Langkah Tegas Undip Sikapi Motif Mahasiswa Dikeroyok 30 Temannya Buntut Dugaan Pelecehan Seksual: Sanksi Menanti
- Pvproductions-Freepik
Dari hasil pihak aparat Kepolisian, Undip tinggal mengeksekusi berupa sanksi tegas kepada pihak-pihak yang bersalah tanpa pandang bulu.
"Undip aktif memonitor dan mendorong proses hukum yang berjalan agar berlangsung secara objektif dan transparan. Nanti melahirkan keputusan seadil-adilnya terhadap mereka yang terlibat," tegasnya.
Awal Mula Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Viral
Sebelumnya, melalui Instagram @zainalpetir_, pengacara korban, Zainal Abidin Petir mengunggah video kondisi tubuh korban yang begitu mengenaskan.
Tubuh korban sudah babak belur hingga luka parah. Kondisi tersebut akibat A diduga mengalami pengeroyokan oleh sekitar 30 mahasiswa dari satu prodinya pada 15 November 2025.
Kata Zainal, kejadian tersebut tidak berlangsung sebentar. Dugaan pengeroyokan terjadi mulai dari sekitar pukul 23.00 WIB hingga waktu Subuh.
Awal mula kronologi pengeroyokan di mana A diajak temannya bernama Adyan. Korban diajak ke sebuah kos terletak di Jalan Bulusan Utara Raya, Tembalang, Kota Semarang.
Alasan rekannya mengajak korban ke sebuah kos, untuk membicarakan perencanaan acara musik kampus. Korban pun menuju ke lokasi pada pukul 22.03 WIB.
Setibanya di sana, korban kaget melihat puluhan rekannya telah berkumpul. Tak berselang lama, ia dipaksa untuk mengakui berbuat dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi tingkat bawah, U.
Kejadian yang menjadi permasalahan ketika A hanya sebatas menarik tangan U. Lagipula, korban ingin mengumpulkan tim sukses pemilihan ketua himpunan sehingga mengajak U ke warung makan.
Zainal menegaskan, U datang ke warung makan tidak sendirian. Mahasiswi tingkat bawah itu tengah bersama sosok berinisial W.
Ia menduga motif pengeroyokan tersebut lantaran seorang pelaku menyukai U. Di sinilah, seorang mahasiswa semester 6 berinisial M melancarkan aksi kekerasan sekitar pukul 23.00 WIB.
Tindakan agresif M memicu puluhan mahasiswa lainnya ikut menghajar A. Sontak, korban mendapat aksi pemukulan hingga disundut rokok.
"Kemaluannya juga diolesi hot cream, ditusuk jarum, disabet sabuk, dan leher diikat sabuk seperti anjing sambil tertawakan," imbuhnya.
Korban langsung dirawat di RS Banyumanik 2. Kemudian, ia dipindahkan ke RS Bina Kasih Ambarawa agar orang tuanya mudah memantau kondisi korban.
Load more