Kisah Haru Pemudik dari Medan Perjalanan 3 Hari 3 Malam Naik Bus Demi Bertemu Anak di Jakarta
- Abdul Gani Siregar-tvOne
Jakarta, tvOnenews.com – Hiruk pikuk arus mudik di Terminal Kampung Rambutan tidak hanya diwarnai penumpang yang hendak pulang kampung. Sebagian lainnya justru datang dari berbagai daerah untuk menemui keluarga yang merantau di Jakarta.
Di antara deretan bus yang baru saja tiba dari Pulau Sumatera, Susilawaty (58) tampak turun perlahan dari bus yang membawanya menempuh perjalanan panjang lintas pulau.
Wajahnya terlihat lelah setelah perjalanan berhari-hari, namun sorot matanya memancarkan rasa bahagia karena akhirnya berhasil tiba di ibu kota.
Perempuan yang berasal dari Medan itu mengaku datang jauh-jauh ke Jakarta karena rindu dengan anaknya yang sudah lama merantau.
“Saya datang dari Sumatera Utara, terutama kalau di sana dikenal dengan Kota Medan,” ujar Susilawaty saat diwawancarai tvOnenews.com di Terminal Kampung Rambutan, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan keputusan datang ke Jakarta diambil karena sang anak yang telah bekerja di ibu kota selama empat tahun tidak bisa pulang kampung tahun ini.
“Saya datang ke Jakarta karena kangen dengan anak yang sudah kerja merantau di Jakarta selama empat tahun. Kebetulan tahun ini dia enggak mudik ke Medan atau ke Sumatera, jadi kamilah yang jalan-jalan ke sana sekalian ingin bawa ayahnya jalan-jalan ke Jakarta untuk melihat-lihat Kota Jakarta yang sangat wow luar biasa besarnya Kota Jakarta ini,” katanya.
Perjalanan yang ditempuh Susilawaty bukanlah perjalanan singkat. Ia harus menempuh perjalanan panjang menggunakan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Sumatera menuju Jakarta.
“Saya datang dari Medan ke Jakarta menempuh Kota Jakarta selama tiga hari tiga malam naik bus,” ungkapnya.
Selama perjalanan, ia bahkan sempat terjebak kemacetan panjang di jalur lintas Sumatera yang dipadati kendaraan para pemudik.
“Masyaallah, perjalanan dari Kota Medan menuju Jakarta sangat luar biasa, padat, macet. Terutama di kota arah mau Riau ke Palembang,” ujarnya.
Kemacetan tersebut, kata dia, berlangsung cukup lama hingga membuat perjalanan semakin melelahkan.
“Kejebak macet kira-kira sekitar lima sampai enam jam,” tuturnya.
Load more