Usai Longsor Maut di Bantargebang, Menteri LH Minta Praktik Open Dumping Segera Dihentikan
- Risky Andrianto-Antara
Jakarta, tvOnenews.com – Tragedi longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, mendapat sorotan serius dari pemerintah pusat.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menilai insiden tersebut harus menjadi momentum penting untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Jakarta.
Menurut Hanif, praktik pembuangan sampah terbuka atau open dumping yang selama ini diterapkan di Bantar Gebang sudah sangat berisiko dan perlu segera dihentikan.
Hal tersebut disampaikan Hanif usai mengikuti kegiatan korve bersama Menteri Perdagangan dan Kapolda Metro Jaya di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu, 11 Maret 2026.
Ia mengungkapkan, TPST Bantar Gebang yang telah beroperasi lebih dari 37 tahun kini menampung timbunan sampah dalam jumlah sangat besar. Data Kementerian Lingkungan Hidup mencatat lebih dari 80 juta ton sampah telah menumpuk di kawasan tersebut.
Tumpukan sampah itu bahkan membentuk gunungan raksasa. Pada area yang tidak lagi aktif, ketinggian sampah mencapai sekitar 50 meter, sedangkan pada zona aktif ketinggiannya sudah menembus sekitar 73 meter.
“Suatu kondisi yang sangat berbahaya sekali,” kata Hanif.
Hanif menjelaskan, longsor yang terjadi pada akhir pekan lalu dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam. Curah hujan yang berlangsung hampir setengah hari membuat timbunan sampah bergerak hingga akhirnya runtuh.
“Kemudian pada hari Minggu, tepatnya setelah hujan berakhir pada jam 12.00, maka jam 14.30 terjadilah longsor yang telah menimbulkan korban jiwa,” tutur dia.
Ia menegaskan, kejadian tersebut tidak boleh terulang kembali. Menurut Hanif, sistem open dumping yang berlangsung selama bertahun-tahun di Bantar Gebang telah menimbulkan kerusakan lingkungan serius dan kini memakan korban jiwa.
“Secara sistematik dan secara terstruktur, kita wajib akhiri kegiatan open dumping di TPST Bantar Gebang,” katanya.
Hanif juga mengingatkan bahwa insiden ini menjadi salah satu tragedi sampah terbesar di Indonesia setelah longsor TPA Leuwigajah di Cimahi pada 2005 yang menewaskan 157 orang.
Karena itu, pemerintah mendorong perubahan pola pengelolaan sampah di Jakarta dengan menitikberatkan penanganan sejak dari sumbernya.
Saat ini, produksi sampah di Jakarta mencapai sekitar 8.000 ton per hari dari hampir 11 juta penduduk. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 ton berasal dari kawasan komersial seperti pasar, hotel, restoran, kafe, stasiun hingga terminal.
Load more