Program Makan Bergizi Gratis Dorong Ekonomi Daerah, Pembangunan Dapur MBG Terus Diperluas
- Antara
Selain itu, terdapat pula isu terkait status tenaga kerja di dapur MBG yang sebagian masih berstatus harian atau relawan tanpa kontrak kerja formal. Hal ini menimbulkan kerentanan dari sisi ketenagakerjaan yang perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan program ke depan.
Reformasi Tata Kelola Dinilai Penting
Sejumlah pengamat juga menilai bahwa penguatan sistem pengawasan sangat diperlukan agar program MBG berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Beberapa tantangan yang perlu dibenahi antara lain sistem jaminan keamanan pangan, standar operasional dapur, serta potensi praktik mark-up bahan baku untuk menutup biaya operasional.
Dengan perbaikan tata kelola yang berkelanjutan, program MBG diharapkan dapat terus memberikan manfaat gizi bagi masyarakat sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah.
BGN Bangun Dapur MBG Baru di Kota Serang
Seiring dengan perluasan program MBG secara nasional, Badan Gizi Nasional (BGN) juga terus memperkuat infrastruktur dapur produksi di berbagai daerah. Salah satunya melalui pembangunan dapur MBG di kawasan Masjid Agung Ats-Tsauroh, Kota Serang, Banten.
Pembangunan dapur ini ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan SPPG untuk mendukung distribusi makanan bergizi bagi masyarakat.
![]()
BGN menyatakan dapur tersebut nantinya akan menjadi pusat produksi makanan bergizi yang dikelola melalui sistem SPPG agar distribusi makanan kepada penerima manfaat dapat berjalan lebih efektif dan terstandarisasi.
Dampak Ekonomi di Kota Serang Capai Rp100 Miliar
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menyampaikan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung pelaksanaan program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengatakan keberadaan dapur MBG telah memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi Kota Serang.
![]()
Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 80 hingga 90 dapur MBG yang beroperasi di wilayah tersebut. Kehadiran dapur tersebut memicu perputaran ekonomi hingga mencapai sekitar Rp100 miliar setiap bulan.
“Dengan adanya dapur MBG, perputaran uang di Kota Serang sebulan bisa mencapai Rp100 miliar. Jadi dalam setahun hampir Rp1,2 triliun, sementara APBD kita hanya sekitar Rp1,6 triliun,” ujar Nur Agis.
Load more