Jenazah Try Sutrisno akan Disalatkan di Masjid Sunda Kelapa Siang Ini
- tvOnenews/Syifa Aulia
Jakarta, tvOnenews.com - Suasana duka menyelimuti Jakarta pada Senin pagi, 2 Maret 2026. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno wafat di usia lanjut dan meninggalkan jejak panjang dalam sejarah militer serta pemerintahan Indonesia. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, sekitar pukul 06.58 WIB.
Kepergian Try Sutrisno menjadi kehilangan besar bagi bangsa. Sosok purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat itu dikenal sebagai prajurit yang meniti karier dari bawah hingga menduduki jabatan strategis negara, termasuk Panglima ABRI dan Wakil Presiden RI.
Disemayamkan di Menteng, Disalatkan di Masjid Sunda Kelapa
Setelah dinyatakan wafat, jenazah Try Sutrisno disemayamkan di rumah duka keluarga yang berlokasi di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Sejak pagi hari, rumah duka mulai dipadati pelayat dari berbagai kalangan, baik keluarga, sahabat, tokoh nasional, maupun masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana rumah duka berlangsung khidmat. Karangan bunga ucapan duka cita berjajar di sepanjang jalan sekitar kediaman almarhum, mencerminkan penghormatan atas jasa dan pengabdian Try Sutrisno kepada negara.
Sesuai rencana, jenazah kemudian dibawa ke Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Salat jenazah dijadwalkan dilaksanakan pada waktu dzuhur, sekitar pukul 12.00 WIB. Masjid Sunda Kelapa dipilih sebagai lokasi salat karena memiliki nilai historis dan kerap menjadi tempat ibadah tokoh-tokoh nasional.
Pejabat dan Tokoh Nasional Hadir Beri Penghormatan
Sejumlah pejabat dan tokoh penting negara terlihat hadir di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum. Di antaranya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Wiranto, serta Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP Yudian Wahyudi.
Kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan besarnya penghormatan negara terhadap Try Sutrisno. Ia dikenal luas sebagai figur yang berperan penting dalam menjaga stabilitas nasional pada masa-masa krusial pemerintahan.
Selain pejabat, tampak pula para purnawirawan TNI, tokoh masyarakat, dan sahabat dekat almarhum yang silih berganti melayat. Mereka mengenang Try Sutrisno sebagai sosok tegas, sederhana, dan setia pada tugas negara.
Dimakamkan di TMP Kalibata
Usai disalatkan di Masjid Sunda Kelapa, jenazah Try Sutrisno akan diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Di lokasi tersebut, almarhum akan dimakamkan dengan prosesi pemakaman kenegaraan.
Pemakaman di TMP Kalibata menegaskan pengakuan negara atas jasa dan pengabdian Try Sutrisno. TMP Kalibata merupakan tempat peristirahatan terakhir para pahlawan nasional, tokoh militer, dan pejabat tinggi negara yang memiliki kontribusi besar bagi Republik Indonesia.
Prosesi pemakaman diperkirakan akan berlangsung dengan tata upacara militer, sebagai penghormatan terakhir kepada seorang jenderal dan mantan wakil presiden.
Jejak Panjang Pengabdian untuk Negara
Try Sutrisno merupakan lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat tahun 1959. Sepanjang karier militernya, ia terlibat dalam berbagai penugasan strategis dan menduduki sejumlah jabatan penting. Namanya mulai dikenal luas ketika dipercaya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat pada periode 1986–1988.
Kariernya terus menanjak saat ia ditunjuk sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada 1988 hingga 1993. Di posisi tersebut, Try Sutrisno memegang peran sentral dalam dinamika keamanan nasional pada masa Orde Baru.
Puncak pengabdian di ranah pemerintahan terjadi ketika ia dipercaya mendampingi Presiden Soeharto sebagai Wakil Presiden RI ke-6 untuk periode 1993–1998. Menariknya, dalam berbagai kesempatan, Try Sutrisno mengaku tidak pernah memiliki ambisi politik dan sempat ingin menikmati masa pensiun bersama keluarga.
Duka Bangsa dan Penghormatan Terakhir
Wafatnya Try Sutrisno meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Ia dikenang sebagai prajurit sejati yang mengabdikan hidupnya untuk negara, dari barak militer hingga Istana Negara.
Rangkaian prosesi, mulai dari disemayamkan di Menteng, disalatkan di Masjid Sunda Kelapa, hingga dimakamkan di TMP Kalibata, menjadi simbol penghormatan terakhir negara kepada salah satu tokoh penting dalam sejarah republik.
Kepergian Try Sutrisno menutup satu bab penting perjalanan bangsa, namun jejak pengabdian dan keteladanannya akan terus dikenang sebagai bagian dari sejarah Indonesia. (nsp)
Load more