News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menohok! Pengamat Sentil Pemerintah Indonesia "Tak Berani" Kecam Serangan AS-Israel Terhadap Iran

Pengamat Geopolitik Timur Tengah Universitas Padjadjaran (Unpad), Dina Sulaeman sentil Pemerintah Indonesia tak mengecam serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran
Kamis, 5 Maret 2026 - 07:29 WIB
Pengamat Geopolitik Timur Tengah Universitas Padjadjaran (Unpad), Dina Sulaeman dalam acara Catatan Demokrasi tvOne
Sumber :
  • Tangkapan Layar tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat Geopolitik Timur Tengah Universitas Padjadjaran (Unpad), Dina Sulaeman sentil pemerintah Indonesia tak mengecam serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran.

Sebelumnya, Dina Sulaeman merespons keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk memediasi konflik antara Iran dan AS-Israel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Indonesia tidak memiliki daya tekan itu, Justru kita (Indonesia) malah bergabung dalam BoP (Board of Peace) yang dibentuk oleh Trump, dan semua aturannya itu ditetapkan oleh Trump," katanya, dikutip dalam acara Catatan Demokrasi tvOne, Rabu (4/3/2026).

Bahkan di hari yang sama Indonesia juga menandatangani perjanjian dagang The Agreement on Reciprocal Trade (ART), dimana di dalamnya dinilai banyak ketidakadilan untuk Indonesia.

Asap mengepul setelah ledakan, usai Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan di Teheran, Iran pada 1 Maret 2026.
Asap mengepul setelah ledakan, usai Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan di Teheran, Iran pada 1 Maret 2026.
Sumber :
  • Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

"Dalam posisi seperti ini, daya tekan apa yang kita punya terhadap Trump? Maka ketika Presiden menyatakan ingin memediasi itu sepertinya sulit diterima, kurang masuk akal, kurang rasional saya pikir," ungkapnya. 

Namun, Dina mengatakan bukan berarti Indonesia tidak bisa berperan dalam konflik di Timur Tengah ini. 

"Indonesia harus kembali mengingat lagi nilai-nilai kita yang ada di Undang-undang Dasar. Nilai-nilai yang kita anut ini adalah soal perdamaian, soal melawan penjajahan," katanya.

"Justru ketika situasinya seperti ini, yang perlu minimalnya ya, kita mengecam. Kita tuh enggak mengecam loh, kita sama sekali tidak ada kecaman terhadap perilaku Amerika Serikat dan Israel," tegas Dina.

Bahkan menurutnya tidak ada pernyataan langsung dari Menteri Luar Negeri RI Sugiono, bahwa serangan AS-Israel terhadap Iran ini, salah.

"Padahal jelas ini pelanggaran hukum internasional, minimal itu dulu deh, sebelum bicara soal mediasi," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, negosiasi atau mediasi yang ingin ditawarkan Presiden Prabowo semakin tidak masuk akal, ketika jelas-jelas Iran menolak negosiasi, pasalnya pimpinan tertinggi mereka Ali Khamenei dan ratusan rakyat Iran dibunuh massal oleh AS-Israel.

"Biacara soal mediasi, padahal pihak Iran sudah "No, kita enggak mau mediasi", saya pikir itu blunder juga. Karena ini sudah garis merah yang dilanggar. Pimpinan tertingginya dibunuh dan banyak rakyat sipil terutama anak-anak kecil dibunuh. Buat Iran negosiasi bukan pilihan ," pungkasnya. (muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

VKTR dan PO Bagong Akselerasi Mobilitas Hijau dengan Standar Kenyamanan Baru di Malang

VKTR dan PO Bagong Akselerasi Mobilitas Hijau dengan Standar Kenyamanan Baru di Malang

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (“VKTR”) secara resmi melakukan seremoni serah terima 4 unit transporter listrik kepada PT Bagong Dekaka Makmur (PO Bagong) pada Sabtu (25/4).
Nasib RUU Pemilu Masih Menggantung, Yusril Sebut Pemerintah Tunggu DPR: Kalau Rampung, Kami akan Bahas

Nasib RUU Pemilu Masih Menggantung, Yusril Sebut Pemerintah Tunggu DPR: Kalau Rampung, Kami akan Bahas

Yusril mengaku ada sejumlah perubahan signifikan dalam Undang-Undang Pemilu sebagai dampak putusan. Namun, pembahasannya masih menunggu draf RUU selesai di DPR.
Top Skor Pertandingan Grand Final Proliga 2026, Putri: Duo Megawati Hangestri dan Irina Voronkova Tak Terbendung!

Top Skor Pertandingan Grand Final Proliga 2026, Putri: Duo Megawati Hangestri dan Irina Voronkova Tak Terbendung!

Top Skor Pertandingan Grand Final Proliga 2026 laga kedua dari sektor putri yang kembali mempertemukan Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska Plus Indonesia
KPK Soroti Lemahnya Penegakan Hukum atas Pelanggaran Pemilu, Potensi Suap Jadi Alarm Keras

KPK Soroti Lemahnya Penegakan Hukum atas Pelanggaran Pemilu, Potensi Suap Jadi Alarm Keras

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa penegakan hukum atas pelanggaran yang terjadi dalam penyelenggaraan Pemilu masih lemah dan belum optimal.
Kadis LH Ditetapkan Tersangka Kasus Longsor Sampah TPST Bantar Gebang, DPRD: Tidak Boleh Berhenti di Proses Hukum

Kadis LH Ditetapkan Tersangka Kasus Longsor Sampah TPST Bantar Gebang, DPRD: Tidak Boleh Berhenti di Proses Hukum

Anggota DPRD DKI Jakarta, Josephine Simanjuntak merespons kelanjutan longsor sampah di TPST Bantar Gebang, yang saat ini sudah ke tahap penetapan tersangka.
Eks Pelatih Timnas Putri Indonesia Bawa Al Nassr Juara Liga Arab Saudi

Eks Pelatih Timnas Putri Indonesia Bawa Al Nassr Juara Liga Arab Saudi

Rudy Eka Priyambada, eks pelatih Timnas Putri Indonesia, bawa Al Nassr Putri juara Saudi Women's Premier League 2025-2026 untuk keempat kalinya secara beruntun.

Trending

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Peluang Megawati Hangestri untuk reuni dengan Yeum Hye-seon di Red Sparks pada V League musim depan sudah tertutup.
Selengkapnya

Viral