GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sosok Moncer Zainal Arifin Mochtar, Guru Besar UGM Tantang Debat Menteri HAM Natalius Pigai, Pengukuhannya Dihadiri Wapres hingga Capres

Akademisi yang akrab disapa Uceng tersebut selama ini dikenal vokal mengkritisi isu konstitusi, demokrasi, dan pemberantasan korupsi.
Jumat, 27 Februari 2026 - 10:52 WIB
Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar
Sumber :
  • Instagram @zainalarifinmochtar

Jakarta, tvOnenews.com - Sosok Guru Besar Fakultas Hukum UGM (Universitas Gadjah Mada) Zainal Arifin Mochtar menjadi perhatian publik setelah terlibat adu argumen dengan Menteri HAM, Natalius Pigai, di media sosial X. Perdebatan itu mengarah pada rencana debat terbuka mengenai berbagai kasus HAM di Indonesia yang disiarkan langsung di tv nasional.

Akademisi yang akrab disapa Uceng tersebut selama ini dikenal vokal mengkritisi isu konstitusi, demokrasi, dan pemberantasan korupsi. Ia kerap tampil dalam forum akademik maupun media untuk menyampaikan pandangannya terkait kebijakan negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Zainal Arifin Mochtar resmi menyandang gelar guru besar dalam sidang terbuka di Balai Senat UGM, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (15/1/2026). 

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam pengukuhan tersebut, antara lain Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, serta mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Beberapa figur lain mengikuti secara daring, termasuk komika Pandji Pragiwaksono.

Dalam pesan video yang diputar saat acara, Pandji menyampaikan ucapan selamat. 

"Untuk abang-abangan saya, Abang Zaenal Arifin Mochtar alias Uceng, selamat atas pengukuhannya menjadi Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada," ujarnya.

Ia juga menilai Zainal Arifin Mochtar sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan nilai kebangsaan.

"Saya rasa Bang Uceng bukan guru besar yang biasa, guru besar yang spesial, guru besar yang punya banyak perjuangan di dalam dan di luar kampus yang saya pastikan dan saya ketahui niatnya baik untuk bangsa dan negara juga," katanya.

Di bidang HAM, Zainal Arifin Mochtar memiliki pengalaman riset di Pusat Studi HAM UII Yogyakarta serta pendidikan magister hukum HAM di Amerika Serikat. Latar akademik itu ia kemukakan saat menanggapi pernyataan Pigai.

“Saya mau diskusi dan debatkan satu per satu kasus HAM di Indonesia,” tulis Zainal di X.

Sebelumnya, Pigai menekankan pengalaman hidupnya di wilayah konflik sebagai dasar memahami HAM.

“Disitulah saya mengerti nilai fundamental tentang Hak Asasi Manusia. Perjalanan hidup yang membentuk karakter dan integritas saya selama puluhan tahun sebagai pembela orang-orang tertindas,” tulis Pigai pada 25 Februari 2026.

Ia juga menyinggung kapasitas akademik Zainal Arifin Mochtar sebagai guru besar. 

“Sepengetahuan saya seorang Guru Besar memiliki tingkat pemahaman yang tinggi… tetapi rupanya Anda hanya Guru yang ‘dibesar-besarkan’,” tulisnya.

Zainal Arifin Mochtar merespons dengan nada terbuka dan ajakan melakukan debat terbuka. 

“Saya setuju dengan bapak, seringkali profesor itu dibesar-besarkan saja. Saya izin mau belajar memahami HAM dari bapak. Saya mau diskusi dan debatkan satu per satu kasus HAM di Indonesia yang katanya bapak sudah amat pahami itu,” ujarnya. 

“Saya pasti senang belajar," sambung Zainal Arifin Mochtar.

Natalius Pigai kemudian menyatakan kesiapan berdiskusi secara langsung di televisi. 

“Saya setuju di TV Nasional dan Live. Anda yang undang maka saya minta anda yang siapkan. Kita bicara dalam tataran ilmiah. Saya benar-benar mau ajari Anda soal HAM agar paham,” tulis Pigai. 

"Tapi nonton ini dulu untuk sekedar tambahan ilmu HAM anda sebelumnya debat dengan saya. Jujur saya sangat mau biar rakyat indonesia nonton seberapa hebat ilmu HAM seorang Prof:."

Zainal Arifin Mochtar menyatakan tidak memiliki otoritas menghadirkan forum tersebut dan berharap ada media yang memfasilitasi. 

“Kalau sudah ada kabar dan tempat, saya dicolek ya,” tulisnya.

Di luar polemik terbaru, Zainal Arifin Mochtar memiliki rekam jejak panjang. Lahir di Makassar, 8 Desember 1978, ia menempuh pendidikan sarjana hukum di UGM, melanjutkan studi di Northwestern University, Amerika Serikat, dan meraih gelar doktor pada 2012 di UGM.

Ia pernah memimpin Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM, menjadi anggota Dewan Audit OJK (2015-2017), Komisaris PT Pertamina EP (2016-2019), serta anggota Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM pada 2022. Saat ini ia menjabat Wakil Ketua Komite Pengawas Perpajakan periode 2023-2026.

Namanya juga sempat menjadi perhatian ketika tampil dalam film dokumenter “Dirty Vote” yang dirilis pada Minggu (11/2/2024).

Sementara itu, Natalius Pigai sebelumnya juga menuai perdebatan usai menyatakan bahwa penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih bertentangan dengan HAM.

"Dalam konteks HAM, pemerintah melakukan makan bergizi gratis, pendidikan gratis, sekolah rakyat, cek kesehatan gratis, perumahan, kampung nelayan, kemudian swasembada pangan, adalah sejalan, seirama, sesuai dengan HAM."

"Maka orang yang mau meniadakan Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, pendidikan gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, adalah orang yang menentang HAM. Orang yang menentang," kata Pigai.

"Maaf ya, ketika program-program yang baik ini diarahkan dengan Pemilu, maka menurut saya itu menentang orang kecil. Itu orang jahat. Orang yang tidak punya nurani. Orang yang tidak punya hati bagi orang kecil yang di depan mata orang miskin," ujar dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perdebatan tersebut memicu respons luas, termasuk dari BEM UGM yang mengirim surat kepada UNICEF pada 5 Februari 2026. Dalam surat itu disinggung kasus siswa kelas IV SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, NTT, yang diduga mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli alat tulis seharga Rp10.000,00.

Anggaran MBG 2026 dirancang mencapai Rp335 triliun, dengan Rp223 triliun diambil dari anggaran pendidikan dalam APBN 2026 sebesar Rp769,1 triliun. (nba)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pasutri di Tanjungpinang Jadi Kurir Narkoba, 2 Kilogram Sabu Disita Polisi

Pasutri di Tanjungpinang Jadi Kurir Narkoba, 2 Kilogram Sabu Disita Polisi

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bintan berhasil menyita hampir 2 kilogram sabu dan menangkap tiga orang tersangka, termasuk pasangan suami istri,
Heboh Penusukan Tukang Parkir di Sleman, Polisi Amankan Pelaku dan Ungkap Pemicunya

Heboh Penusukan Tukang Parkir di Sleman, Polisi Amankan Pelaku dan Ungkap Pemicunya

Jagad media sosial dihebohkan dengan peristiwa aksi penusukan seorang tukang parkir di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.
Seskab Teddy Bantah Temuan PDIP, Tegaskan MBG Tak Pangkas Anggaran Pendidikan: Itu Narasi yang Keliru

Seskab Teddy Bantah Temuan PDIP, Tegaskan MBG Tak Pangkas Anggaran Pendidikan: Itu Narasi yang Keliru

Seskab Teddy Indra Wijaya membantah keras bahwa kehadiran Makan Bergizi Gratis (MBG) mengorbankan program pendidikan yang telah berjalan.
Dugaan Pelecehan di FPTI, Menpora Erick Thohir Tegaskan Atlet Harus Dilindungi

Dugaan Pelecehan di FPTI, Menpora Erick Thohir Tegaskan Atlet Harus Dilindungi

Menpora, Erick Thohir menyampaikan empati kepada para atlet yang diduga menjadi korban serta keluarga yang terdampak di lingkungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
idEA Menyampaikan Rekomendasi Agar Implementasi PP Tunas Efisien

idEA Menyampaikan Rekomendasi Agar Implementasi PP Tunas Efisien

Pemerintah Indonesia saat ini tengah berada di persimpangan jalan yang krusial dalam mengatur ruang siber melalui implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.
Mengenal Million Manhoef, Mesin Gol Rp 86 Miliar Berdarah Surabaya Andalan Timnas Belanda U-21

Mengenal Million Manhoef, Mesin Gol Rp 86 Miliar Berdarah Surabaya Andalan Timnas Belanda U-21

Spekulasi soal peluang Million Manhoef membela Timnas Indonesia akhirnya terjawab. Striker Rp 86 M berdarah Surabaya itu akui lebih prioritaskan Timnas Belanda.

Trending

Menantu Perkosa Ibu Mertua Jelang Waktu Sahur Ternyata Hanya Selisih 5 Tahun, Pengakuannya Mengejutkan

Menantu Perkosa Ibu Mertua Jelang Waktu Sahur Ternyata Hanya Selisih 5 Tahun, Pengakuannya Mengejutkan

Seorang menantu berani rudapaksa ibu mertua di Kecamatan Palangga, Gowa, Sulawesi Selatan menjelang waktu sahur. Ternyata usianya hanya selisih 5 tahun saja...
Update Pengganti Thom Haye di Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, John Herdman Pilih Eks Kapten Timnas Belanda?

Update Pengganti Thom Haye di Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, John Herdman Pilih Eks Kapten Timnas Belanda?

Absennya Thom Haye jelang FIFA Series 2026 memicu spekulasi. John Herdman menyiapkan lima kandidat pengganti di lini tengah Timnas Indonesia,
BEM UI Kepung Mabes Polri Siang Ini, Masyarakat Diminta Hindari Jalan Trunojoyo! Pengalihan Arus Situasional

BEM UI Kepung Mabes Polri Siang Ini, Masyarakat Diminta Hindari Jalan Trunojoyo! Pengalihan Arus Situasional

Menurut dia, aksi penyampaian pendapat merupakan hak yang dijamin undang-undang dan wajib difasilitasi.
John Herdman Diguyur Kabar Gembira Jelang FIFA Series 2026: Nomor 3, Timnas Indonesia Berpotensi Diperkuat Pemain Naturalisasi Baru

John Herdman Diguyur Kabar Gembira Jelang FIFA Series 2026: Nomor 3, Timnas Indonesia Berpotensi Diperkuat Pemain Naturalisasi Baru

Timnas Indonesia mendapat kabar baik jelang FIFA Series. Pengganti Thom Haye siap, pemain lokal tampil impresif, serta peluang naturalisasi memperkuat skuad.
Thom Haye Dicoret, Ini 4 Pemain Persib Bandung yang Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Thom Haye Dicoret, Ini 4 Pemain Persib Bandung yang Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Empat pemain Persib Bandung tampil gemilang dan dinilai layak dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, sementara Thom Haye dipastikan absen akibat sanksi FIFA.
Top 3 Timnas Indonesia: Kabar Bahagia untuk John Herdman, Update Pengganti Thom Haye, dan Bintang Jerman Berdarah Kebumen Eligible Dinaturalisasi

Top 3 Timnas Indonesia: Kabar Bahagia untuk John Herdman, Update Pengganti Thom Haye, dan Bintang Jerman Berdarah Kebumen Eligible Dinaturalisasi

Inilah rangkuman tiga berita terpopuler seputar Timnas Indonesia yang palling banyak dibaca dan menjadi piliha redaksi tvOnenews.com. Baca selengkapnya di sini.
Masuk Radar Juventus, Emil Audero Berpeluang Geser Kiper Utama Ikuti Skenario Maarten Paes di Ajax

Masuk Radar Juventus, Emil Audero Berpeluang Geser Kiper Utama Ikuti Skenario Maarten Paes di Ajax

Juventus tengah bersiap melakukan revolusi di sektor penjaga gawang, dan nama Emil Audero tiba-tiba mencuat ke permukaan. Bisa senasib seperti Maarten Paes?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT