Takhta Teheran Kosong: Lima Nama Kuat Calon Pengganti Ali Khamenei Mulai Mengemuka
- Artificial Intelegence (AI) ChatGPT
Sejumlah analis menilai Arafi adalah figur administratif yang dipercaya Khamenei. Namun, ia relatif minim pengaruh politik dan tidak memiliki kedekatan kuat dengan IRGC—faktor penting dalam peta kekuasaan Iran saat ini.
3. Mohammad Mehdi Mirbagheri (awal 60-an)
Mirbagheri dikenal sebagai ulama garis keras dan ideolog tulen Republik Islam. Ia merupakan anggota Majelis Ahli dan memimpin Akademi Ilmu Keislaman di Qom.
Pandangan anti-Baratnya sangat tegas, bahkan meyakini konflik antara “kaum beriman dan kafir” sebagai keniscayaan. Ia dipandang mampu menjaga garis konfrontatif Iran, tetapi berisiko memperdalam isolasi internasional dan tekanan ekonomi.
4. Hassan Khomeini (awal 50-an)
Sebagai cucu pendiri Republik Islam Iran Ruhollah Khomeini, Hassan Khomeini memiliki legitimasi simbolik yang kuat. Saat ini ia mengelola mausoleum Khomeini, pusat simbol revolusi Iran.
Namun, ia tidak memiliki jabatan strategis negara dan dikenal lebih moderat. Bahkan, ia sempat dilarang mencalonkan diri sebagai anggota Majelis Ahli pada 2016, yang menunjukkan keterbatasan dukungan dari elite konservatif.
5. Hashem Hosseini Bushehri (akhir 60-an)
Bushehri adalah ulama senior yang menjabat sebagai wakil ketua pertama Majelis Ahli. Kedekatannya dengan struktur formal suksesi menjadi nilai tambah tersendiri.
Ia dikenal memiliki hubungan baik dengan Khamenei, tetapi cenderung berprofil rendah dan tidak memiliki basis politik atau militer yang kuat. Dalam sistem Iran yang sangat dipengaruhi IRGC, hal ini bisa menjadi keterbatasan serius.
Pertaruhan Masa Depan Iran
Suksesi Ali Khamenei bukan sekadar pergantian figur, melainkan pertaruhan arah Iran ke depan. Pemimpin tertinggi baru akan mengendalikan militer, kebijakan luar negeri, hingga garis ideologis negara—di tengah konflik terbuka dengan AS dan Israel.
Apakah Iran akan memilih figur garis keras demi konsolidasi kekuasaan, atau ulama kompromi untuk meredam tekanan global, masih menjadi teka-teki. Yang pasti, takhta Teheran kini kosong, dan keputusan Majelis Ahli akan menentukan wajah Republik Islam Iran untuk dekade berikutnya. (nsp)
Load more