Berkah Ramadhan, Penjualan Sarung Batik Kudus Meroket hingga Tembus Pasar Mancanegara
- Galih Manunggal/tvOne
Kudus, tvOnenews.com - Bulan Suci Ramadhan membawa berkah tersendiri bagi produsen sarung batik asal Kudus, Jawa Tengah.
Tak tanggung-tanggung, penjualan sarung batik saat Ramadhan 2026 ini naik tajam hingga 400 persen bahkan tembus ke pasar mancanegara.
Ditemui di gerai sarung batik di Desa Purwosari, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, salah satu produsen sarung batik Budi Wicaksono, dibantu sejumlah karyawannya tampak sibuk melayani pembeli yang datang.
Dari gerai tersebut telah terjual ribuan sarung batik sejak awal bulan Ramadhan lalu.

- Galih Manunggal/tvOne
Menurut Budi, di hari biasa rumah produksinya dapat menjual ratusan sarung batik. Tapi pada momen Ramadhan 2026, melonjak drastis hingga ribuan sarung yang sudah laku.
"Alhamdulillah peningkatan penjualan bisa sampe 400 persen di momen ramadan tahun ini," terang Budi saat ditemui di gerai sarung batik miliknya Sabtu (28/02/2026) sore.
Sarung batik Kudus yang diproduksi oleh Budi ini sudah melanglang buana hingga pasar internasional.
"Penjualan kita dari berbagai daerah seperti Pati, Purwodadi, Demak, Jepara. Untuk lainnya ada di Semarang, Jogja, Jawa Timur, Jakarta, Lampung, dan lain-lain. Sementara luar negeri sampai Malaysia, Singapura, Hongkong, Dubai, hingga Arab Saudi," ujar dia.
Ia membeberkan, berbagai motif telah dibuat olehnya dengan teknik full print, print cabut, full tulis, kombinasi tulis, print lilin malam dingin, dan lain-lain.
"Untuk motif yang khas dari kami sendiri itu full print dan kombinasi ada lebih dari 40 motif. Kami punya banyak motif yang memang asli karya kami sendiri yang belum ada sebelumnya," ungkap Budi.
Ia membandrol sarung batiknya di harga Rp115 ribu hingga Rp455 ribu, tergantung motif dan kerumitan pengerjaan.

- Galih Manunggal/tvOne
Ia menyebut, saat Ramadhan dan menjelang Idulfitri, sarung batik produksinya banyak diburu oleh masyarakat.
"Kita kan punya ciri khas sarung batik sendiri. Jadi ini yang banyak diburu oleh pelanggan," pungkas dia.
Salah satu pembeli, Miftah Rozak mengaku sengaja datang ke gerai sarung batik milik Budi dengan alasan kualitas sarung batiknya yang bagus dan memiliki motif yang berbeda dari sarung umumnya.
"Tadi ya beli sarung sama lihat-lihat katanya ada yang baru. Sudah beli lima buah nanti untuk dibagikan ke keluarga dan saudara. Rencana untuk lebaran nanti," jelasnya ditemui di lokasi. (gml/muu)
Load more