilakukan di masa efisiensi seperti sekarang,” kata Bima Arya. Ia mengingatkan, kebijakan anggaran tidak hanya soal sah atau tidak sah secara administratif, tetapi juga soal sensitivitas terhadap kondisi ekonomi dan persepsi publik.

Lebih lanjut, Bima Arya mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud untuk meminta penjelasan. Dalam komunikasi tersebut, Rudy menyampaikan bahwa selama ini ia menjalankan tugas dinas di Kalimantan Timur menggunakan kendaraan pribadi. Kondisi itu disebut sebagai salah satu alasan munculnya kebutuhan pengadaan mobil dinas.

“Kemarin sudah komunikasi dengan Pak Gubernur. Beliau menjelaskan bahwa selama ini menggunakan mobil pribadi untuk kegiatan dinas di Kaltim,” ungkap Bima Arya. Meski memahami adanya kebutuhan operasional, mantan Wali Kota Bogor itu kembali menekankan agar pengadaan fasilitas negara dilakukan secara wajar dan proporsional. “Kalau ada kebutuhan belanja mobil dinas, baiknya sewajarnya saja,” tegasnya.

Di sisi lain, Rudy Mas’ud juga angkat bicara menanggapi polemik yang berkembang. Ia menegaskan hingga saat ini belum menggunakan mobil dinas milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk operasional di daerah. Menurutnya, aktivitas kedinasan di wilayah Kaltim masih ditopang kendaraan pribadi yang kondisinya pun disebut sudah tidak lagi prima.

“Sampai hari ini Pemprov Kaltim belum menyediakan kami mobil untuk di Kalimantan Timur. Jadi tidak ada mobilnya. Mobil yang ada hari ini adalah mobil pribadi kami pergunakan,” ujar Rudy saat ditemui, Selasa (24/2/2026). Ia juga menanggapi perdebatan publik dengan nada santai, sembari mengingatkan agar polemik tidak berkembang menjadi perbincangan negatif. “Kita sedang berpuasa, tolong tidak terlalu banyak gibah,” ucapnya.

Rudy menjelaskan, kendaraan dinas yang dipersoalkan publik sebenarnya sudah tersedia, namun ditempatkan di Jakarta. Mobil tersebut, kata dia, diperuntukkan bagi agenda kepala daerah yang bersifat nasional maupun internasional. Ia menilai, posisi Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat intensitas kunjungan pejabat negara, investor, hingga tamu mancanegara meningkat signifikan.

Dalam konteks itu, Rudy berpandangan bahwa fasilitas representatif menjadi bagian dari upaya menjaga citra dan kehormatan daerah. “Kalimantan Timur adalah Ibu Kota Nusantara, miniatur Indonesia. Tamu dari Kaltim bukan hanya kepala daerah se-Indonesia, tetapi juga dari global,” ujarnya. Menurutnya, kepala daerah tidak sepatutnya menjalankan fungsi representatif dengan fasilitas yang dinilai “seadanya”.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun demikian, pernyataan tersebut justru mempertegas perbedaan sudut pandang antara pusat dan daerah. Jika Rudy menekankan aspek representasi dan marwah daerah, Bima Arya menggarisbawahi pentingnya kepekaan sosial dan konsistensi kebijakan. Di tengah tekanan efisiensi anggaran, setiap belanja negara—terlebih yang bernilai besar—akan selalu menjadi perhatian publik.

Polemik mobil dinas Rp8,5 miliar ini pun menjadi cermin tantangan tata kelola anggaran di era keterbukaan. Publik tidak hanya menuntut kepatuhan pada aturan, tetapi juga keteladanan dari para pejabat. Teguran Wamendagri menjadi sinyal bahwa pemerintah pusat ingin memastikan semangat efisiensi tidak berhenti sebagai slogan, melainkan benar-benar tercermin dalam keputusan konkret, termasuk soal fasilitas pejabat daerah. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Gelar Lelang Rampasan Korupsi 18 Juni, Ada Rumah, Mobil Hingga Ponsel

KPK Gelar Lelang Rampasan Korupsi 18 Juni, Ada Rumah, Mobil Hingga Ponsel

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyelenggarakan lelang eksekusi atas barang rampasan negara yang berasal dari perkara tindak pidana korupsi yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht).
Tak Terima Nama Dicatut dalam Riset, Seorang Dosen Desak Prihantini Buat Klarifikasi dan Surat Pernyataan

Tak Terima Nama Dicatut dalam Riset, Seorang Dosen Desak Prihantini Buat Klarifikasi dan Surat Pernyataan

Polemik manipulasi riset yang diduga dilakukan Prihantini di konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Disease (ISPPD) 2026 jadi sorotan
Gabung Hillstate, Megawati Hangestri Jadi Satu-satunya Pemain Asing yang Berpartner dengan 2 Setter Terbaik Korea

Gabung Hillstate, Megawati Hangestri Jadi Satu-satunya Pemain Asing yang Berpartner dengan 2 Setter Terbaik Korea

Megawati Hangestri jadi satu-satunya pemain asing di V-League yang pernah diservis dua setter terbaik milik tim nasional voli putri Korea usai gabung Hillstate.
Resmi Diluncurkan Korlantas Polri, Begini Cara Buat SIM Digital yang Mudah Tanpa Ribet

Resmi Diluncurkan Korlantas Polri, Begini Cara Buat SIM Digital yang Mudah Tanpa Ribet

Berikut cara mudah membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) digital lewat ponsel (HP) yang resmi diluncurkan Korlantas Polri. Hanya butuh sejumlah langkah verifikasi.
Usai Beli Saham GoTo, Danantara Diminta Segera Bentuk BUMN Pengelola Transportasi Digital

Usai Beli Saham GoTo, Danantara Diminta Segera Bentuk BUMN Pengelola Transportasi Digital

Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi membeli PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.
Menteri LH Didorong Atensi Penuh TTM di Blok Rokan Riau

Menteri LH Didorong Atensi Penuh TTM di Blok Rokan Riau

Persatuan Masyarakat Riau Indonesia (PMRI) mendorong Menteri Lingkungan Hidup (LH), Jumhur Hidayat memberi atensi penuh pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi (TTM) di Blok Rokan, Riau.

Trending

Ini Sosok Terduga Pelaku Pembunuhan Wanita di Jakarta Selatan

Ini Sosok Terduga Pelaku Pembunuhan Wanita di Jakarta Selatan

Polisi gerak cepat mengamankan diduga pelaku pembunuhan wanita berinisial L yang tewas dengan luka di kepala, di sebuah hotel kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (29/5/2026).
PDIP Singgung Larangan Pemutaran Film Pesta Babi: Hati-hati Musuh Bersama

PDIP Singgung Larangan Pemutaran Film Pesta Babi: Hati-hati Musuh Bersama

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat menyinggung polemik pelarangan pemutaran film dokumenter 'Pesta Babi' oleh aparat.
Link Live Streaming Tinju Dunia: Pagi Ini Ada Duel Dmitry Bivol vs Michael Eifert Diperebutan Gelar Juara

Link Live Streaming Tinju Dunia: Pagi Ini Ada Duel Dmitry Bivol vs Michael Eifert Diperebutan Gelar Juara

Link live streaming tinju dunia hari ini, ada duel perebutan gelar juara antara Dmitry Bivol vs Michael Eifert di kelas berat ringan (light heavyweight).
PDIP Sebut Program Koperasi Desa Merah Putih Buat Susah Pemerintah Daerah

PDIP Sebut Program Koperasi Desa Merah Putih Buat Susah Pemerintah Daerah

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat menilai program Koperasi Merah Putih terlalu dipaksakan hingga menyulitkan pemerintah daerah.
Cara Nonton Live Streaming Tinju Dunia Dmitry Bivol vs Michael Eifert Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Tinju Dunia Dmitry Bivol vs Michael Eifert Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan tinju dunia antara Dmitry Bivol vs Michael Eifert yang akan berlangsung pada pagi ini.
Gabriel Magalhaes Tetap Disanjung Selangit Media-Media Inggris meski Bikin Arsenal Gagal Juara Liga Champions

Gabriel Magalhaes Tetap Disanjung Selangit Media-Media Inggris meski Bikin Arsenal Gagal Juara Liga Champions

Bek tengah Arsenal, Gabriel Magalhaes, tetap mendapatkan sanjungan selangit dari media-media Inggris. Hal ini terlepas dari kegagalannya membobol gawang Paris Saint-Germain dalam sesi adu penalti.
Viral! Lagi Meliput Proyek KDM di Wisata Air Kalimalang Bekasi, Konten Kreator Diduga Diintimidasi Bang Jago

Viral! Lagi Meliput Proyek KDM di Wisata Air Kalimalang Bekasi, Konten Kreator Diduga Diintimidasi Bang Jago

2 konten kreator diduga diintimidasi preman saat meliput proyek Wisata Air diinisiasikan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) di Kalimalang, Kota Bekasi viral.
Selengkapnya

Viral