News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eks Menko Polhukam Bela Ketua BEM UGM, Singgung soal Buzzer-buzzer: Siapa yang Tahu?

Eks Menko Polhukam, Mahfud MD turut angkat suara soal teror yang dialami oleh Ketua BEM UGM, Tiyo Adrianto usai mengkritik makan bergizi gratis (MBG).
  • Reporter :
  • Editor :
Selasa, 3 Maret 2026 - 05:20 WIB
Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto
Sumber :
  • YouTube/retorikashow

Jakarta, tvOnenews.com - Eks Menko Polhukam, Mahfud MD turut angkat suara soal teror yang dialami oleh Ketua BEM UGM, Tiyo Adrianto usai mengkritik makan bergizi gratis (MBG).

Menanggapi hal itu, Mahfud MD justru mengaku bangga dengan tindakan Tiyo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya terus terang, bangga,” ujar Mahfud MD dalam kanal YouTubenya Mahfud MD Official.

Soal teror yang menimpa Tiyo, Mahfud menyayangkan hal itu. Menurutnya hal tersebut tidaklah seharusnya terjadi.

“Kalau anak-anak berani tidak dibina lalu diteror, apalagi sampai ibunya dan sebagainya, itu kan negara ini gak sehat."

“Ya tentu karena itu namanya teror orang bisa saling melempar ya. ‘Bukan saya, bukan pemerintah’. Ya memang enggak ada buktinya kalau pemerintah. Lalu yang macam buzzer-buzzer bayaran itu juga, ‘bukan saya’ dan seterusnya. Siapa yang tahu?” jelasnya.

Diketahui, Tiyo Ardianto menjadi perbincangan hangat setelah menyurati UNICEF soal program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bahkan ia juga turut mengkritiki pemerintahan Prabowo-Gibran dan menyebut "Rezim yang Bodoh dan Inkompeten".

Lalu siapa kah Tiyo Ardianto? Rupanya ia bukanlah orang sembarangan. Tiyo sebelumnya memang cukup sering menyuadakan suaranya.

Ia merupakan mahasiswa Program Sarjana Filsafat di Universitas Gadjah Mada. 

Tiyo terdaftar sebagai mahasiswa UGM dengan NIM 21476866FI04940 dan masuk sebagai peserta didik baru pada 16 Agustus 2021. Hingga Semester Genap 2024/2025, ia masih berstatus aktif.

Tiyo Ardian lahir di Kudus, Jawa Tengah pada 26 April. Di lingkungan kampus, Tiyo dikenal sebagai aktivis mahasiswa sebelum akhirnya terpilih menjadi Ketua BEM UGM.

Sebelum menembus kampus kerakyatan, dia menempuh pendidikan di SMA Negeri 3 Yogyakarta (Padmanaba), sekolah elite yang dikenal mencetak banyak tokoh intelektual.  

Selama memimpin BEM UGM, Tiyo Ardianto dikenal sebagai sosok yang independen.

Ia sering terlibat dalam berbagai pergerakan mahasiswa. Dirinya dikenal kritis terhadap kekuasaan dan politik praktis.

Karena alasan itu pula, Tiyo Ardianto terpilih sebagai Ketua BEM UGM.

Pada Musyawarah Nasional XVIII Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan di Padang, Tiyo Ardianto mengambil langkah tegas.

Ketua BEM UGM ini memutuskan untuk keluar dari BEM SI.

Alasannya, karena dia kecewa melihat Munas yang justru malah dihadiri pejabat politik dan negara.

Tiyo mengkritik kedekatan BEM SI dengan penguasa yang dinilai tidak mencerminkan nilai perjuangan mahasiswa yang seharusnya berdiri di luar pengaruh kekuasaan.

Dalam pernyataannya, Tiyo menegaskan bahwa BEM KM UGM ingin tetap berpegang pada komitmen gerakan rakyat tanpa intervensi dari pihak manapun dan bersikap independen tanpa harus masuk dalam struktur yang mempunyai kepentingan politik.

Ia juga mengutuk kekacauan yang terjadi pada musyawarah nasional tersebut.

Termasuk insiden bentrokan yang membuat beberapa mahasiswa terluka, dan menegaskan bahwa tidak ada jabatan yang layak diperebutkan dengan cara kekerasan yang merusak kesatuan gerakan.

Tiyo aktif membangun komunikasi lintas kampus dan berkomitmen agar gerakan mahasiswa lebih melebur dengan rakyat secara mandiri, tanpa komando yang berpotensi mengkooptasi atau menghilangkan independensi gerakan. 

Sebelumnya, Menteri HAM, Natalius Pigai buka suara terkait tindakan BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menyurati United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) untuk meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.

Menurutnya tindakan BEM UGM itu adalah tindakan yang menentang Hak Asasi Manusia (HAM).

“Makan bergizi gratis adalah permintaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Untuk pendidikan bagi orang kecil, anak-anak kecil. Kesehatan bagi anak-anak kecil. Makanan yang bergizi bagi anak-anak kecil adalah sesuai dengan apresiasi dan permintaan dan harapan dari UNICEF. Ya, harapan dari UNICEF," kata Pigai, Jumat (20/2/2026). 

Pigai menegaskan, siapa pun yang ingin menghapus program tersebut berarti melawan prinsip HAM.

“Maka orang yang mau meniadakan makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, pendidikan gratis, sekolah rakyat, koperasi merah putih, adalah orang yang menentang Hak Asasi Manusia,” tegasnya.

Pigai juga menyebut MBG selaras dengan harapan lembaga internasional.

"Gimana programnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, Anda meminta UNICEF menghentikan? Tidak mungkin. Karena itu keinginan Perserikatan Bangsa-Bangsa," imbuhnya. 

Karena itu, ia mempertanyakan permintaan BEM UGM kepada UNICEF untuk menghentikan program tersebut.

“Oleh karena itu, tidak bisa meminta UNICEF menghentikan. Gimana programnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, Anda meminta UNICEF menghentikan? Tidak mungkin. Karena itu keinginan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” katanya.

"Prabowo dan Gibran melaksanakan amanat rakyat sejalan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa," tandas Pigai.

Latar Belakang BEM UGM Surati Unicef

Surat terbuka BEM UGM sendiri dikirimkan pada 6 Februari 2026 kepada UNICEF. Surat itu merupakan respons atas tragedi meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur yang diduga mengakhiri hidup karena tak mampu membeli alat tulis seharga kurang dari Rp10 ribu.

Dalam surat tersebut, BEM UGM menilai tragedi itu mencerminkan kegagalan negara dalam menjamin hak dasar anak, khususnya akses terhadap pendidikan.

Mereka menyoroti kesenjangan antara capaian statistik yang kerap dipaparkan pemerintah dengan realitas sosial yang dihadapi masyarakat.

Ketua BEM UGM, Tiyo, dalam surat itu juga menyatakan angka-angka yang disampaikan pemerintah terasa jauh dari kondisi di lapangan. Ia bahkan menyindir presiden seolah hidup dalam imajinasi sendiri.

Selain itu, mahasiswa menyoroti prioritas anggaran negara yang dinilai tidak berpihak pada persoalan kemanusiaan mendesak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, Pigai tetap membuka ruang kritik selama ditujukan untuk perbaikan, bukan untuk meniadakan program.

“Kalau kritik dalam rangka perbaikan, boleh. Kritik untuk memperbaiki agar pelayanannya maksimal, boleh. Tapi menentang, mau meniadakan program-program hak atas sandang, pangan, dan papan adalah orang yang menentang Hak Asasi Manusia,” pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Laga PSIM vs Persib, Coach JP Waspadai Ketajaman Maung Bandung, Yusaku Yamadera Siap Jaga Lini Pertahanan

Jelang Laga PSIM vs Persib, Coach JP Waspadai Ketajaman Maung Bandung, Yusaku Yamadera Siap Jaga Lini Pertahanan

Laga akan tersaji dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/2026 saat PSIM Yogyakarta bertemu tim papan atas Persib Bandung.
Reaksi Dokter Detektif Tahu Sertifikat Mualaf dr Richard Lee Dicabut, Doktif Langsung Lakukan Hal Ini

Reaksi Dokter Detektif Tahu Sertifikat Mualaf dr Richard Lee Dicabut, Doktif Langsung Lakukan Hal Ini

​​​​​​​Reaksi Doktif usai sertifikat mualaf Richard Lee dicabut Hanny Kristanto jadi sorotan. Unggahan Instagram-nya memicu perhatian di tengah konflik keduanya
Anak Main Korek Api Picu Kebakaran Rumah di Bantul, Kerugian Tembus Puluhan Juta Rupiah

Anak Main Korek Api Picu Kebakaran Rumah di Bantul, Kerugian Tembus Puluhan Juta Rupiah

Musibah kebakaran menghanguskan sebuah rumah milik warga di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (3/5/2026) malam. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh seorang anak difabel yang bermain api di dalam rumah tanpa pengawasan. 
Inikah Alasan Sebenarnya dr Richard Lee Dulu Sempat Sembunyikan Status Mualaf? Ustaz Felix Siauw Pernah Ungkap Hal Ini

Inikah Alasan Sebenarnya dr Richard Lee Dulu Sempat Sembunyikan Status Mualaf? Ustaz Felix Siauw Pernah Ungkap Hal Ini

Ustaz Felix Siauw pernah mengungkap alasan yang diduga menjadi pertimbangan dokter Richard Lee untuk tidak langsung mempublikasikan status mualafnya, ternyata.
Jadwal MotoGP Prancis 2026 Pekan Ini: Saatnya Marc Marquez Kembali Jadi 'Raja' Le Mans

Jadwal MotoGP Prancis 2026 Pekan Ini: Saatnya Marc Marquez Kembali Jadi 'Raja' Le Mans

Jadwal MotoGP Prancis 2026, di mana Marc Marquez (Ducati Lenovo) mencoba membuktikan diri bahwa ia masih mampu tampil dominan di Le Mans.
Terungkap Alasan Koh Hanny Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee, Sesali terkait Ini

Terungkap Alasan Koh Hanny Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee, Sesali terkait Ini

Nama dr. Richard Lee kembali menjadi sorotan karena sertifikat mualafnya dicabut Koh Hanny. Ternyata ada alasannya, berikut ini

Trending

Pernyataan Resmi Pihak Dokter Richard Lee Setelah Pendakwah Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualafnya

Pernyataan Resmi Pihak Dokter Richard Lee Setelah Pendakwah Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualafnya

Keputusan pendakwah Hanny Kristianto dengan mencabut sertifikat mualaf milik dr Richard Lee mendapat tanggapan langsung dari pihak dokter, Minggu malam (3/5).
Nilai Plus Zhong Hui daripada Megawati Hangestri di Mata Ko Hee-jin, Ternyata Bedanya Bak Bumi dengan Langit?

Nilai Plus Zhong Hui daripada Megawati Hangestri di Mata Ko Hee-jin, Ternyata Bedanya Bak Bumi dengan Langit?

Wajar pelatih Ko Hee-jin memilih Zhong Hui ketimbang Megawati Hangestri untuk isi kuota Asia Red Sparks, ternyata pevoli China itu punya banyak keunggulan.
KDM Langsung Temui Penjual yang Kiosnya Dibakar saat May Day, Gubernur Jawa Barat itu Beri Bantuan ke Pak Nandang: Alhamdulillah

KDM Langsung Temui Penjual yang Kiosnya Dibakar saat May Day, Gubernur Jawa Barat itu Beri Bantuan ke Pak Nandang: Alhamdulillah

Baru-baru ini kang Dedi Mulyadi atau KDM membantu seorang pedagang yang tokonya dibakar di momen Hari Buruh lalu pada 1 Mei, tidak diduga bantuannya
Ramai Kabar Pencabutan Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee di Medsos, Ternyata Dulu Masuk Islam Didampingi Langsung Ustaz

Ramai Kabar Pencabutan Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee di Medsos, Ternyata Dulu Masuk Islam Didampingi Langsung Ustaz

Tengah heboh kabar Dokter Richard Lee di media sosial. Jika sertifikat mualafnya dicabut, begini respon pihaknya langsung
Eks Brasil U-20 Bisa Jadi Alternatif Naturalisasi Timnas Indonesia Andai Diaspora Belanda Ragu karena Isu Paspor

Eks Brasil U-20 Bisa Jadi Alternatif Naturalisasi Timnas Indonesia Andai Diaspora Belanda Ragu karena Isu Paspor

Ketimbang menunggu diaspora Belanda yang mulai ragu dinaturalisasi karena isu Passportgate, Timnas Indonesia bisa alihkan fokus terhadap eks Brasil U-20 ini.
Agen Pemain Voli Korea Selatan Spill Progres Transfer Megawati Hangestri ke Hillstate: Mereka Khawatir Kondisi Lutut Mega

Agen Pemain Voli Korea Selatan Spill Progres Transfer Megawati Hangestri ke Hillstate: Mereka Khawatir Kondisi Lutut Mega

Chris Kim, agen pemain voli Korea Selatan menjelaskan progres transfer Megawati Hangestri yang sebelumnya santer dikabarkan lagi merapat ke Hyundai Hillstate.
STY Ungkap Penyesalan Selama Latih Timnas Indonesia, Salah Satunya Piala Asia U-23

STY Ungkap Penyesalan Selama Latih Timnas Indonesia, Salah Satunya Piala Asia U-23

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkap penyesalan terbesarnya selama menangani skuad Garuda, dengan laga kontroversial melawan Bahrain.
Selengkapnya

Viral