News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakar: Indonesia Masih Dijajah Secara Digital, Bisa Mati Kutu Jika Layanan Asing Diblokir

Pakar keamanan siber Gildas Arvin Deograt Lumy menilai hampir seluruh aktivitas komunikasi digital masyarakat Indonesia masih bergantung pada platform luar.
Minggu, 8 Maret 2026 - 16:16 WIB
Hari Kebudayaan Keamanan Indonesia (HKKI) 2026 di Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026).
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com – Ketergantungan Indonesia terhadap layanan digital asing dinilai masih sangat tinggi.

Kondisi ini bahkan berpotensi membuat aktivitas digital nasional lumpuh jika layanan global yang selama ini digunakan masyarakat sewaktu-waktu dihentikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pakar keamanan siber sekaligus Pendiri Forum Kemandirian Siber Indonesia (Formasi) Gildas Arvin Deograt Lumy menilai hampir seluruh aktivitas komunikasi digital masyarakat Indonesia saat ini masih bergantung pada platform luar negeri.

“Bagaimana dengan nasib kita seandainya produk dan layanan siber diembargo oleh pemerintah negara lain? Ya, mati kutu kita,” kata Gildas dalam acara Hari Kebudayaan Keamanan Indonesia (HKKI) 2026 di Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026).

Ia mencontohkan layanan digital yang digunakan sehari-hari masyarakat Indonesia sebagian besar berasal dari perusahaan teknologi global.

“Email pakai apa? Gmail. Chattingan di kantor dengan keluarga pakai apa? Pakai WhatsApp. Gimana kalau WhatsApp dan Gmail dimatikan? Mati, kan? Seperti itulah kondisi kita yang sebenarnya,” ujarnya.

Menurut Gildas, jika dilihat secara tegas kondisi tersebut menunjukkan Indonesia masih berada dalam situasi ketergantungan yang kuat terhadap layanan digital asing.

“Oh iya, (dijajah secara digital). Kalau mau bicara hitam-putih apakah kita dijajah, ya kita dijajah. Dijajah dan dikuasai,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut harus segera direspons dengan langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan terhadap layanan digital asing.

Salah satunya dengan mendorong pengembangan serta penggunaan platform digital dalam negeri.

“Banyak kok pilihan di dalam negeri,” kata Gildas.

Ia mencontohkan salah satu platform komunikasi yang dikembangkan di dalam negeri adalah Palapa, yang dirancang sebagai alternatif layanan pesan instan.

“Palapa. Cari di Play Store, di App Store,” ujarnya.

Namun, ia mengakui penggunaan platform dalam negeri masih terbatas karena masyarakat lebih memilih menggunakan layanan global yang sudah lebih dulu populer.

Karena itu, ia menilai perlu dorongan kuat agar masyarakat mulai beralih menggunakan layanan digital nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi hidup adalah pilihan,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan bahwa ancaman siber terhadap Indonesia bukan sekadar potensi.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rupiah Tertekan ke Rp17.275 per Dolar AS, Gejolak Global dan Minyak Dorong Pelemahan

Rupiah Tertekan ke Rp17.275 per Dolar AS, Gejolak Global dan Minyak Dorong Pelemahan

Rupiah melemah ke Rp17.275 per dolar AS. Tekanan geopolitik dan kenaikan harga minyak picu pelemahan rupiah di tengah ketidakpastian global.
Lagi-lagi Dedi Mulyadi Bikin Gebrakan, Kerahkan Supir Angkot agar Jalanan Kota Bandung Bersih dan Bebas Macet

Lagi-lagi Dedi Mulyadi Bikin Gebrakan, Kerahkan Supir Angkot agar Jalanan Kota Bandung Bersih dan Bebas Macet

Dedi Mulyadi membuat gebrakan baru membuat jalanan Kota Bandung bersih dan bebas macet dengan merekrut supir angkot. KDM mengajak supir angkot jujuran Lembang
Prabowo Pasang Deadline 2029, Targetkan Indonesia Swasembada Energi dari Sawit hingga Nikel

Prabowo Pasang Deadline 2029, Targetkan Indonesia Swasembada Energi dari Sawit hingga Nikel

Persiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah mendorong hilirisasi sumber daya alam sebagai kunci utama menuju kemandirian energi, termasuk melalui kelapa sawit.
Korban Selamat Kecelakaan Kereta Terpaksa Berhenti Kerja, Dedi Mulyadi Punya Kebijakan Khusus

Korban Selamat Kecelakaan Kereta Terpaksa Berhenti Kerja, Dedi Mulyadi Punya Kebijakan Khusus

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi alias KDM mengaku telah memiliki kebijakan khusus bagi korban selamat kecelakaan kereta KA Argo Bromo Angger dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Prabowo Bidik 288 Ribu Sekolah Rampung Direvitalisasi pada 2028, Sulap Sekolah Jadi Smart Class

Prabowo Bidik 288 Ribu Sekolah Rampung Direvitalisasi pada 2028, Sulap Sekolah Jadi Smart Class

Dengan total sekitar 288 ribu sekolah di Indonesia, pemerintah menyusun skenario percepatan bertahap agar seluruh target dapat diselesaikan dalam tiga tahun ke depan.
Perlahan Mulai Bangkit dengan Ferrari, Pengamat Formula 1 Ini yakin Lewis Hamilton bisa Raih Kemenangan di F1 2026

Perlahan Mulai Bangkit dengan Ferrari, Pengamat Formula 1 Ini yakin Lewis Hamilton bisa Raih Kemenangan di F1 2026

Pengamat Formula 1, Martin Brundle, menilai Lewis Hamilton berpeluang meraih kemenangan bersama Scuderia Ferrari di gelaran F1 2026

Trending

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri sempat buka suara sesaat setelah insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL Commuter Line di Bekasi -
Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Menilik jadwal Megawati Hangestri setelah tampil di Proliga 2026. Atlet yang akrab disapa Megatron itu akan kembali turun gunung untuk membela Timnas Voli Putri Indonesia.
Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

PSSI bisa menambah amunisi baru lewat naturalisasi cepat eks Timnas Belanda untuk Piala AFF 2026 saat sejumlah pemain abroad Timnas Indonesia berpotensi absen.
Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026, di mana tim putra dan putri bulu tangkis Indonesia meraih hasil berbeda di ajang bergengsi ini.
Penuhi Kepercayaan Gubernur KDM, Susi Pudjiastuti Langsung Beri Gebrakan usai Jadi Komut: Mau Bank BJB Sikat Pinjol

Penuhi Kepercayaan Gubernur KDM, Susi Pudjiastuti Langsung Beri Gebrakan usai Jadi Komut: Mau Bank BJB Sikat Pinjol

Mantan Menteri KKP menerima tawaran dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Komisaris Utama Independen ini langsung mau Bank BJB berantas pinjol di Jabar.
Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

NAC Breda mengajukan gugatan pada KNVB atas keinginan mereka untuk pertandingan ulang melawan Go Ahead Eagles karena memainkan Dean James tak dikabulkan. 
Kabar Buruk untuk Suporter Timnas Indonesia, Tim U-17 Asuhan Kurniawan Dwi Yulianto Kalah Lagi Jelang Piala Asia U-17 2026

Kabar Buruk untuk Suporter Timnas Indonesia, Tim U-17 Asuhan Kurniawan Dwi Yulianto Kalah Lagi Jelang Piala Asia U-17 2026

Suporter Timnas Indonesia menerima kabar buruk menjelang pagelaran Piala Asia U-17 2026. Sebab, tim U-17 asuhan Kurniawan Dwi Yulianto kembali meraih hasil minor.
Selengkapnya

Viral