KPK Siap Umumkan Perusahaan Rokok Terkait Kasus Bea Cukai, OTT Berujung 7 Tersangka dan Sita Rp5,19 Miliar
- Julio Trisaputra/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan membuka identitas perusahaan rokok yang diduga terkait dalam perkara korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan. Pengumuman itu disebut akan dilakukan bersamaan dengan agenda pemanggilan saksi dalam proses penyidikan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan komitmen lembaganya untuk menyampaikan informasi secara transparan kepada publik.
“Nanti, ketika ada pemanggilan saksi. Pasti kami akan buka,” ujar Budi kepada awak media di Jakarta, Selasa.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab spekulasi publik mengenai keterlibatan perusahaan rokok dalam pusaran kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret sejumlah pejabat Bea Cukai.
OTT di Lingkungan Bea Cukai
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 4 Februari 2026 di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat praktik suap dan gratifikasi terkait pengurusan impor barang tiruan atau barang KW.
Pada hari yang sama, KPK mengungkap salah satu pejabat yang ditangkap adalah Rizal. Ia saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.
Sehari berselang, tepatnya 5 Februari 2026, KPK menetapkan enam orang dari total 17 pihak yang diamankan sebagai tersangka dalam perkara ini. Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup terkait dugaan suap dan gratifikasi.
Daftar Tersangka Kasus Suap Impor Barang Tiruan
Enam tersangka yang diumumkan KPK terdiri dari pejabat Bea Cukai dan pihak swasta. Mereka adalah:
-
Rizal (RZL), Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024–Januari 2026
-
Sisprian Subiaksono (SIS), Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai
-
Orlando Hamonangan (ORL), Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai
-
John Field (JF), pemilik Blueray Cargo
-
Andri (AND), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo
-
Dedy Kurniawan (DK), Manajer Operasional Blueray Cargo
KPK menduga praktik suap dan gratifikasi tersebut berkaitan dengan pengurusan impor barang tiruan agar dapat lolos dari pengawasan kepabeanan.
Load more