Arsitektur OMO-ROBOT Diperkenalkan OMOWAY, Ini Teknologi yang Dirancangnya
- Novianti Siswandini-tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - Arsitektur OMO-ROBOT resmi diperkenalkan OMOWAY pada Kamis (12/3/2026) di Jewel Changi Airport, Singapura.
Dalam acara peluncuran itu, perusahaan teknologi ini turut memamerkan teknologi yang dirancangnya.
Untuk diketahui, perusahaan ini tengah mengembangkan motor yang bukan hanya berbentuk fisik atau perangkat keras saja, tapi juga dilengkapi perangkat lunak berteknologi seperti AI, sistem sensorik hingga sistem robotik agar pengguna bisa lebih aman dan stabil saat menggunakannya.
Adapun kendaraan roda dua yang tengah dikembangkannya, yakni OMO X.
- Novianti Siswandini-tvOne
Founder OMOWAY Todd He mengatakan pihaknya bertujuan mengembangkan arsitektur OMO-ROBOT untuk mengoptimalkan mobilitas fisik.
“Kecerdasan (sebuah produk) bisa melayani kebutuhan manusia secara penuh apabila kecerdasan itu benar-benar hadir secara fisik,” kata Todd.
Berangkat dari pertanyaan, ‘Kenapa motor bisa lebih mudah terjatuh?’, Todd mengatakan pihaknya tergerak untuk memecahkan masalah terkait keseimbangan itu.
Arsitektur OMO-ROBOT pun akhirnya dirancang dengan teknologi inti full-stack brain dan digital cerebellum yang memiliki empat kemampuan utama. Dia mengklaim empat kemampuan utama yang dirancagnya menyerupai naluri manusia.
Empat kemampuan utama itu, yakni penglihatan (vision), logika/berpikir (logic), aksi (action) dan respons (response).
Dalam hal ini, arsitektur OMO-ROBOT bisa melihat (vision) dengan sistem persepsi visual 360 derajat dan berpikir (logic) dalam mengambil keputusan dengan hitungan milidetik.
Lalu, bisa juga bertindak (action) lewat sinergi perangkat keras dan perangkat lunak misalnya untuk mengkoordinasikan motor, pengereman, kemudi dan giroskop serta merespons (response) lewat arsitektur listrik dan elektroniknya.
Dalam peluncuran arsitektur OMO-ROBOT ini, produk OMOWAY yang menjadi sorotan adalah OMO X.
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kendaraan roda dua ini diklaim mampu menjaga keseimbangannya secara otomatis.
Dengan demikian, kata dia, pengendara tidak hanya nyaman, tapi juga tingkat keselamatannya bisa lebih terjamin.
Menurut Todd, keseimbangan merupakan prinsip fisik mendasar dari mobilitas roda dua.
Namun demikian, teknologi untuk memecahkan masalah keseimbangan ini diproyeksikan tidak hanya terbatas dikenalkan untuk kendaraan roda dua saja, tapi juga perangkat-perangkat keras lainnya yang membutuhkannya.
Load more