Dampak Efisiensi dan BBM Mahal, Damkarmat Kota Yogyakarta Tak Lagi Layani Semua Laporan Non-Darurat
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Yogyakarta, tvOnenews.com - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta mulai melakukan penyaringan terhadap laporan yang masuk dari masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran serta meningkatnya biaya operasional akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kebijakan tersebut dibagikan langsung melalui akun Instagram @damkarjogjaistimewa yang diunggah enam hari lalu tepatnya Sabtu (13/6/2026).
Kepala Damkarmat Kota Yogyakarta, Taokhid menyampaikan, keterbatasan anggaran memaksa instansinya melakukan penyesuaian dalam penggunaan armada dan pengerahan personel.
Akibatnya, tidak semua laporan masyarakat ditindaklanjuti seperti sebelumnya. Damkarmat Kota Yogyakarta memprioritaskan penanganan kejadian yang bersifat darurat dibanding laporan yang tidak berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa maupun ancaman kerugian besar.
"Untuk pemadaman kebakaran, animal rescue, kecelakaan air masih tetap kita prioritaskan karena ada potensi membahayakan keselamatan jiwa dan juga keselamatan manusia. Kami memfilter layanan yang bukan tupoksi, misalnya berkaitan dengan masalah rumah tangga, ketertiban, dan masalah-masalah lain," tutur Taokhid saat dihubungi, Kamis (18/6/2026).
Lebih lanjut, pemfilteran juga diberlakukan terhadap layanan masyarakat yang masuk dari luar wilayah administrasi Kota Yogyakarta misalnya dari Kabupaten Sleman, Bantul atau lainnya. Damkarmat Kota Yogyakarta akan mengarahkan laporan tersebut ke daerah setempat terlebih dahulu.
Taokhid menjelaskan, biaya BBM menjadi salah satu komponen terbesar dalam operasional pelayanan.
Kenaikan harga bahan bakar berdampak langsung pada biaya mobilisasi armada yang harus siaga dan bergerak cepat ketika menindaklanjuti laporan masyarakat.
"Karena untuk BBM, kami pakai Pertamina Dex untuk kendaraan Damkar sehingga agak signifikan pengaruh kenaikan harga BBM itu. Kemarin, Pertamina Dex tembus sekitar Rp27.000 per liter," ungkap Taokhid.
Sementara, anggaran khususnya untuk BBM saat ini cukup mengkaver hingga September atau bahkan Agustus mendatang.
"Anggaran kami sebelum ada efisiensi di angka kurang lebih Rp15 Miliar per tahun. Kemudian efisiensi rata-rata 30 persen. Khusus BBM sekitar Rp350.000.000 itu hanya sampai Agustus akhir atau akhir September ini ya, tergantung nanti fluktuasi harga Pertamina Dex," ungkapnya.
Berkaitan dengan keterbasan anggaran, Damkarmat Kota Yogyakarta mengajukan penambahan anggaran sekitar Rp1,3 Miliar.
Load more