News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rocky Gerung Beri Peringatan Tegas Soal Polemik Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas: Suatu Waktu Itu Kita Akan Sesali Nanti

Polemik yang dialami oleh alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas dan suaminya turut ditanggapi oleh pengamat politik Rocky Gerung
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 4 Maret 2026 - 15:34 WIB
Dwi Sasetyaningtyas
Sumber :
  • Instagram @sasetyaningtyas

Jakarta, tvOnenews.com - Polemik yang dialami oleh alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas dan suaminya turut ditanggapi oleh pengamat politik Rocky Gerung.

Ia meminta agar warganet tidak langsung memberikan hujatan kepada Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya. Menurutnya, rasa cinta Tanah Air tak hanya dapat dibuktikan dengan keputusan memilih kewarganegaraan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bayangkan si anak tadi, yang Warga Negara Inggris ada bencana di Indonesia terus dia kumpulkan teman-temannya se-Eropa itu untuk datang ke Indonesia dan membantu Indonesia. Bukankah dia lebih patriotis?" kata Rocky dalam kanal YouTubenya.

Rocky bahkan menyebut bahwa Tyas lebih baik daripada menteri-menteri yang menjabat sekarang.

"Bukan kah dia lebih patriotis, ketimbang menteri-menteri yang sampai sekarang enggak tahu cara menyelesaikan bencana. Kan itu intinya kan," tegasnya.

Menurutnya, di kemudian hari bisa saja anak dari Tyas justru memberikan dukungan lebih bagi Indonesia.

"Atau, dia bergabung dengan Greenpeace lalu mulai bikin protes, terhadap perusakan lingkungan di Indonesia," lanjutnya.

"Suatu waktu itu kita akan sesali nanti. Kenapa? Karena pilihan hari ini bukan diikat oleh semacam ketidakpedulian pada Indonesia, tapi mungkin menghindar sebentar dari ketidakpedulian itu supaya bisa punya refleksi. Jadi kita mesti selalu hati-hati tuh," bebernya.

Rocky menegaskan bahwa soal kewajiban mengabdi setelah lulus beasiswa LPDP adalah persoalan yang tidak penting.

"Jadi gak ada yang penting sebetulnya mempersoalkan mereka yang merasa belum layak pulang ke Indonesia karena mungkin pertimbangan mereka pulang jadi ASN tapi uangnya kurang."

"Jadi begitu kompleks sebetulnya LPDP ini. Jadi jangan dinyatakan bahwa yang tidak pulang itu tidak patriotik," jelasnya.

Rocky bahkan mengaku pernah meminta mahasiswi penerima LDPD di Polandia untuk tak kembali ke Indoneska. Hal itu terjadi saat ia mengisi kuliah umum di Polandia.

“Pak Rocky, saya sudah selesai menulis disertasi, sudah lulus atau mungkin baru mau ujian, tapi saya punya dilema. Bagaimana menurut Pak Rocky kalau saya enggak pulang ke Indonesia? Saya dapat LPDP dan kewajiban moral saya demi patriotisme, demi nasionalisme untuk mengabdi ke Indonesia,” kata Rocky saat menirukan pertanyaan mahasiswi itu, dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya.

"Tetapi kalau saya pulang nanti, saya akan mengabdi kepada atasan saya. Setiap hari tugas saya adalah mark up. Jadi saya punya dilema moral," sambungnya.

Rocky pun mengaku memberikan jawaban agar mahaskswa tersebut tidak usah pulang ke Tanah Air.

"Saya nekat saja bilang, enggak usah pulang. Anda tidak berutang pada negara, Anda berutang pada saya. Dan saya enggak mau utang itu dibayar dengan Anda kembali kepada bos yang koruptor. Artinya Anda membesarkan korupsi," jawab Rocky.

Diberitakan sebelumnya, nama Dwi Sasetyaningtyas menjadi sorotan setelah mengunggah video di media sosial yang menampilkan dokumen resmi dari otoritas Inggris terkait status kewarganegaraan anak keduanya sebagai  warga negara Inggris. 

“I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujar Dwi Sasetyaningtyas dalam video tersebut.

Pernyataan itu memancing reaksi beragam warganet. Sebagian pihak mempertanyakan etika penyampaian pesan tersebut, mengingat Dwi Sasetyaningtyas merupakan penerima beasiswa LPDP yang bersumber dari dana publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di luar polemik tersebut, Dwi Sasetyaningtyas diketahui merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menempuh studi magister bidang Sustainable Energy Technology di Delft University of Technology, Belanda, dengan dukungan LPDP pada 2015 dan menyelesaikannya dua tahun kemudian.

Selama menjalani masa pengabdian di Indonesia pada 2017 hingga 2023, ia terlibat dalam sejumlah inisiatif sosial, mulai dari penanaman ribuan mangrove di wilayah pesisir, pemberdayaan ekonomi perempuan, partisipasi dalam penanganan bencana di Sumatera, hingga pembangunan sekolah di Nusa Tenggara Timur. (nba/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Libur Panjang, Jepang Ingatkan Ancaman Topan Dujuan

Jelang Libur Panjang, Jepang Ingatkan Ancaman Topan Dujuan

Badan meteorologi Jepang mengimbau kewaspadaan warga terhadap gelombang tinggi, angin kencang, tanah longsor, serta banjir di sekitar Tokyo. Hal ini mengingat potensi cuaca buruk selama libur panjang seiring mendekatnya Topan Dujuan.
Hadapi Musim Kemarau, Industri Mulai Tekan Penggunaan Air Baku

Hadapi Musim Kemarau, Industri Mulai Tekan Penggunaan Air Baku

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk memperkuat efisiensi penggunaan air di tengah potensi musim kemarau 2026 yang lebih kering dan panjang dari kondisi normal.
Trump Berupaya Akhiri Konflik Dengan Iran Dalam Waktu Dekat

Trump Berupaya Akhiri Konflik Dengan Iran Dalam Waktu Dekat

Trump saat ini sedang berupaya mengakhiri konflik dengan Iran dalam waktu dekat. Hal ini diungkapkan oleh Penasihat Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Urusan Arab dan Timur Tengah, Massad Boulos.
Prodi Humas Vokasi UI Gandeng Nexus Hadirkan Perspektif  Industri PR Crisis dalam Pembelajaran

Prodi Humas Vokasi UI Gandeng Nexus Hadirkan Perspektif  Industri PR Crisis dalam Pembelajaran

Program Studi Humas Sekolah Vokasi Universitas Indonesia (UI) dan Nexus Risk Mitigation and Strategic Communication (Nexus RMSC) memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri public relations (PR).
Zulhas di HUT PAN: Jadi Ketua Umum Berat Juga Ya, Apalagi Jadi Presiden

Zulhas di HUT PAN: Jadi Ketua Umum Berat Juga Ya, Apalagi Jadi Presiden

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyinggung beratnya menjadi ketua umum partai politik (parpol) hingga presiden.
Kapolri Ajak Jawara Banten Jadi Sabuk Kamtibmas

Kapolri Ajak Jawara Banten Jadi Sabuk Kamtibmas

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak para jawara dan perguruan silat di Banten untuk menjadi bagian dari sabuk kamtibmas dengan bersinergi bersama Polri.

Trending

Prabowo-Gibran Hadiri Puncak HUT ke-28 PAN, Zulhas Singgung Alasan PAN Setia

Prabowo-Gibran Hadiri Puncak HUT ke-28 PAN, Zulhas Singgung Alasan PAN Setia

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri acara Puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) pada malam ini.
Prodi Humas Vokasi UI Gandeng Nexus Hadirkan Perspektif  Industri PR Crisis dalam Pembelajaran

Prodi Humas Vokasi UI Gandeng Nexus Hadirkan Perspektif  Industri PR Crisis dalam Pembelajaran

Program Studi Humas Sekolah Vokasi Universitas Indonesia (UI) dan Nexus Risk Mitigation and Strategic Communication (Nexus RMSC) memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri public relations (PR).
Zulhas di HUT PAN: Jadi Ketua Umum Berat Juga Ya, Apalagi Jadi Presiden

Zulhas di HUT PAN: Jadi Ketua Umum Berat Juga Ya, Apalagi Jadi Presiden

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyinggung beratnya menjadi ketua umum partai politik (parpol) hingga presiden.
Jelang Libur Panjang, Jepang Ingatkan Ancaman Topan Dujuan

Jelang Libur Panjang, Jepang Ingatkan Ancaman Topan Dujuan

Badan meteorologi Jepang mengimbau kewaspadaan warga terhadap gelombang tinggi, angin kencang, tanah longsor, serta banjir di sekitar Tokyo. Hal ini mengingat potensi cuaca buruk selama libur panjang seiring mendekatnya Topan Dujuan.
Hadapi Musim Kemarau, Industri Mulai Tekan Penggunaan Air Baku

Hadapi Musim Kemarau, Industri Mulai Tekan Penggunaan Air Baku

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk memperkuat efisiensi penggunaan air di tengah potensi musim kemarau 2026 yang lebih kering dan panjang dari kondisi normal.
Trump Berupaya Akhiri Konflik Dengan Iran Dalam Waktu Dekat

Trump Berupaya Akhiri Konflik Dengan Iran Dalam Waktu Dekat

Trump saat ini sedang berupaya mengakhiri konflik dengan Iran dalam waktu dekat. Hal ini diungkapkan oleh Penasihat Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Urusan Arab dan Timur Tengah, Massad Boulos.
Kapolri Ajak Jawara Banten Jadi Sabuk Kamtibmas

Kapolri Ajak Jawara Banten Jadi Sabuk Kamtibmas

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak para jawara dan perguruan silat di Banten untuk menjadi bagian dari sabuk kamtibmas dengan bersinergi bersama Polri.
Selengkapnya

Viral