News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pesan Rismon Sianipar untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa: Masih Ada Pintu Maaf Terbuka dari Pak Jokowi

Rismon Sianipar ungkap pesan Jokowi untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa usai minta maaf atas penelitian ijazah. Jokowi disebut masih membuka pintu bagi semua pihak.
Sabtu, 14 Maret 2026 - 08:31 WIB
Rismon Sianipar
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Balige Academy

Jakarta, tvOnenews.com - Peneliti Rismon Sianipar menyampaikan pesan penting kepada Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah dirinya secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Pesan tersebut muncul setelah Rismon bertemu langsung dengan Jokowi di Solo, Jawa Tengah.

Dalam pernyataannya, Rismon menjelaskan bahwa Jokowi masih membuka ruang bagi pihak-pihak lain yang sebelumnya mempertanyakan keaslian ijazah Presiden ke-7 tersebut. Ia menyebut, sikap terbuka itu menjadi pesan yang patut diperhatikan oleh Roy Suryo maupun Dokter Tifa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pak Jokowi masih memberikan pintu terbuka untuk kalian. Statement itu bukan jawaban atas pertanyaan saya, tapi statement terbuka untuk kalian,” kata Rismon setelah bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Jumat (13/3/2026).

Menurut Rismon, pernyataan tersebut disampaikan Jokowi tanpa diminta secara khusus. Ia menegaskan bahwa pesan tersebut merupakan sikap terbuka Jokowi terhadap pihak lain yang sebelumnya ikut mempertanyakan ijazahnya.

Rismon Sianipar Minta Maaf kepada Jokowi dan Keluarga

Sebelumnya, Rismon Sianipar telah menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi dan keluarganya terkait penelitian yang ia tuangkan dalam buku Jokowi’s White Paper. Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah dirinya melakukan kajian ulang terhadap sejumlah temuan yang sempat dipublikasikan.

Rismon menyebut, sebagai seorang peneliti ia merasa perlu menyampaikan klarifikasi secara terbuka setelah menemukan fakta baru yang berbeda dari kesimpulan sebelumnya.

“Ya tentu saya minta maaf. Saya juga meminta maaf kepada publik, apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Jokowi,” ujar Rismon di Solo, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan, sikap meminta maaf merupakan bentuk tanggung jawab moral seorang peneliti ketika menemukan kesalahan dalam proses analisis yang telah dipublikasikan kepada publik.

Menurutnya, seorang peneliti harus siap menerima kritik maupun tekanan selama proses penelitian berlangsung. Namun di sisi lain, peneliti juga wajib menyampaikan koreksi apabila terdapat kekeliruan dalam hasil riset.

Temuan Baru Penelitian Ijazah Jokowi

Permintaan maaf Rismon muncul setelah ia melakukan kajian ulang terhadap ijazah analog milik Jokowi yang ditunjukkan dalam gelar perkara khusus. Dalam penelitian terbaru tersebut, ia menemukan sejumlah elemen yang sebelumnya tidak menjadi fokus analisisnya.

Beberapa elemen yang kemudian menjadi perhatian Rismon dalam penelitian ulang antara lain:

  • Embos pada dokumen ijazah

  • Watermark sebagai tanda pengaman dokumen

  • Tidak adanya hologram pada ijazah pada periode tersebut

Rismon menjelaskan, setelah membandingkan dengan beberapa dokumen ijazah lain dari tahun yang sama di Universitas Gadjah Mada (UGM), ia menemukan bahwa pada masa itu hologram memang belum digunakan sebagai sistem pengaman dokumen akademik.

“Sejak gelar perkara ditunjukkan ijazah analog dari Bapak Joko Widodo, saya kaji lagi. Ternyata ada embos dan watermark,” kata Rismon.

Ia menambahkan, penggunaan watermark dan embos memang merupakan sistem pengaman dokumen yang umum digunakan pada periode tersebut.

“Mungkin setelah saya kaji dengan beberapa objek ijazah lainnya di tahun yang sama dari UGM, memang pada saat itu hologram tidak dipakai sebagai pengunci atau pengaman dalam sebuah ijazah,” jelasnya.

Klarifikasi atas Isi Buku Jokowi’s White Paper

Rismon juga mengakui bahwa temuan terbaru tersebut membuat sebagian kesimpulan dalam buku Jokowi’s White Paper perlu dikoreksi. Ia menyebut, terdapat kekeliruan dalam analisis awal yang ia lakukan sebelumnya.

Karena itu, ia memilih untuk menyampaikan klarifikasi secara terbuka sebagai bentuk tanggung jawab akademik.

“Saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi terkait temuan-temuan saya yang baru,” ujar Rismon.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari integritas ilmiah yang harus dijaga oleh seorang peneliti.

Menurut Rismon, penelitian harus bersifat independen dan siap diuji oleh berbagai pihak. Namun ketika ditemukan kekeliruan, peneliti juga harus berani menyampaikan koreksi secara transparan kepada publik.

Pesan Terbuka untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa

Selain menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi, Rismon juga menyinggung Roy Suryo dan Dokter Tifa yang sebelumnya turut mempertanyakan keaslian ijazah Presiden ke-7 RI tersebut.

Ia mengatakan bahwa pesan Jokowi yang menyebut masih adanya “pintu terbuka” seharusnya dipahami sebagai kesempatan untuk menyelesaikan polemik secara baik.

Rismon tidak secara langsung meminta Roy Suryo maupun Dokter Tifa melakukan hal yang sama seperti dirinya. Namun ia menilai pesan tersebut dapat menjadi refleksi bagi semua pihak yang terlibat dalam polemik ijazah Jokowi.

Menurutnya, polemik yang terjadi selama ini sebaiknya diselesaikan melalui pendekatan ilmiah dan komunikasi terbuka.

Dengan adanya klarifikasi dan temuan baru yang ia sampaikan, Rismon berharap polemik mengenai ijazah Jokowi dapat disikapi secara lebih objektif.

Peneliti Harus Siap Dikritik

Rismon menegaskan bahwa sebagai peneliti ia siap menerima kritik, bahkan hujatan, selama proses penelitian berlangsung. Namun ia menilai kritik tersebut harus tetap berada dalam koridor ilmiah.

“Itulah pertanggungjawaban seorang peneliti yang harus independen, siap dicerca, dihina dengan narasi-narasi sesuka mereka,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, ia menekankan bahwa setiap pernyataan yang disampaikan kepada publik harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dengan permintaan maaf dan klarifikasi yang disampaikan, Rismon berharap polemik yang berkembang di masyarakat dapat mereda dan tidak lagi memunculkan kesalahpahaman baru. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Presiden KSPSI Ungkap 55.000 Buruh Terancam PHK, Satu Perusahaan Sudah Tutup Operasional

Presiden KSPSI Ungkap 55.000 Buruh Terancam PHK, Satu Perusahaan Sudah Tutup Operasional

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea menyebut sekitar 55.000 buruh di Indonesia terancam terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Belum Juga Mulai Liga Voli Korea, Pelatih Hyundai Hillstate Sudah Dibuat Pusing karena Jadwal Padat Para Pemain

Belum Juga Mulai Liga Voli Korea, Pelatih Hyundai Hillstate Sudah Dibuat Pusing karena Jadwal Padat Para Pemain

Menjelang gelaran Liga Voli Korea 2026/2027, Pelatih hyundai Hillstate, Kang Sung Hyung sudah dibuat pusing dengan persiapan mereka menghadapi musim depan.
Kepercayaan Publik ke Polri Meningkat, Survei Ungkap Citra Institusi Makin Positif

Kepercayaan Publik ke Polri Meningkat, Survei Ungkap Citra Institusi Makin Positif

Berdasarkan hasil Survei Litbang Kompas periode April 2026, tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Lansia di Kulon Progo Dibacok ODGJ saat Panen Kelapa, Luka Robek di Kepala dan Telinga Nyaris Putus

Lansia di Kulon Progo Dibacok ODGJ saat Panen Kelapa, Luka Robek di Kepala dan Telinga Nyaris Putus

Seorang lansia di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta mengalami luka berat setelah menjadi korban pembacokan oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). 
Puluhan Ribu Warga Serbu Voting Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Ini Bukan Sekadar Pilih Desain

Puluhan Ribu Warga Serbu Voting Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Ini Bukan Sekadar Pilih Desain

Antusiasme masyarakat dalam menentukan logo resmi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus berlangsung.
Penyandang Disabilitas Diberikan Ketrampilan Siap Kerja

Penyandang Disabilitas Diberikan Ketrampilan Siap Kerja

Melalui Program Vokasi Disabilitas bersama Mandiri Taspen, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membekali keterampilan siap kerja bagi penyandang disabilitas.

Trending

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Turki Vs AS

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Turki Vs AS

Laga pamungkas Grup D Piala Dunia 2026 antara Turki vs Amerika Serikat (AS) yang bertempat di Stadion Los Angeles, AS, pada Jumat (26/6/2026) pukul 09.00 WIB diprediksi berjalan seru.
Viral Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Ini Penjelasan Polisi

Viral Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Ini Penjelasan Polisi

Disebutkan sebanyak 28 akses gerbang tol di Jakarta masuk dalam skema ganjil genap yang berlaku setiap hari kerja. Jadwalnya dibagi menjadi dua sesi, yakni pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB.
Berbaju PSI, Jokowi Mulai Blusukan ke Lampung

Berbaju PSI, Jokowi Mulai Blusukan ke Lampung

Presiden ke-7 Joko Widodo memulai blusukan dan bertemu warga hari ini, Jumat (26/06/2026). Berangkat dari Bandara Adi Soemarno Solo menuju Lampung, dia nampak mengenakan topi dan kemeja berlogo Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Tegas Menolak, Iran Meminta Pencairan Dana Bukan Dalam Bentuk Produk Pertanian AS: Panen Kami Melimpah!

Tegas Menolak, Iran Meminta Pencairan Dana Bukan Dalam Bentuk Produk Pertanian AS: Panen Kami Melimpah!

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf pada Kamis menolak klaim Amerika Serikat bahwa aset Teheran yang dibekukan dan telah dicairkan akan digunakan untuk membeli produk pertanian Amerika.
Hasil Piala Dunia 2026: Paraguay dan Australia Bermain Imbang Tanpa Gol

Hasil Piala Dunia 2026: Paraguay dan Australia Bermain Imbang Tanpa Gol

Paraguay dan Australia harus puas berbagi satu poin setelah bermain imbang tanpa gol pada laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026, Jumat (26/6/2026) pagi WIB.
Media Vietnam Tak Habis Pikir, Baru Juga FIFA Umumkan Turnamen Baru, Timnas Indonesia Sudah Siap Pecahkan Rekor

Media Vietnam Tak Habis Pikir, Baru Juga FIFA Umumkan Turnamen Baru, Timnas Indonesia Sudah Siap Pecahkan Rekor

Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan besar media Vietnam setelah menunjukkan ambisi besar meraih gelar juara dan ruan rumah dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadi Tersangka Sejak 2023 Firli Bahuri Belum Juga Ditahan, Kapolda Metro Jaya Digugat ke PN Jaksel

Jadi Tersangka Sejak 2023 Firli Bahuri Belum Juga Ditahan, Kapolda Metro Jaya Digugat ke PN Jaksel

Ketua ARUKKI mengatakan gugatan tersebut diajukan sebagai bentuk kritik terhadap belum rampungnya penanganan perkara dugaan korupsi yang menjerat Firli Bahuri.
Selengkapnya

Viral