News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Takhta Teheran Kosong: Lima Nama Kuat Calon Pengganti Ali Khamenei Mulai Mengemuka

Ali Khamenei wafat usai serangan AS-Israel. Lima nama calon kuat pengganti Pemimpin Tertinggi Iran mulai mengemuka, dari Mojtaba hingga ulama senior.
Minggu, 1 Maret 2026 - 14:03 WIB
Takhta Teheran Kosong: Lima Nama Kuat Calon Pengganti Ali Khamenei Mulai Mengemuka
Sumber :
  • Artificial Intelegence (AI) ChatGPT

Jakarta, tvOnenews.com - Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dipastikan terjadi pascaserangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Kepastian itu disampaikan media pemerintah Iran, menyusul klaim yang lebih dulu dilontarkan Presiden AS Donald Trump dan diperkuat oleh pernyataan resmi pejabat Israel.

Korps Garda Revolusi Iran menyampaikan pengumuman duka melalui saluran Telegram resminya. Dalam pernyataan bernada ideologis, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut Khamenei sebagai simbol iman, jihad, dan perlawanan yang gugur akibat “serangan brutal pemerintah kriminal Amerika dan rezim Zionis”.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wafatnya Khamenei—tokoh yang memegang otoritas tertinggi Iran sejak 1989—menjadi pukulan paling telak bagi struktur kekuasaan Republik Islam Iran. Namun bersamaan dengan itu, satu pertanyaan besar langsung mencuat: siapa yang akan menjadi pewaris takhta tertinggi di Teheran?

Proses Suksesi Dimulai

Dalam sistem Republik Islam, pemilihan pemimpin tertinggi berada di tangan Majelis Ahli, lembaga beranggotakan 88 ulama senior. Mereka memiliki mandat konstitusional untuk memilih Pemimpin Tertinggi baru, di tengah situasi politik dan keamanan Iran yang kini berada dalam tekanan ekstrem.

Sejumlah nama lama kembali mencuat sebagai kandidat kuat. Berikut lima figur yang paling banyak disebut dalam dinamika suksesi pasca-Khamenei.

1. Mojtaba Khamenei (56 tahun)

Putra kedua Ali Khamenei ini disebut-sebut sebagai kandidat paling kontroversial sekaligus paling berpengaruh di balik layar. Mojtaba dikenal memiliki kedekatan kuat dengan IRGC dan milisi Basij—dua pilar utama kekuasaan keras Iran.

Namun, peluangnya tidak tanpa hambatan. Suksesi ayah-ke-anak dinilai bertentangan dengan semangat revolusi 1979 yang menggulingkan monarki. Selain itu, Mojtaba tidak memiliki jabatan resmi negara dan bukan ulama berpangkat tinggi. Ia juga pernah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat pada 2019, yang dapat memperumit legitimasi internasionalnya.

2. Alireza Arafi (67 tahun)

Arafi merupakan ulama mapan dengan rekam jejak panjang di lembaga negara. Ia menjabat sebagai wakil ketua Majelis Ahli dan pernah menjadi anggota Dewan Garda. Selain itu, ia memimpin sistem seminari nasional Iran, posisi strategis dalam struktur ulama.

Sejumlah analis menilai Arafi adalah figur administratif yang dipercaya Khamenei. Namun, ia relatif minim pengaruh politik dan tidak memiliki kedekatan kuat dengan IRGC—faktor penting dalam peta kekuasaan Iran saat ini.

3. Mohammad Mehdi Mirbagheri (awal 60-an)

Mirbagheri dikenal sebagai ulama garis keras dan ideolog tulen Republik Islam. Ia merupakan anggota Majelis Ahli dan memimpin Akademi Ilmu Keislaman di Qom.

Pandangan anti-Baratnya sangat tegas, bahkan meyakini konflik antara “kaum beriman dan kafir” sebagai keniscayaan. Ia dipandang mampu menjaga garis konfrontatif Iran, tetapi berisiko memperdalam isolasi internasional dan tekanan ekonomi.

4. Hassan Khomeini (awal 50-an)

Sebagai cucu pendiri Republik Islam Iran Ruhollah Khomeini, Hassan Khomeini memiliki legitimasi simbolik yang kuat. Saat ini ia mengelola mausoleum Khomeini, pusat simbol revolusi Iran.

Namun, ia tidak memiliki jabatan strategis negara dan dikenal lebih moderat. Bahkan, ia sempat dilarang mencalonkan diri sebagai anggota Majelis Ahli pada 2016, yang menunjukkan keterbatasan dukungan dari elite konservatif.

5. Hashem Hosseini Bushehri (akhir 60-an)

Bushehri adalah ulama senior yang menjabat sebagai wakil ketua pertama Majelis Ahli. Kedekatannya dengan struktur formal suksesi menjadi nilai tambah tersendiri.

Ia dikenal memiliki hubungan baik dengan Khamenei, tetapi cenderung berprofil rendah dan tidak memiliki basis politik atau militer yang kuat. Dalam sistem Iran yang sangat dipengaruhi IRGC, hal ini bisa menjadi keterbatasan serius.

Pertaruhan Masa Depan Iran

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suksesi Ali Khamenei bukan sekadar pergantian figur, melainkan pertaruhan arah Iran ke depan. Pemimpin tertinggi baru akan mengendalikan militer, kebijakan luar negeri, hingga garis ideologis negara—di tengah konflik terbuka dengan AS dan Israel.

Apakah Iran akan memilih figur garis keras demi konsolidasi kekuasaan, atau ulama kompromi untuk meredam tekanan global, masih menjadi teka-teki. Yang pasti, takhta Teheran kini kosong, dan keputusan Majelis Ahli akan menentukan wajah Republik Islam Iran untuk dekade berikutnya. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terbukti Langgar Kode Etik Berat, Kompol DK Resmi Dipecat

Terbukti Langgar Kode Etik Berat, Kompol DK Resmi Dipecat

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) resmi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Kompol DK. Putusan ini diambil setelah
Bawaslu Usul Pelaku Politik Uang Dilarang Ikut Pemilu Berikutnya, DPR: Gagasan Menarik

Bawaslu Usul Pelaku Politik Uang Dilarang Ikut Pemilu Berikutnya, DPR: Gagasan Menarik

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, membuka peluang terkait usulan dari Bawaslu perihal sanksi tegas bagi pelaku politik uang dibahas dalam revisi UU Pemilu. 
Teks Khutbah Jumat 8 Mei 2026: Menyambut Idul Adha, Momentum Mengingat Makna Kurban yang Sering Terlupakan

Teks Khutbah Jumat 8 Mei 2026: Menyambut Idul Adha, Momentum Mengingat Makna Kurban yang Sering Terlupakan

Berikut rekomendasi teks khutbah Jumat singkat untuk shalat Jumat, dengan judul "Menyambut Idul Adha, Momentum Mengngat Makna Kurban yang Sering Terlupakan".
Layanan Kesehatan Modern Makin Dicari, Pasien Indonesia Kini Lebih Selektif Pilih Rumah Sakit

Layanan Kesehatan Modern Makin Dicari, Pasien Indonesia Kini Lebih Selektif Pilih Rumah Sakit

Di Indonesia, perubahan pola pikir masyarakat terhadap layanan kesehatan juga mulai terlihat. Pasien kini semakin aktif mencari rumah sakit dengan teknologi modern, dokter spesialis
Apresiasi Kinerja Polri, Menkomdigi Meutya Hafid: Kami Sangat Terbantu Ciptakan Ruang Digital yang Lebih Aman

Apresiasi Kinerja Polri, Menkomdigi Meutya Hafid: Kami Sangat Terbantu Ciptakan Ruang Digital yang Lebih Aman

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Hafid menghadiri rapat kerja teknis (Rakernis) Reskrim Polri Tahun 2026, yang digelar di Aula Bareskrim Polri, Kamis (7/5).
KPK Audiensi dengan Kemensos Besok, Bahas Pencegahan Korupsi Pengadaan Program Sekolah Rakyat

KPK Audiensi dengan Kemensos Besok, Bahas Pencegahan Korupsi Pengadaan Program Sekolah Rakyat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menerima audiensi dari Kementerian Sosial (Kemensos) pada Jumat (8/5).

Trending

Gubernur Sherly Tjoanda sampai Tak Kuasa Menahan Tawa saat Dengar Permintaan Pejabat KemenPU di Proyek Sekolah Rakyat

Gubernur Sherly Tjoanda sampai Tak Kuasa Menahan Tawa saat Dengar Permintaan Pejabat KemenPU di Proyek Sekolah Rakyat

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, tidak bisa menahan tawa ketika mendengar permintaan pejabat KemenPU saat meninjau langsung pengerjaan proyek Sekolah Rakyat.
Eks Klub Jay Idzes Resmi Promosi ke Serie A Musim Depan, Rizky Ridho Jadi Pemain Timnas Indonesia yang Direkrut?

Eks Klub Jay Idzes Resmi Promosi ke Serie A Musim Depan, Rizky Ridho Jadi Pemain Timnas Indonesia yang Direkrut?

Pemain Timnas Indonesia, Rizky Ridho berpotensi bergabung dengan eks klub Jay Idzes yang baru promosi ke Serie A, Venezia FC.
Pantas KDM Geram Ditagih Kompensasi oleh Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor, Dedi Singgung Sosok Kades

Pantas KDM Geram Ditagih Kompensasi oleh Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor, Dedi Singgung Sosok Kades

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi jelaskan alasannya tidak menepati janji memberikan kompensasi tiga bulan kepada ribuan pekerja tambang di Kabupaten Bogor.
Setelah Mengaku Tertekan ke Dedi Mulyadi, Kades Hoho Kini Tegas Sebut Tetap Lantik Perangkat Desa

Setelah Mengaku Tertekan ke Dedi Mulyadi, Kades Hoho Kini Tegas Sebut Tetap Lantik Perangkat Desa

Kades Hoho tegas tetap melantik perangkat desa usai mengaku tertekan ke Dedi Mulyadi. Ia siap menghadapi gugatan PTUN dan sorotan inspektorat.
Rambut 18 Siswi SMKN 2 Garut Dipotong Paksa Viral, Gubernur Dedi Mulyadi Heran Alasan Guru BK Tak Masuk Akal

Rambut 18 Siswi SMKN 2 Garut Dipotong Paksa Viral, Gubernur Dedi Mulyadi Heran Alasan Guru BK Tak Masuk Akal

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) mendengar alasan guru BK merazia dan memotong rambut berwarna 18 siswi SMKN 2 Garut sehingga viral di medsos.
KOVO Resmi Rilis Daftar Pemain Asing di Tryout Liga Voli Korea 2026-2027: Mulai Hari Ini, Nasib Vanja Bukilic Cs Ditentukan

KOVO Resmi Rilis Daftar Pemain Asing di Tryout Liga Voli Korea 2026-2027: Mulai Hari Ini, Nasib Vanja Bukilic Cs Ditentukan

Daftar atlet putri yang mengikuti tryout pemain asing Liga Voli Korea 2026-2027, di mana ada mantan rekan setim Megawati Hangestri yakni Vanja Bukilic.
EKSKLUSIF: Welber Jardim Dipanggil Nova Arianto untuk Perkuat Timnas Indonesia U-19 Jelang Piala AFF U-19 2026

EKSKLUSIF: Welber Jardim Dipanggil Nova Arianto untuk Perkuat Timnas Indonesia U-19 Jelang Piala AFF U-19 2026

Welber Jardim mengonfirmasi bahwa dirinya dipanggil oleh pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, untuk Piala AFF U-19 2026. Sang pemain serbabisa akan mengikuti pemusatan latihan (TC) mulai pekan depan.
Selengkapnya

Viral