News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

5 Saksi Diperiksa dalam Kasus Pembunuhan Pasutri di Prima Asri Bekasi, Polisi Sita Kasur Berlumur Darah

Lima saksi diperiksa polisi dalam kasus pembunuhan pasutri di Prima Asri Bekasi. Suami tewas, istri kritis, kasur berlumur darah disita.
Selasa, 3 Maret 2026 - 11:55 WIB
TKP Dugaan Perampokan dan Pembunuhan di Bekasi, Senin (2/3/2026)
Sumber :
  • Instagram @infobekasi

Bekasi, tvOnenews.com - Kasus pencurian yang berujung pembunuhan terhadap pasangan suami istri (pasutri) di Perumahan Prima Asri, Kota Bekasi, terus didalami aparat kepolisian. Hingga Senin (2/3/2026), penyidik telah memeriksa lima orang saksi guna mengungkap secara terang peristiwa tragis tersebut.

Peristiwa berdarah itu terjadi di Perumahan Prima Asri Blok B4, Jalan Caman Raya Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Seorang suami berinisial EU (65) tewas di lokasi, sementara istrinya, P (60), mengalami luka berat dan kini dalam kondisi kritis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lima Saksi Masih Diperiksa Intensif

Kanit Jatanras Polres Metro Bekasi Kota, AKP Imam Prakoso, menyatakan bahwa lima saksi telah dimintai keterangan di Polsek Pondok Gede.

“Untuk sementara ada lima orang saksi yang sudah diperiksa. Masih dalam proses pemeriksaan di Polsek Pondok Gede,” ujar Imam saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).

Kelima saksi tersebut terdiri dari kerabat korban, asisten rumah tangga, serta petugas keamanan kompleks perumahan. Pemeriksaan dilakukan untuk menggali informasi terkait aktivitas terakhir korban sebelum kejadian serta situasi lingkungan sekitar rumah saat peristiwa terjadi.

Polisi berupaya menyusun kronologi kejadian berdasarkan keterangan saksi dan temuan di lokasi.

Penyidik Gabungan Turun Tangan

Kasus ini turut ditangani tim gabungan dari Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota dan Polda Metro Jaya. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengumpulan dan pendataan barang bukti.

Sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan tindak kekerasan telah diamankan penyidik dari lokasi kejadian.

“Barang bukti saat ini kami mengamankan kasur yang terdapat darah, termasuk sprei dan benda lain yang ada indikasi terkait peristiwa. Masih kami kumpulkan dan lakukan pendataan,” jelas Andi.

Kasur dan sprei yang terdapat ceceran darah menjadi bagian penting dalam proses pembuktian forensik. Barang bukti tersebut akan dianalisis untuk memastikan pola kekerasan dan kemungkinan keterlibatan pelaku.

Suami Tewas, Istri Kritis

Akibat peristiwa tersebut, EU (65) dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan autopsi.

Sementara itu, istrinya, P (60), saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Primaya Kalimalang, Bekasi. Korban perempuan diduga mengalami penganiayaan berat dan kondisinya dilaporkan masih kritis.

“Kami menerima laporan warga terkait dugaan pembunuhan terhadap suami istri. Korban laki-laki meninggal dunia, sedangkan korban perempuan masih dalam kondisi kritis di rumah sakit,” ujar Andi.

Penyidik masih menunggu perkembangan kondisi korban perempuan untuk kemungkinan pengambilan keterangan apabila kondisinya memungkinkan.

Dugaan Motif Masih Didalami

Terkait motif, polisi belum dapat memastikan apakah peristiwa ini murni perampokan yang berujung pembunuhan atau terdapat motif lain di baliknya.

Dari keterangan awal anak korban, terdapat sejumlah barang yang diduga hilang dari rumah tersebut. Di antaranya gelang emas yang dikenakan korban perempuan serta dua kunci mobil milik keluarga.

“Masih dalam penyelidikan. Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini murni perampokan atau ada motif lain. Namun dari keterangan awal, ada emas di tangan korban perempuan yang hilang dan dua kunci mobil juga tidak ditemukan,” tegas Andi.

Informasi tersebut menjadi salah satu petunjuk awal dalam mengarah pada dugaan pencurian dengan kekerasan. Meski demikian, penyidik tetap membuka kemungkinan motif lain hingga seluruh bukti dan keterangan saksi terverifikasi.

Polisi Perketat Penyelidikan

Kasus ini menyita perhatian warga sekitar karena terjadi di lingkungan perumahan yang relatif tertutup. Aparat kepolisian pun terus memperluas penyelidikan, termasuk mendalami rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi dan memetakan aktivitas keluar-masuk kawasan perumahan saat kejadian.

Pemeriksaan terhadap lima saksi diharapkan dapat memperjelas waktu kejadian, siapa saja yang terakhir berinteraksi dengan korban, serta apakah terdapat orang mencurigakan di sekitar rumah.

Polisi menegaskan akan bekerja maksimal untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi kejahatan yang merenggut nyawa tersebut. Perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan secara berkala kepada publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, aparat masih fokus pada pengumpulan alat bukti dan pendalaman keterangan saksi guna memastikan konstruksi perkara menjadi jelas sebelum menetapkan tersangka.

Kasus pembunuhan pasutri di Prima Asri ini menjadi pengingat bahwa tindak kejahatan bisa terjadi di mana saja, dan pengungkapan cepat sangat bergantung pada keterangan saksi serta ketelitian dalam mengolah barang bukti. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Respons Cepat Insiden Kecelakaan Bus di Madinah, Tegaskan Disiplin Layanan dan Kepatuhan KBIHU

Kemenhaj Respons Cepat Insiden Kecelakaan Bus di Madinah, Tegaskan Disiplin Layanan dan Kepatuhan KBIHU

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia merespons cepat insiden kecelakaan bus yang melibatkan jemaah haji Indonesia di Madinah pada 28 April 2026 pukul 10.30 Waktu Arab Saudi (WAS).
Masih Ingat Slamet Suradio? Masinis Kereta Tragedi Bintaro 1987 yang Sempat Dituduh Bersalah, Kini Hidupnya Memprihatinkan

Masih Ingat Slamet Suradio? Masinis Kereta Tragedi Bintaro 1987 yang Sempat Dituduh Bersalah, Kini Hidupnya Memprihatinkan

Slamet Suradio adalah masinis KA 225 yang selamat dari Tragedi Bintaro 1987, tapi harus menghabiskan sisa hidupnya dalam bayang-bayang tuduhan dan kemiskinan.
Program Nyata Terasa, Anwar Hafid Gubernur Berkinerja Paling Memuaskan Anak Muda

Program Nyata Terasa, Anwar Hafid Gubernur Berkinerja Paling Memuaskan Anak Muda

Kinerja Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid mendapat perhatian positif dari kalangan muda dalam survei nasional Muda Bicara ID terbaru.
YouTuber Resbob Divonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara Kasus Ujaran Kebencian Suku Sunda dan Viking

YouTuber Resbob Divonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara Kasus Ujaran Kebencian Suku Sunda dan Viking

Sidang putusan kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Muhamad Adimas Firdaus alias Resbob digelar di Pengadilan Negeri Bandung pada Rabu  (29/4/2026) siang.
Jadwal Perempat Final Piala Uber 2026, Kamis 30 April: Satu-satunya Harapan Indonesia, Putri KW Cs Hadapi Denmark

Jadwal Perempat Final Piala Uber 2026, Kamis 30 April: Satu-satunya Harapan Indonesia, Putri KW Cs Hadapi Denmark

Jadwal perempat final Piala Uber 2026, di mana Indonesia akan berhadapan dengan Denmark. Putri KW dan kawan-kawan siap tampil maksimal demi lolos ke semifinal.
AMPG Apresiasi Respons Cepat Presiden Prabowo Tinjau Korban Kecelakaan KA Bekasi

AMPG Apresiasi Respons Cepat Presiden Prabowo Tinjau Korban Kecelakaan KA Bekasi

Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) mengapresiasi langkah cepat pemerintah, termasuk kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto yang meninjau

Trending

Dua Musim Bersinar Bersama Red Sparks, Megawati Hangestri Siap Kembali Jadi Ancaman di Liga Voli Korea?

Dua Musim Bersinar Bersama Red Sparks, Megawati Hangestri Siap Kembali Jadi Ancaman di Liga Voli Korea?

Lebih dari sekadar pulih, keputusan Megawati Hangestri kembali ke liga voli Korea juga didorong oleh ambisi yang belum tuntas. Dua musim bersama Red Sparks
Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habir Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur

Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habir Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) tidak memperintahkan pemasangan spanduk penutupan Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada 30 April hingga 7 Agustus 2026.
Minta Maaf Soal Pernyataan Usulan Gerbong KRL Perempuan Dipindah ke Tengah, Menteri PPPA: Saya Mohon Maaf Sebesar-besarnya

Minta Maaf Soal Pernyataan Usulan Gerbong KRL Perempuan Dipindah ke Tengah, Menteri PPPA: Saya Mohon Maaf Sebesar-besarnya

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, secara terbuka menyampaikan penyesalannya atas pernyataan yang dinilai kurang tepat setelah peristiwa kecelakaan kereta api di Bekasi.
Tak Tanggung-tanggung Jamin Keselamatan Publik, KDM Desak Polisi Tindak Ormas Penguasa Pintu Kereta Api

Tak Tanggung-tanggung Jamin Keselamatan Publik, KDM Desak Polisi Tindak Ormas Penguasa Pintu Kereta Api

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, secara tegas mendesak polisi untuk tindak tegas dan menertibkan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang
Viral, Detik-detik Pemuka Agama Diduga Cabuli 50 Siswi di Pati, Kuasa Hukum Korban: Ada yang SMP

Viral, Detik-detik Pemuka Agama Diduga Cabuli 50 Siswi di Pati, Kuasa Hukum Korban: Ada yang SMP

Mencuat kabar terkait detik-detik pemuka gama di Pati, Jateng diduga cabuli 50 siswi. Kabar itu viral di media sosial, hingga menyedot perhatian dan komentar
Megawati Hangestri MVP Proliga 2026, Kalahkan Dominasi Irina Voronkova?

Megawati Hangestri MVP Proliga 2026, Kalahkan Dominasi Irina Voronkova?

Megawati tampil sebagai motor serangan utama Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026. Meski begitu, Irina Voronkova hadir sebagai pembanding ideal dua pemain
Tolak Bela Timnas Indonesia, Winger Berdarah Surabaya Rp86 Miliar Kini Jadi Rebutan Ajax dan Klub Elite Inggris

Tolak Bela Timnas Indonesia, Winger Berdarah Surabaya Rp86 Miliar Kini Jadi Rebutan Ajax dan Klub Elite Inggris

Nama Million Manhoef kembali mencuri perhatian. Winger yang pernah tolak bela Timnas Indonesia itu kini jadi buruan klub Eropa, termasuk raksasa Belanda, Ajax.
Selengkapnya

Viral