Konflik Iran vs Israel-AS Memanas, Pakar Ingatkan Dampaknya ke Keamanan dan Energi Indonesia
- Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Di tengah situasi tersebut, peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dinilai masih terbatas. Sementara itu, China dan Rusia cenderung mengambil posisi menunggu dengan memantau perkembangan konflik dari kejauhan.
Karena itu, Indonesia dinilai perlu memanfaatkan jalur shuttle diplomacy untuk berperan sebagai penengah strategis dalam upaya meredakan ketegangan di tingkat global.
Sesi diskusi kemudian ditutup dengan pembahasan mengenai dampak konflik terhadap keamanan domestik. M. Syauqillah menyoroti potensi pergeseran ancaman konflik ke ruang digital yang dapat memicu polarisasi di masyarakat.
Menurutnya, opini publik di media sosial mulai terpecah ke dalam berbagai narasi, mulai dari seruan jihad, wacana khilafah, isu akhir zaman, hingga polarisasi antara kelompok pro dan anti-Syiah.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi dimanfaatkan oleh kelompok teror untuk menyebarkan propaganda secara masif. Selain itu, meningkatnya tensi perdebatan di ruang digital juga dapat memicu munculnya pelaku teror tunggal atau lone actor yang teradikalisasi secara mandiri.
Menghadapi potensi penyebaran propaganda ideologis di media sosial dan dampak ke ekonomi sosial, Syauqillah menegaskan, "strategi mitigasi yang komprehensif harus disiapkan untuk merespons dampak keamanan, politik, ekonomi dan fragmentasi sosial dengan mempertimbangkan level, mulai dari level rendah, moderat, tinggi, hingga ekstrem," tuntasnya. (rpi)
Load more