Bukan Omon-Omon, Gerindra Jabar Beberkan Fakta Diplomasi Internasional hingga MBG Era Presiden Prabowo
- YouTube/Sekretariat Presiden
Di sektor energi, Indonesia berada pada jalur yang tepat (on track) untuk swasembada solar dan avtur pada tahun 2026.
Hal ini didukung oleh peningkatan kapasitas Kilang Balikpapan dan pemanfaatan sawit (E50). Untuk bensin, swasembada ditargetkan tercapai pada 2028 dengan kapasitas 39,9 juta kL.
Sementara di sektor pangan, Indonesia mencatat sejarah dengan capaian swasembada beras sebesar 34 juta ton pada 2025.
"Presiden Prabowo melakukan efisiensi besar-besaran. 145 regulasi pupuk dipangkas menjadi satu Perpres saja, yang dampaknya harga pupuk turun 20% dan harga beli gabah petani terjaga di Rp6.500/kg. Ini bukan sekadar omon-omon, tapi fakta lapangan," jelasnya lagi.
Kesehatan Fiskal & Pemulihan Sumatera
Kinerja ekonomi nasional menunjukkan tren positif di bawah Menteri Keuangan Purbaya. Pada awal 2026, pendapatan negara tumbuh 9,5% (Januari) dan 12,8% (Februari).
Penerimaan pajak bahkan melonjak di atas 30% berkat sistem Coretax yang otomatis dan pembersihan internal pegawai pajak yang tidak berintegritas.
Di sisi kemanusiaan, Satgas Percepatan Rehabilitasi Sumatera melaporkan progres yang masif per 3 Maret 2026.
Infrastruktur jalan dan jembatan nasional telah 100% fungsional, 867 puskesmas beroperasi kembali, dan listrik pulih 99,99%.
Dana rehab-rekon senilai Rp85,36 triliun terus disalurkan, dengan Rp21,85 triliun sudah diterima daerah terdampak.
"Fraksi Gerindra DPRD Jabar mengimbau warga untuk menyebarkan informasi berbasis data ini guna menangkal fitnah. Mari kita fokus pada hasil nyata. Indonesia sedang bergerak menuju kemandirian energi, pangan, dan kualitas SDM yang lebih baik," pungkas Syahrir. (muu)
Load more