News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kritik PDI Perjuangan Soal MBG Disorot, Pengamat Dorong Fokus pada Manfaat untuk Rakyat

Program Makan Bergizi Gratis terus jadi sorotan. Pengamat menilai dialog kebijakan penting agar fokus tetap pada pemenuhan gizi rakyat dan masa depan anak.
Senin, 2 Maret 2026 - 07:49 WIB
Ilustrasi petugas SPPG menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik seiring munculnya beragam pandangan dari kalangan politik. Sejumlah kritik yang disampaikan politisi dari PDI Perjuangan memicu diskusi luas mengenai arah dan pelaksanaan kebijakan tersebut. Namun di tengah perdebatan, pengamat menilai dialog ini seharusnya diarahkan pada substansi utama, yakni pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Pengamat sosial dan kebijakan publik dari Kader Literasi Indonesia Maju (Kalima), Aiman Adnan, melihat polemik MBG sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang wajar. Ia menilai perbedaan pandangan merupakan hal lumrah dalam sistem politik terbuka, namun perlu diimbangi dengan konsistensi terhadap keputusan yang telah disepakati bersama dalam forum resmi negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Perdebatan kebijakan itu sah dan penting. Namun yang tak kalah krusial adalah menjaga kesinambungan antara sikap politik di ruang publik dengan keputusan yang diambil dalam mekanisme kenegaraan, seperti Rapat Paripurna DPR,” ujar Aiman, Minggu (29/2/2026).

Menurutnya, diskursus mengenai MBG seharusnya tidak terjebak pada tarik-menarik kepentingan elite atau sekadar pembahasan teknis anggaran. Ia menekankan bahwa di balik angka-angka dan tabel perencanaan, terdapat realitas sosial yang perlu menjadi titik pijak utama.

“Di lapangan, persoalannya sederhana. Masih banyak anak-anak yang datang ke sekolah tanpa sarapan layak. Masih ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan gizi harian. MBG hadir untuk menjawab persoalan dasar itu,” katanya.

Aiman menilai, program MBG mencerminkan upaya negara memperkuat peran dalam menjamin kebutuhan dasar rakyat, khususnya generasi muda. Dalam konteks ini, ia melihat kritik dan masukan sebaiknya diarahkan untuk menyempurnakan pelaksanaan program, bukan meniadakan esensinya.

“Perbedaan pendapat seharusnya mendorong perbaikan. Kalau ada kekurangan dalam pelaksanaan MBG, mari dibahas secara konstruktif agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, MBG memiliki dimensi strategis jangka panjang karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Gizi yang cukup sejak usia dini berpengaruh besar terhadap kesehatan, kemampuan belajar, dan produktivitas di masa depan.

“Ini bukan hanya soal hari ini. Ini investasi jangka panjang bagi bangsa. Anak-anak yang gizinya terpenuhi akan tumbuh lebih sehat dan siap menghadapi tantangan ke depan,” jelasnya.

Dalam pandangannya, resistensi terhadap program baru kerap muncul karena adanya perubahan orientasi kebijakan. Namun perubahan tersebut, menurut Aiman, merupakan bagian dari proses adaptasi negara terhadap kebutuhan riil masyarakat.

“Setiap kebijakan besar pasti memunculkan pro dan kontra. Yang terpenting adalah memastikan tujuan utamanya tetap pada kesejahteraan rakyat,” kata dia.

Aiman juga mengingatkan agar narasi publik yang berkembang tetap proporsional dan berbasis data. Ia menilai, perdebatan yang sehat akan membantu publik memahami tujuan dan manfaat program, sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintah.

“Ruang kritik harus dijaga, tapi dengan bahasa yang mendidik dan berorientasi solusi. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap kebijakan negara bisa terus terpelihara,” tuturnya.

Program MBG sendiri menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pemerintah menempatkan pemenuhan gizi sebagai fondasi penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Menurut Aiman, langkah tersebut sejalan dengan amanat konstitusi yang menegaskan kewajiban negara untuk melindungi segenap bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Dalam kerangka itu, MBG dipandang sebagai salah satu instrumen kebijakan untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini rentan terhadap persoalan gizi.

“Negara hadir bukan hanya lewat regulasi, tapi juga lewat tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan dasar. MBG adalah contoh konkret dari kehadiran itu,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia berharap, ke depan diskusi publik mengenai MBG dapat berlangsung lebih produktif dan berimbang. Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi bahan perdebatan politik, tetapi benar-benar berkembang menjadi kebijakan yang efektif dan tepat sasaran.

“Kalau semua pihak fokus pada tujuan yang sama, yaitu kesejahteraan rakyat, maka perbedaan pandangan justru akan memperkaya kebijakan. Pada akhirnya, yang diharapkan masyarakat sederhana: kebutuhan dasar terpenuhi dan masa depan anak-anak terjamin,” pungkas Aiman. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemerintah Bentuk URI, Mensesneg Akui Belum Ada Pembangunan Gedung

Pemerintah Bentuk URI, Mensesneg Akui Belum Ada Pembangunan Gedung

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah belum memulai pembangunan gedung Universitas Republik Indonesia (URI).
Dude Herlino Datangi Mabes Polri, Kembalikan Uang Jasa Brand Ambassador PT DSI Rp5,2 Miliar

Dude Herlino Datangi Mabes Polri, Kembalikan Uang Jasa Brand Ambassador PT DSI Rp5,2 Miliar

Dude Herlino mendatangi Bareskrim Polri, pada Kamis (23/7) dalam rangka memenuhi panggilan sebagai saksi dalam pengusutan kasus dugaan penggelapan dana dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) PT Dana Syariah Indonesia (DSI). 
Media Vietnam Tak Habis Pikir, Timnas Indonesia Tetap Kuat Meski Tanpa Jay Idzes hingga Emil Audero Jelang Piala AFF 2026

Media Vietnam Tak Habis Pikir, Timnas Indonesia Tetap Kuat Meski Tanpa Jay Idzes hingga Emil Audero Jelang Piala AFF 2026

Media Vietnam mengaku heran Timnas Indonesia tetap kuat di Piala AFF 2026 meski tanpa Jay Idzes, Emil Audero, hingga Ole Romeny. Ini alasan Garuda tetap jadi ancaman.
Soal Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah, Pakar: Penegakan Hukum Terhadap Pejabat Tak Perlu Izin Presiden

Soal Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah, Pakar: Penegakan Hukum Terhadap Pejabat Tak Perlu Izin Presiden

Akademisi Hukum Unsika Aryo Fadlian mengingatkan agar polemik mengenai pernyataan pengacara Hotman Paris yang menyebut penanganan perkara terhadap mantan Jampidsus Febrie Adriansyah seharusnya dengan "izin Presiden" tidak berkembang menjadi preseden yang bertentangan dengan semangat UUD 1945.
China Ajak Indonesia Percepat Kolaborasi AI, Siap Bangun Rantai Pasok Industri Global Bersama

China Ajak Indonesia Percepat Kolaborasi AI, Siap Bangun Rantai Pasok Industri Global Bersama

China siap memperluas kerja sama praktis dengan Indonesia di berbagai sektor, terutama pengembangan kecerdasan buatan yang inklusif dan memberikan manfaat nyata.
Klasemen SEA V Cup 2026, Kamis 23 Juli: Puncaki Pool B, Thailand Dipastikan jadi Tim Pertama yang Lolos Semifinal

Klasemen SEA V Cup 2026, Kamis 23 Juli: Puncaki Pool B, Thailand Dipastikan jadi Tim Pertama yang Lolos Semifinal

Klasemen SEA V Cup 2026, Kamis 23 Juli, di Pool B setelah Thailand berhasil meraih kemenangan keduanya di putaran kedua usai mengandakan perlawanan Vietnam.

Trending

Viral Oknum Guru PNS Diduga Bawa Murid SD agar Disodomi Suami, Warga Desak Polisi Hukum Pelaku

Viral Oknum Guru PNS Diduga Bawa Murid SD agar Disodomi Suami, Warga Desak Polisi Hukum Pelaku

Sebuah video memperlihatkan seorang oknum guru PNS perempuan diamuk warga di Tanjungbalai viral. Ia diduga menyerahkan murid SD laki-laki agar disodomi suami.
Diduga Tilap Ratusan Juta Hasil Retribusi Pasar, 5 Pegawai Dinas Perdagangan Pacitan Diperiksa Inspektorat

Diduga Tilap Ratusan Juta Hasil Retribusi Pasar, 5 Pegawai Dinas Perdagangan Pacitan Diperiksa Inspektorat

Dugaan korupsi yang berpotensi merugikan keuangan negara senilai ratusan juta rupiah mencuat, setelah Inspektorat Pacitan melaksanakan pemanggilan beberapa orang pegawai Disdagnaker Kabupaten Pacitan.
Ramalan Zodiak 24 Juli 2026: Scorpio Paling Hoki, Aquarius Sadari Peluang

Ramalan Zodiak 24 Juli 2026: Scorpio Paling Hoki, Aquarius Sadari Peluang

Ramalan zodiak keuangan 24 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan! Scorpio paling hoki dan Aquarius diminta sadari peluang di Jumat penuh berkah ini
Sudah 4 Tahun Berlalu, Pemilik Tanah Menjerit Dugaan Penggusuran Bangunan di Depok Tak Kunjung Selesai

Sudah 4 Tahun Berlalu, Pemilik Tanah Menjerit Dugaan Penggusuran Bangunan di Depok Tak Kunjung Selesai

Seorang pemilik tanah bernama Charyanto Kartolo menjerit akibat dugaan penggusuran hinga pengrusakan paksa bangunan di tanahnya di Depok pada empat tahun lalu.
Viral Seorang Guru Diduga Tega Melecehkan Murid, Ibu Guru Masih Berseragam Membawa Korban ke Rumah Berujung Diamuk Massa

Viral Seorang Guru Diduga Tega Melecehkan Murid, Ibu Guru Masih Berseragam Membawa Korban ke Rumah Berujung Diamuk Massa

Berita dibuat karena melihat fenomena di media sosial dan masih menunggu respons dari pihak terkait. Video viral terjadi di Kecamatan Teluk Nibung, Tanjungbalai
3 Shio yang Tiba-tiba Dibanjiri Rezeki pada 24 Juli 2026, Siapa Saja?

3 Shio yang Tiba-tiba Dibanjiri Rezeki pada 24 Juli 2026, Siapa Saja?

3 shio yang tiba-tiba dibanjiri rezeki pada 24 Juli 2026 sudah terungkap! Cek ramalan keuangan dan angka hoki 12 shio Jumat besok, siapa yang paling beruntung?
Erick Thohir Apresiasi Keberhasilan Timnas Indonesia Putri Back To Back Juara Piala AFF, Bukti Sepak Bola Putri di Jalur Tepat

Erick Thohir Apresiasi Keberhasilan Timnas Indonesia Putri Back To Back Juara Piala AFF, Bukti Sepak Bola Putri di Jalur Tepat

Erick Thohir menyebut kesuksesan Timnas Indonesia Putri sebagai bukti nyata perkembangan sepak bola putri berada di jalur yang tepat.
Selengkapnya

Viral