Respons Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dicegat Demo Mahasiswa, Sikapi soal Banjir Belum Terkendali di Bekasi
- Antara
"Nanti saya dan tim akan evaluasi problemnya di mana saja dan kita cari solusi," jelasnya.
Seorang mahasiswi langsung bertanya terkait kapan proses evaluasi dari pemerintah. Masyarakat Kota Bekasi benar-benar membutuhkan tindakan cepat dari pemerintah.
Skakmat Mahasiswi terkait Perbandingan Banjir di Bekasi Tahun 2026
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
KDM pun langsung menjawab pertanyaan tersebut. Ia bahkan kembali memberikan pertanyaan soal tingkat volume banjir di Kota Bekasi antara tahun 2025 dan 2026.
Menurut mahasiswi itu, tingkat banjir di Kota Bekasi yang lebih parah terjadi pada tahun 2026. Namun KDM justru skakmat jawaban tersebut.
"Nggak, tahun kemarin," ucap KDM.
Ia kembali menegaskan, proses evaluasi tidak membutuhkan waktu sebentar. Pasalnya, pemerintah sedang mengkaji agar penanganan banjir di Bekasi efektif dan tepat.
"Evaluasi tidak bisa sekaligus nanti secara bertahap," lanjut dia.
Sebelumnya, Gubernur Jabar ini juga membahas tentang permasalahan banjir. Ia menyampaikan hal tersebut dalam rapat paripurna HUT Kota Bekasi ke-29 di Gedung DPRD Kota Bekasi, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia mengingatkan Wali Kota Bekasi, bahwa dirinya dan Pemprov Jabar menargetkan Bekasi bebas banjir. Ia menginginkan pembangunan polder atau embung penampung air benar-benar mampu mengendalikan banjir.
Ia memuji adanya langkah penghijauan dan mengatasi bangunan liar di wilayah Bekasi. Akan tetapi, ia mengingatkan agar Pemkot Bekasi tidak cepat berpuas diri.
"Target saya, Bekasi bebas banjir. Tidak boleh lagi beralasan itu urusan BBWS, Kementerian PU dan pusat, bukan lagi berbicara soal kewenangan terus. Sudah saja, kita bereskan dengan Jabar. Kita sinkronkan anggaran," imbau KDM.
(hap)
Load more