News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terbongkar! Fakta-Fakta OTT KPK di Cilacap: Target Rp750 Juta, Bupati Diduga Kumpulkan Uang dari Puluhan Dinas

OTT KPK di Cilacap mengungkap dugaan pemerasan oleh Bupati Syamsul Auliya. Target Rp750 juta dari puluhan dinas, Rp610 juta sudah terkumpul.
Minggu, 15 Maret 2026 - 09:12 WIB
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman
Sumber :
  • Instagram @syamsul_auliya_rachman

Cilacap, tvOnenews.com - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, membuka sejumlah fakta mengejutkan. Dalam operasi tersebut, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman ikut diamankan bersama puluhan orang lainnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena dugaan pemerasan yang melibatkan banyak satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan pemerintah daerah. KPK pun mengungkap berbagai fakta terkait aliran dana, jumlah pihak yang terlibat, hingga target uang yang diduga diminta oleh bupati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut sejumlah fakta penting terkait OTT KPK terhadap Bupati Cilacap.

1. Bupati Cilacap Terjaring OTT KPK

KPK melakukan operasi tangkap tangan di wilayah Cilacap pada 13 Maret 2026. Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan sejumlah pejabat daerah termasuk Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan bahwa kepala daerah tersebut termasuk dalam pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

OTT ini merupakan operasi kesembilan yang dilakukan KPK sepanjang 2026 sekaligus yang ketiga selama bulan Ramadan.

2. Total 27 Orang Diamankan

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 27 orang yang terdiri dari pejabat pemerintah daerah, aparatur sipil negara (ASN), hingga pihak swasta.

Seluruh pihak yang diamankan sempat menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami dugaan tindak pidana yang terjadi.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebutkan bahwa para pihak tersebut diamankan dari berbagai lokasi di wilayah Cilacap.

3. Diduga Terkait Suap Proyek Pemerintah

KPK mengungkap bahwa OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan uang dari proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Penyidik menemukan indikasi adanya penerimaan uang oleh pihak bupati yang berkaitan dengan sejumlah proyek daerah.

Kasus ini kemudian berkembang menjadi dugaan pemerasan terhadap sejumlah perangkat daerah.

4. Target Pengumpulan Uang Capai Rp750 Juta

KPK mengungkap bahwa Bupati Cilacap diduga menargetkan pengumpulan dana hingga Rp750 juta dari perangkat daerah.

Dana tersebut disebut diminta melalui Sekretaris Daerah Cilacap untuk kemudian dikumpulkan dari berbagai satuan kerja perangkat daerah.

Namun hingga operasi tangkap tangan dilakukan, jumlah uang yang berhasil terkumpul tercatat sekitar Rp610 juta.

5. Setoran dari Puluhan Dinas

Dalam penyelidikan KPK terungkap bahwa uang tersebut dikumpulkan dari berbagai perangkat daerah.

Sebanyak 23 satuan kerja perangkat daerah diketahui telah menyetorkan uang dengan jumlah yang bervariasi.

Besaran setoran tersebut berkisar antara:

  • Rp3 juta

  • Rp10 juta

  • Rp50 juta

  • hingga Rp100 juta per dinas

Padahal pada awalnya setiap perangkat daerah diminta menyetor sekitar Rp75 juta hingga Rp100 juta.

Namun karena sebagian dinas tidak mampu memenuhi jumlah tersebut, terjadi penyesuaian besaran setoran setelah dilakukan pembahasan.

6. Uang Diduga untuk THR Pejabat

KPK juga mengungkap bahwa sebagian dana yang dikumpulkan diduga akan digunakan untuk kebutuhan tunjangan hari raya (THR).

Dana tersebut rencananya akan diberikan kepada pihak eksternal yang tergabung dalam forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).

Jumlah yang diperkirakan dibutuhkan untuk kebutuhan tersebut mencapai sekitar Rp515 juta.

7. Uang Disimpan dalam Tas Bingkisan

Saat operasi tangkap tangan dilakukan, KPK juga menyita sejumlah uang tunai dalam bentuk rupiah.

Uang tersebut ditemukan telah dimasukkan ke dalam beberapa tas bingkisan sebelum akhirnya disita sebagai barang bukti oleh penyidik.

Jumlah pasti uang yang diamankan sempat dihitung oleh penyidik setelah OTT berlangsung.

8. Dua Orang Resmi Jadi Tersangka

Sehari setelah OTT, KPK kemudian menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Keduanya adalah:

  • Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

  • Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardono

Keduanya diduga terlibat dalam kasus pemerasan dan penerimaan lainnya terkait proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap pada tahun anggaran 2025–2026.

9. Harta Kekayaan Bupati Cilacap

Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang dilaporkan pada Januari 2026, total kekayaan Syamsul Auliya Rachman tercatat sekitar Rp12,03 miliar.

Rinciannya meliputi:

  • Tanah dan bangunan: Rp8,15 miliar

  • Kendaraan: Rp1,4 miliar

  • Harta bergerak lainnya: Rp360 juta

  • Kas dan setara kas: Rp1,29 miliar

  • Harta lainnya: Rp1,05 miliar

Dalam laporan tersebut juga tercatat utang sebesar Rp215 juta.

Kasus Masih Terus Didalami

KPK hingga kini masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan kepala daerah aktif serta dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah di lingkungan pemerintah kabupaten.

Proses penyidikan pun masih terus berjalan untuk mengungkap secara lengkap praktik yang terjadi di balik OTT KPK di Cilacap. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal KRL Rute Rangkasbitung-Tanah Abang Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Interval 20 Menit di Jam Sibuk

Jadwal KRL Rute Rangkasbitung-Tanah Abang Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Interval 20 Menit di Jam Sibuk

Inilah jadwal KRL Commuter Line relasi Rangkasbitung-Tanah Abang pada hari ini Kamis 29 Oktober 2026 dengan interval keberangkatan setiap hampir 20 menit sekali
Timnas Indonesia Main Kandang di FIFA Matchday November usai Situasi Timur Tengah Tak Menentu? Ini Jawaban Erick Thohir

Timnas Indonesia Main Kandang di FIFA Matchday November usai Situasi Timur Tengah Tak Menentu? Ini Jawaban Erick Thohir

Erick Thohir memastikan Timnas Indonesia tak bermain di GBK pada FIFA Matchday November 2026. PSSI mempertimbangkan lokasi dan lawan pengganti di luar negeri.
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Seluruh Wilayah DKI Jakarta Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Seluruh Wilayah DKI Jakarta Diguyur Hujan

Menurut prakiraan cuaca yang dirilis BMKG, seluruh wilayah administratif DKI Jakarta pada Kamis 29 Oktober 2026 diguyur hujan intensitas ringan hingga sedang.
Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Usai dua hasil positif di babak 32 dan 16 besar Tier C, Timnas Indonesia U-15 akan tampil di babak perempat final untuk memperebutkan peringkat 65-72 dunia di babak semifinal Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026.
Dibuang ke Hutan dengan Luka Bakar 50 Persen, Begini Kondisi Memilukan ART Banten yang Disiksa Majikan di Malaysia

Dibuang ke Hutan dengan Luka Bakar 50 Persen, Begini Kondisi Memilukan ART Banten yang Disiksa Majikan di Malaysia

Nasib tragis menimpa perempuan inisial SR (22), seorang asisten rumah tangga (ART) asal Banten yang menjadi korban penyiksaan keji oleh majikannya di Malaysia. 
Conor McGregor Belum Menyerah, Pelatih Ungkap Syarat Utama untuk Comeback ke UFC

Conor McGregor Belum Menyerah, Pelatih Ungkap Syarat Utama untuk Comeback ke UFC

Pelatih Conor McGregor, John Kavanagh ungkap bahwa petarung berjuluk The Notorious itu masih memiliki keinginan untuk kembali bertarung meski sempat cedera.

Trending

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Situasi Timur Tengah yang belum stabil mengancam agenda FIFA Matchday November 2026. Erick Thohir membuka opsi negara dan lawan pengganti bagi Timnas Indonesia.
Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Nasib nahas menimpa ART asal Banten, SR. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai dibuang majikannya di pinggir jalan, Selangor, Malaysia, pada 16 Oktober.
Bakom RI: Pemerintah Hormati Aksi Demo Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Terus Bekerja dan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat

Bakom RI: Pemerintah Hormati Aksi Demo Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Terus Bekerja dan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat

Pemerintah RI secara resmi menanggapi aspirasi yang disampaikan mahasiswa melalui aksi demonstrasi dengan menegaskan bahwa kebebasan berpendapat adalah pilar penting dalam demokrasi. 
Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meluapkan amarahnya saat sidak terhadap dugaan praktik pengoplosan beras bersubsidi menjadi premium di Jakarta Timur.
Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Kelurahan Kembangan Selatan tengah menggalakkan gerakan sadar lingkungan dengan cara yang unik. 
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

AI mengubah dunia pendidikan. Literasi digital, kemampuan memeriksa informasi, berpikir kritis, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bekal
Selengkapnya

Viral