News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Haru Pemudik dari Medan Perjalanan 3 Hari 3 Malam Naik Bus Demi Bertemu Anak di Jakarta

Hiruk pikuk arus mudik di Terminal Kampung Rambutan tidak hanya diwarnai penumpang yang hendak pulang kampung. Sebagian lainnya justru datang dari berbagai daerah untuk menemui keluarga yang merantau di Jakarta.
Minggu, 15 Maret 2026 - 13:45 WIB
Pemudik dari Medan Susilawaty
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar-tvOne

Jakarta, tvOnenews.com – Hiruk pikuk arus mudik di Terminal Kampung Rambutan tidak hanya diwarnai penumpang yang hendak pulang kampung. Sebagian lainnya justru datang dari berbagai daerah untuk menemui keluarga yang merantau di Jakarta.

Di antara deretan bus yang baru saja tiba dari Pulau Sumatera, Susilawaty (58) tampak turun perlahan dari bus yang membawanya menempuh perjalanan panjang lintas pulau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wajahnya terlihat lelah setelah perjalanan berhari-hari, namun sorot matanya memancarkan rasa bahagia karena akhirnya berhasil tiba di ibu kota.

Perempuan yang berasal dari Medan itu mengaku datang jauh-jauh ke Jakarta karena rindu dengan anaknya yang sudah lama merantau.

“Saya datang dari Sumatera Utara, terutama kalau di sana dikenal dengan Kota Medan,” ujar Susilawaty saat diwawancarai tvOnenews.com di Terminal Kampung Rambutan, Minggu (15/3/2026).

Ia menjelaskan keputusan datang ke Jakarta diambil karena sang anak yang telah bekerja di ibu kota selama empat tahun tidak bisa pulang kampung tahun ini.

“Saya datang ke Jakarta karena kangen dengan anak yang sudah kerja merantau di Jakarta selama empat tahun. Kebetulan tahun ini dia enggak mudik ke Medan atau ke Sumatera, jadi kamilah yang jalan-jalan ke sana sekalian ingin bawa ayahnya jalan-jalan ke Jakarta untuk melihat-lihat Kota Jakarta yang sangat wow luar biasa besarnya Kota Jakarta ini,” katanya.

Perjalanan yang ditempuh Susilawaty bukanlah perjalanan singkat. Ia harus menempuh perjalanan panjang menggunakan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Sumatera menuju Jakarta.

“Saya datang dari Medan ke Jakarta menempuh Kota Jakarta selama tiga hari tiga malam naik bus,” ungkapnya.

Selama perjalanan, ia bahkan sempat terjebak kemacetan panjang di jalur lintas Sumatera yang dipadati kendaraan para pemudik.

Masyaallah, perjalanan dari Kota Medan menuju Jakarta sangat luar biasa, padat, macet. Terutama di kota arah mau Riau ke Palembang,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemacetan tersebut, kata dia, berlangsung cukup lama hingga membuat perjalanan semakin melelahkan.

“Kejebak macet kira-kira sekitar lima sampai enam jam,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pria Tega Siram Bensin hingga Bakar Tubuh Pacar, Cekcok Berawal Lihat Isi Chat WA Pelaku dengan Wanita Lain

Pria Tega Siram Bensin hingga Bakar Tubuh Pacar, Cekcok Berawal Lihat Isi Chat WA Pelaku dengan Wanita Lain

Seorang pria tega menyiram bensin ke bagian tubuh sang pacar viral di media sosial. Aksi dugaan penganiayaan ini membuat korban terbakar hidup-hidup di Kalteng.
Sempat Tak Terkalahkan di Awal, Wakil Asia Kian Menipis Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Sempat Tak Terkalahkan di Awal, Wakil Asia Kian Menipis Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Dominasi yang sempat dipamerkan di awal kompetisi Piala Dunia 2026 mulai runtuh. Akibatnya, hanya segelintir tim-tim tangguh yang mampu bertahan di fase gugur.
Tak Terima Pelatihnya Dihujat, Erling Haaland Blak-blakan Usai Norwegia Dibantai Prancis di Piala Dunia 2026

Tak Terima Pelatihnya Dihujat, Erling Haaland Blak-blakan Usai Norwegia Dibantai Prancis di Piala Dunia 2026

Kekalahan Norwegia dari Prancis pada laga Grup I Piala Dunia 2026 memicu kritik terhadap sang pelatih. Erling Haaland akhirnya buka suara soal keputusan itu.
Gubernur Pramono Anung Sebut Parpol di Jakarta Harus Utamakan Kepentingan Warga di Atas Golongan

Gubernur Pramono Anung Sebut Parpol di Jakarta Harus Utamakan Kepentingan Warga di Atas Golongan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo meminta seluruh partai politik di ibu kota untuk menanggalkan kepentingan pribadi maupun kelompok demi kesejahteraan masyarakat. 
5 Dimensi Penerapan Risk Assessment Kasus Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya YTR Versi Psikolog Forensik, Apa Saja?

5 Dimensi Penerapan Risk Assessment Kasus Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya YTR Versi Psikolog Forensik, Apa Saja?

Psikolog forensik, Reza Indragiri berbagi 5 dimensi jika risk assessment diterapkan dalam kasus penyekapan dan penganiayaan dilakukan Taufik Hidayat pada YTR.
Detik-detik Lansia Terseret Ombak di Pantai Anyer, Evakuasi Berlangsung Dramatis!

Detik-detik Lansia Terseret Ombak di Pantai Anyer, Evakuasi Berlangsung Dramatis!

Seorang wisatawan lanjut usia (lansia) asal Kota Serang nyaris menjadi korban kecelakaan laut setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Elpukara, kawasan wisata Anyer.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral