GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Konflik Iran vs Israel-AS Memanas, Pakar Ingatkan Dampaknya ke Keamanan dan Energi Indonesia

Dampak Konflik Iran dan Israel-AS Terhadap Dinamika Keamanan Indonesia menjadi bahasan serius oleh Institute for Strategic Transformation (IFORSTRA), lembaga yang bergerak di bidang kajian isu strategis khususnya keamanan.
Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:01 WIB
Asap mengepul setelah ledakan, usai Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan di Teheran, Iran pada 1 Maret 2026.
Sumber :
  • Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Jakarta, tvOnenews.com - Konflik yang semakin memanas antara Iran dan aliansi Amerika Serikat-Israel di Timur Tengah dinilai berpotensi memengaruhi berbagai aspek di Indonesia.

Dampaknya tidak hanya terkait ketahanan energi nasional, tetapi juga berpotensi memicu polarisasi ideologi di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Isu tersebut dibahas dalam webinar bertajuk Dampak Konflik Iran dan Israel-AS Terhadap Dinamika Keamanan Indonesia yang diselenggarakan oleh Institute for Strategic Transformation (IFORSTRA), lembaga yang bergerak di bidang kajian isu strategis khususnya keamanan.

Diskusi yang berlangsung pada Sabtu (7/3/2026) itu dipandu Raja Adelia Oktafia, mahasiswa Universitas Pertamina.

Webinar tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Tia Mariatul Kibtiah, dosen Hubungan Internasional Binus University; M. Syaroni Rofii, dosen Ketahanan Nasional Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia sekaligus pengamat Timur Tengah; serta M. Syauqillah, Direktur Institute for Strategic Transformation yang juga dikenal sebagai pengamat terorisme.

webinar bertajuk Dampak Konflik Iran dan Israel-AS Terhadap Dinamika Keamanan Indonesia yang digagas oleh IFORSTRA (Institute for Strategic Transformation).
webinar bertajuk Dampak Konflik Iran dan Israel-AS Terhadap Dinamika Keamanan Indonesia yang digagas oleh IFORSTRA (Institute for Strategic Transformation).
Sumber :
  • IFORSTRA

Dalam sesi pembuka, Tia Mariatul Kibtiah menyoroti potensi krisis ekonomi yang dapat dipicu oleh eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor minyak, sementara cadangan energi nasional diperkirakan hanya cukup untuk sekitar 20 hari.

Menurutnya, kondisi tersebut diperparah dengan terbatasnya kapasitas mitigasi di dalam negeri. Di sisi diplomasi, upaya Indonesia juga menghadapi tantangan setelah Iran menolak tawaran mediasi sekaligus mengkritik keputusan Indonesia yang bergabung dengan blok board of peace (BoP).

Rangkaian perkembangan tersebut juga dinilai dapat memicu kerawanan sosial di dalam negeri. Hal itu tercermin dari langkah TNI yang menetapkan status siaga tiga sebagai langkah antisipasi terhadap potensi demonstrasi besar.

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh M. Syaroni Rofii yang memandang konflik tersebut sebagai bentuk perang asimetris. Dalam konflik ini, kekuatan militer dan nuklir Amerika Serikat–Israel berhadapan dengan keunggulan teknologi drone yang dimiliki Iran.

Ia menilai konflik tersebut juga berpotensi diarahkan untuk mendorong perubahan rezim. Ketegangan yang meningkat di tingkat global diperkirakan akan menekan pasokan bahan bakar minyak nasional serta berdampak langsung pada keberlangsungan usaha mikro.

Di tengah situasi tersebut, peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dinilai masih terbatas. Sementara itu, China dan Rusia cenderung mengambil posisi menunggu dengan memantau perkembangan konflik dari kejauhan.

Karena itu, Indonesia dinilai perlu memanfaatkan jalur shuttle diplomacy untuk berperan sebagai penengah strategis dalam upaya meredakan ketegangan di tingkat global.

Sesi diskusi kemudian ditutup dengan pembahasan mengenai dampak konflik terhadap keamanan domestik. M. Syauqillah menyoroti potensi pergeseran ancaman konflik ke ruang digital yang dapat memicu polarisasi di masyarakat.

Menurutnya, opini publik di media sosial mulai terpecah ke dalam berbagai narasi, mulai dari seruan jihad, wacana khilafah, isu akhir zaman, hingga polarisasi antara kelompok pro dan anti-Syiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi tersebut dinilai berpotensi dimanfaatkan oleh kelompok teror untuk menyebarkan propaganda secara masif. Selain itu, meningkatnya tensi perdebatan di ruang digital juga dapat memicu munculnya pelaku teror tunggal atau lone actor yang teradikalisasi secara mandiri.

Menghadapi potensi penyebaran propaganda ideologis di media sosial dan dampak ke ekonomi sosial, Syauqillah menegaskan, "strategi mitigasi yang komprehensif harus disiapkan untuk merespons dampak keamanan, politik, ekonomi dan fragmentasi sosial dengan mempertimbangkan level, mulai dari level rendah, moderat, tinggi, hingga ekstrem," tuntasnya. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ratusan Warga Kabupaten Bogor Ikuti Proses Seleksi Tenaga Kerja

Ratusan Warga Kabupaten Bogor Ikuti Proses Seleksi Tenaga Kerja

Ratusan warga Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor dan sekitarnya mengikuti proses seleksi tenaga kerja sektor ekowisata.
Bikin Bangga! Pemkot Tangsel Jadi Daerah Terbaik di Indonesia dalam Implementasi IPv6

Bikin Bangga! Pemkot Tangsel Jadi Daerah Terbaik di Indonesia dalam Implementasi IPv6

Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali mencatatkan prestasi di bidang transformasi digital.
Sebelum Berpulang, Vidi Aldiano Pernah Ungkapkan Alasannya Belum Memiliki Anak dengan Sheila Dara

Sebelum Berpulang, Vidi Aldiano Pernah Ungkapkan Alasannya Belum Memiliki Anak dengan Sheila Dara

Dunia hiburan kembali berduka, penyanyi sekaligus podcaster, Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, (7/3/2026). Vidi sempat ungkap alasan belum punya anak
Terungkap, Pemerintah Belum Punya Juknis Penyerahan Lahan 20 Persen dalam Kasus Lahan PTPN II

Terungkap, Pemerintah Belum Punya Juknis Penyerahan Lahan 20 Persen dalam Kasus Lahan PTPN II

Indonesia belum mempunyai peraturan mengenai petunjuk teknis (Juknis) terkait kewajiban menyerahkan 20% lahan kepada negara dalam perubahan tata ruang sesuai
Kontroversi di Akhir Laga! Atalanta Tahan Udinese Setelah Brace Cepat Scamacca

Kontroversi di Akhir Laga! Atalanta Tahan Udinese Setelah Brace Cepat Scamacca

Dua gol sundulan dalam waktu lima menit dari Gianluca Scamacca menyelamatkan Atalanta BC dari kekalahan saat bermain imbang 2-2 melawan Udinese Calcio pada lanjutan Serie A, Sabtu (7/3/2026).
John Herdman Dihantam Kabar Sangat Buruk Jelang FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Terancam Jadi Bulan-bulanan Lawan Gara-gara Hal Ini

John Herdman Dihantam Kabar Sangat Buruk Jelang FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Terancam Jadi Bulan-bulanan Lawan Gara-gara Hal Ini

John Herdman dihantam kabar buruk jelang laga Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. 7 pemain terancam absen, 16 pemain abroad kut berpotensi tak bisa bergabung.

Trending

Pertemuan Tingkat Menteri  antara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengenai Serangan Iran terhadap Negara-Negara Anggota GCC

Pertemuan Tingkat Menteri  antara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengenai Serangan Iran terhadap Negara-Negara Anggota GCC

Para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengadakan pertemuan luar biasa pada 5 Maret 2026.
Tutup Usia 35 Tahun, Vidi Aldiano Ucapkan Harapannya Saat Ulang Tahun: Masih Berharap Hidup Lebih Lama

Tutup Usia 35 Tahun, Vidi Aldiano Ucapkan Harapannya Saat Ulang Tahun: Masih Berharap Hidup Lebih Lama

Dunia musik tanah air kini kembali berduka, seorang penyanyi bersuara khas, Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) di usia 35 tahun.
Ketua BEM UGM Soroti Ucapan Viral Buya Yahya yang Sebut 'Jadi Presiden itu Berat': Maaf, Lebih Berat WNI

Ketua BEM UGM Soroti Ucapan Viral Buya Yahya yang Sebut 'Jadi Presiden itu Berat': Maaf, Lebih Berat WNI

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto kritik ucapan pendakwah KH Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya) soal "Jadi Presiden itu Berat" usai diundang Presiden Prabowo Subianto.
PSSI Jawab Kabar Dua Pemain Diaspora Incaran John Herdman untuk Perkuat Timnas Indonesia

PSSI Jawab Kabar Dua Pemain Diaspora Incaran John Herdman untuk Perkuat Timnas Indonesia

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga merespons kabar mengenai pelatih Timnas Indonesia John Herdman yang disebut-sebut ingin mendatangkan dua ..
Kini Giliran Keluarga Ketua BEM UGM Kena Teror, Usai Tiyo dan Ibunya Kena Teror Pembunuhan

Kini Giliran Keluarga Ketua BEM UGM Kena Teror, Usai Tiyo dan Ibunya Kena Teror Pembunuhan

Usai Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto dan ibunya kena teror. Kini giliran pihak keluarganya yang kena teror pembunuhan dan penculikan. Teror ini muncul, usai
Sebelum Berpulang, Vidi Aldiano Pernah Ungkapkan Alasannya Belum Memiliki Anak dengan Sheila Dara

Sebelum Berpulang, Vidi Aldiano Pernah Ungkapkan Alasannya Belum Memiliki Anak dengan Sheila Dara

Dunia hiburan kembali berduka, penyanyi sekaligus podcaster, Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, (7/3/2026). Vidi sempat ungkap alasan belum punya anak
Como Menang Dramatis 2-1 di Kandang Cagliari, Cesc Fabregas: Ini Kemenangan Terbaik Kami!

Como Menang Dramatis 2-1 di Kandang Cagliari, Cesc Fabregas: Ini Kemenangan Terbaik Kami!

Pelatih Como, Cesc Fabregas, menegaskan kemenangan 2-1 timnya atas Cagliari di kandang lawan sebagai kemenangan yang paling memuaskan baginya sepanjang musim ini, Sabtu (7/2/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT