GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Belum Lama Soroti Ketua BEM UGM, Natalius Pigai Kini Terima Tantangan Guru Besar UGM Debat Terbuka soal HAM

Menteri HAM, Natalius Pigai kini ditantang debat oleh guru besar UGM, Prof. Zainal Arifin Mochtar. Itu terjadi pasca mengomentari Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.
Jumat, 27 Februari 2026 - 07:44 WIB
Menteri HAM, Natalius Pigai.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai mendapat tantangan debat dari guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Zainal Arifin Mochtar atau Uceng.

Tantangan tersebut setelah Natalius Pigai menyikapi langkah Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang ingin memberhentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selepas itu, Pigai dan Uceng terekam saling bertukar balasan di media sosial X. Pada Kamis (26/2/2026), Uceng menyatakan kesiapan belajar memahami tentang kasus HAM dari sosok Pigai.

Guru besar UGM tersebut juga mengajak Natalius Pigai berdebat tentang kasus HAM di Indonesia. Ia bersedia perdebatannya dilakukan kapan pun. 

"Saya setuju dengan Bapak, seringkali profesor itu dibesar-besarkan saja. Saya izin mau belajar memahami HAM dari Bapak. Saya mau diskusi dan debatkan satu per satu kasus HAM di Indonesia, yang katanya Bapak sudah amat pahami itu. Sebut saja kapan dan di mana saya bisa belajar," kata Uceng melalui cuitan akun X @zainalamochtar dikutip tvOnenews.com, Jumat (27/2/2026).

Natalius Pigai Jawab Tantangan Debat dari Guru Besar UGM

Guru besar UGM, Zainal Arifin Mochtar
Guru besar UGM, Zainal Arifin Mochtar
Sumber :
  • Instagram/@zainalarifinmochtar

Cuitan tersebut langsung mendapat reaksi Natalius Pigai. Menteri HAM ini justru mengajak agar format debat bisa dilihat oleh publik.

"Saya setuju di TV Nasional dan Live. Anda yang undang, maka saya minta Anda yang siapkan. Kita bicara dalam tataran ilmiah," balas Natalius Pigai.

Ia menegaskan perdebatan harus disematkan secara ilmiah. Tujuannya agar mengupas tuntas terkait misteri kasus HAM di Indonesia.

"Saya benar-benar mau mengajari Anda soal HAM agar paham," tegasnya.

Pigai tidak tanggung-tanggung membalas ajakan itu. Sebelum debat, Uceng diminta melihat penjelasan dari dirinya tentang HAM lewat unggahan YouTube bersama Fadli Zon.

"Tapi, nonton dulu ini untuk sekadar tambahan ilmu HAM Anda sebelum debat dengan saya. Jujur saya sangat mau biar rakyat Indonesia nonton seberapa hebat ilmu HAM seorang Prof," saran dia.

Uceng sedikit memberikan sindiran menohok. Pernyataan Pigai sudah memahami HAM sejak kecil tidak sekadar dari pengalaman hidup di tengah perang di Papua hingga pernah di Komnas HAM.

"Anda tetap saja korupsi. Memahami bukan berarti Anda pasti benar. Benarnya Anda akan diukur dengan kerja-kerja penegakan HAM," tegas Uceng.

Pakar Hukum Tata Negara dan Ahli itu berharap Pigai yang menghubungi pihak televisi. Tujuannya sebagai ruang perantara perdebatan keduanya dapat dilihat oleh khalayak.

"Saya nggak punya kekuasaan Pak. Semoga ada TV Nasional yang bisa memfasilitasi. Kalau bapak yang colek mereka, mungkin lebih berarti. Terima kasih YouTube-nya. Saya hanya pernah tiga tahun peneliti di Pusat Studi HAM UII Yogyakarta dan kuliah S2 Hukum HAM di Amerika. Saya pasti senang belajar," jelas Uceng.

Ia meminta tolong ke pengguna media sosial melihat tantangan terbuka mengenai HAM. Ia kini memastikan jadwal perdebatan agar tidak berakhir gagal.

Awal Mula Natalius Pigai Terima Tantangan Uceng

Melalui X pribadinya @NataliusPigai2, Rabu (25/2/2026), Pigai mengetahui dirinya mendapat kritikan. Sorotan tersebut berasal dari guru besar UGM, Uceng.

Pigai membuat pernyataan yang pernah viral di media sosial. Menteri HAM itu mengaku telah mengenali tentang HAM sejak berusia lima tahun.

Ia meyakini tidak akan mungkin salah menyerap makna prinsip tentang HAM. Publik menanggapi secara beragam termasuk Uceng lewat media sosialnya.

Uceng mengutip pandangan dari Imam Al Ghazali terkait empat jenis manusia. Pertama, orang yang mengetahui dan sadar saat dirinya mengetahui dianggap layak sebagai panutan.

Kedua, tipe orang yang mengetahui tetapi tidak sadar kalau dirinya mengetahui harus disadarkan. Ketiga, orang yang tidak mengetahui dan coba tahu sebenarnya tidak mengetahui dianggap sebagai orang awam yang perlu belajar lagi.

"Keempat, orang yang tidak tahu dan dia tidak tahu bahwa dia tidak tahu. Orang jenis ini sesat dan menyesatkan, perlu dihindari," tulis Uceng.

Pigai mengisahkan latar belakang hidupnya di Papua. Sejak kecil, ia telah melihat secara langsung konflik yang begitu mencekam.

"Saya telah tunjukkan integritas saya sebagai penjaga kaum lemah (de oppresso liber). Dari seorang korban HAM hingga menjadi orang nomor satu di bidang HAM di RI. Saya bekerja mencatat sejarah, menyelami sejarah, dan menentukan sejarah HAM di Republik ini," ucap Pigai.

Ia berpendapat kritikan tersebut sebagai upaya tidak mencerminkan kedalaman pemikiran dari seorang guru besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sepengetahuan saya seorang Guru Besar memiliki tingkat pemahaman yang tinggi tentang esensi kehidupan, berpikir dalam bahasa sastra yang tinggi, pemahaman filosofis yang tinggi tetapi rupanya Anda hanya Guru yang dibesar-besarkan," kata Natalius Pigai.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BSI Fest Ramadhan, Layanan Emas Digital Didominasi oleh Gen Z

BSI Fest Ramadhan, Layanan Emas Digital Didominasi oleh Gen Z

Bank Syariah Indonesia (BSI) mendata pertumbuhan minat masyarakat terhadap investasi emas secara digital meningkat setiap tahun, terlebih lagi di momen Ramadhan
Kabar Duka, Legenda Tinju Ruben Castillo Meninggal Dunia

Kabar Duka, Legenda Tinju Ruben Castillo Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari dunia tinju, di mana petinju legendaris asal Meksiko yakni Ruben Castillo meninggal dunia.
Hasil Pembalap Indonesia di FP1 GP Thailand 2026: Awal Positif untuk Mario Aji, Veda Ega Pratama Jadi Ancaman Nyata

Hasil Pembalap Indonesia di FP1 GP Thailand 2026: Awal Positif untuk Mario Aji, Veda Ega Pratama Jadi Ancaman Nyata

Menilik hasil dua pembalap Indonesia yakni Mario Aji (Moto2) dan Veda Ega Pratama (Moto3) di sesi free practice (FP1) atau latihan bebas pertama Grand Prix Thailand 2026.
Hasil FP1 MotoGP Thailand 2026: Marco Bezzecchi Tercepat, Marc Marquez Posisi Keenam

Hasil FP1 MotoGP Thailand 2026: Marco Bezzecchi Tercepat, Marc Marquez Posisi Keenam

Marcoo Bezzecchi berada di daftar teratas sesi latihan bebas MotoGP Thailand 2026 usai mencatatkan waktu putaran terbaik dengan 1 menit 29.346 detik.
Hendak Kabur ke Malaysia, Koko Erwin Terduga Pemasok Uang dan Narkoba ke AKBP Didik Melawan saat Ditangkap

Hendak Kabur ke Malaysia, Koko Erwin Terduga Pemasok Uang dan Narkoba ke AKBP Didik Melawan saat Ditangkap

Erwin Iskandar alias Koko Erwin terduga pemasok uang dan narkoba ke eks Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro melawan saat ditangkap.
Ngeri! Pemilik Toko Sembako di Jombang Dibacok, Uang 10 Juta Rupiah Raib Digondol Perampok

Ngeri! Pemilik Toko Sembako di Jombang Dibacok, Uang 10 Juta Rupiah Raib Digondol Perampok

Seorang pemilik toko sembako jadi korban pembacokan saat pulang usai menutup tokonya. Uang tunai Rp10 juta yang baru saja dibawa korban raib digasak pelaku.

Trending

Menantu Perkosa Ibu Mertua Jelang Waktu Sahur Ternyata Hanya Selisih 5 Tahun, Pengakuannya Mengejutkan

Menantu Perkosa Ibu Mertua Jelang Waktu Sahur Ternyata Hanya Selisih 5 Tahun, Pengakuannya Mengejutkan

Seorang menantu berani rudapaksa ibu mertua di Kecamatan Palangga, Gowa, Sulawesi Selatan menjelang waktu sahur. Ternyata usianya hanya selisih 5 tahun saja...
Update Pengganti Thom Haye di Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, John Herdman Pilih Eks Kapten Timnas Belanda?

Update Pengganti Thom Haye di Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, John Herdman Pilih Eks Kapten Timnas Belanda?

Absennya Thom Haye jelang FIFA Series 2026 memicu spekulasi. John Herdman menyiapkan lima kandidat pengganti di lini tengah Timnas Indonesia,
John Herdman Diguyur Kabar Gembira Jelang FIFA Series 2026: Nomor 3, Timnas Indonesia Berpotensi Diperkuat Pemain Naturalisasi Baru

John Herdman Diguyur Kabar Gembira Jelang FIFA Series 2026: Nomor 3, Timnas Indonesia Berpotensi Diperkuat Pemain Naturalisasi Baru

Timnas Indonesia mendapat kabar baik jelang FIFA Series. Pengganti Thom Haye siap, pemain lokal tampil impresif, serta peluang naturalisasi memperkuat skuad.
Thom Haye Dicoret, Ini 4 Pemain Persib Bandung yang Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Thom Haye Dicoret, Ini 4 Pemain Persib Bandung yang Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Empat pemain Persib Bandung tampil gemilang dan dinilai layak dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, sementara Thom Haye dipastikan absen akibat sanksi FIFA.
Terobsesi Bela Timnas Indonesia, Bek Eropa Berdarah Bogor Ini Akui Garuda Punya Skuad Mirip Manchester City

Terobsesi Bela Timnas Indonesia, Bek Eropa Berdarah Bogor Ini Akui Garuda Punya Skuad Mirip Manchester City

Timnas Indonesia kembali mendapat sorotan usai pemain Eropa berdarah Bogor, Damian Van Dijk, akui Garuda kini sehebat Manchester City. Ia sudah kontak PSSI.
Stop Lakukan Ini saat Puasa! Ginjal Bisa Rusak Diam-Diam Tanpa Anda Sadari

Stop Lakukan Ini saat Puasa! Ginjal Bisa Rusak Diam-Diam Tanpa Anda Sadari

Stop lakukan hal-hal berikut ini saat puasa karena tanpa disadari bisa merusak ginjal Anda.
BEM UI Kepung Mabes Polri Siang Ini, Masyarakat Diminta Hindari Jalan Trunojoyo! Pengalihan Arus Situasional

BEM UI Kepung Mabes Polri Siang Ini, Masyarakat Diminta Hindari Jalan Trunojoyo! Pengalihan Arus Situasional

Menurut dia, aksi penyampaian pendapat merupakan hak yang dijamin undang-undang dan wajib difasilitasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT