News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DPR Soroti AI Instan dalam Pembelajaran, Komisi X Minta Regulasi Tegas agar Tak Rusak Daya Analisis Anak

Komisi X DPR RI menyoroti penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) instan dalam proses belajar siswa yang dinilai berpotensi merusak
Senin, 16 Maret 2026 - 00:30 WIB
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.com – Komisi X DPR RI menyoroti penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) instan dalam proses belajar siswa yang dinilai berpotensi merusak kemampuan berpikir anak.

Pemerintah diminta tidak hanya membuat regulasi, tetapi juga memastikan implementasinya berjalan efektif di sekolah dan di rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menilai penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) 7 Menteri tentang pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam pendidikan merupakan langkah yang patut diapresiasi.

“Pada prinsipnya, kita tidak melarang anak-anak menggunakan teknologi, tetapi kita hindari dampak negatif atau hal-hal mudarat yang disebabkan oleh penggunaan teknologi yang terlalu instan, yang dapat merusak kemampuan kognitif anak serta mengurangi daya analisisnya,” ucap Hetifah, Minggu (15/3/2026).

Menurut dia, penggunaan teknologi yang terlalu instan berisiko membuat siswa melewati proses berpikir dalam pembelajaran.

Namun, Hetifah menegaskan keberhasilan kebijakan ini tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Peran sekolah hingga orang tua dinilai sangat menentukan.

“Hal ini membutuhkan ketegasan dalam regulasi, namun yang lebih penting adalah pelaksanaannya tidak semata-mata mengandalkan pemerintah. Kita membutuhkan kerja sama yang baik dengan pihak satuan pendidikan, sekolah, guru, dan terutama orang tua di rumah,” katanya.

Adapun, selain pembatasan AI instan, pemerintah juga tengah mengatur pembatasan penggunaan media sosial bagi anak-anak.

Menurut Hetifah, kebijakan tersebut akan menjadi masa transisi yang penting bagi masyarakat.

“Terkait pembatasan penggunaan media sosial yang rentan bagi anak-anak, ini akan menjadi proses transisi yang sangat penting bagi semua pihak,” ujarnya.

Ia menilai anak-anak di Indonesia sudah sangat cepat terpapar media sosial, sehingga pembatasan perlu diikuti dengan alternatif aktivitas digital yang lebih sehat.

“Anak-anak di Indonesia selama ini sudah terpapar sangat cepat dengan media sosial, sehingga mereka membutuhkan opsi atau alternatif jika terjadi pembatasan,” kata Hetifah.

Karena itu, ia menekankan aturan tersebut harus dijalankan secara konsisten agar tidak berhenti sebagai kebijakan di atas kertas.

“Aturan ini harus konsisten dilaksanakan, baik di rumah maupun di sekolah, agar hasil dari keputusan bersama ini dapat berjalan efektif,” ujarnya.

Meski demikian, Hetifah mengakui pemerintah masih perlu menyiapkan petunjuk teknis yang lebih jelas terkait batasan penggunaan AI instan dalam pendidikan.

“Tentu perlu petunjuk teknis yang lebih jelas. Kita tahu bahwa teknologi, termasuk AI, memiliki banyak kelebihan. Kita tetap ingin AI digunakan untuk proses pembelajaran, misalnya untuk coding,” kata dia.

Ia bahkan mendorong pemerintah menyiapkan AI nasional yang khusus dikembangkan untuk kepentingan pendidikan.

“Ke depan, barangkali ada baiknya jika pemerintah menyiapkan AI Nasional yang khusus didedikasikan untuk kepentingan pendidikan,” ujarnya.

Menurut Hetifah, penggunaan AI yang dianggap instan adalah ketika siswa hanya meminta hasil akhir tanpa melalui proses belajar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Selama ini kita sering menggunakan AI hanya untuk memerintah, misalnya meminta dibuatkan tulisan secara langsung. Padahal, AI seharusnya menjadi alat bantu untuk mempermudah proses analisis dan pengolahan data,” katanya.

Karena itu, ia menilai metode prompt engineering perlu diajarkan kepada guru dan siswa agar AI dapat dimanfaatkan secara lebih tepat dalam pembelajaran. (rpi/aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Orang Kepercayaan Fredy Pratama Akhirnya Tertangkap! Ini Peran Vital Frans Antoni dalam Jaringan Narkoba Internasional

Orang Kepercayaan Fredy Pratama Akhirnya Tertangkap! Ini Peran Vital Frans Antoni dalam Jaringan Narkoba Internasional

Bareskrim Polri menangkap Frans Antoni, orang dekat Fredy Pratama yang diduga menjadi pengendali keuangan dan operasional jaringan narkoba internasional. Begini peran dan jejak
Dinilai Miliki Komitmen Keterbukaan Informasi Publik, Bupati Serang Diganjar Anugerah

Dinilai Miliki Komitmen Keterbukaan Informasi Publik, Bupati Serang Diganjar Anugerah

Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) memberikan anugerah kepada Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah sebagai Sahabat Pers Indonesia 2026.
Siapa Steven Lyons? Jejak Kelam Raja Narkoba dan Pencucian Uang yang Diburu Interpol Berhasil Dibekuk di Bali

Siapa Steven Lyons? Jejak Kelam Raja Narkoba dan Pencucian Uang yang Diburu Interpol Berhasil Dibekuk di Bali

Steven Lyons, bos mafia asal Skotlandia yang masuk Red Notice Interpol, ditangkap di Bali. Simak profil, rekam jejak kriminal, jaringan narkoba internasional, hingga perang berdarah
Presiden Prabowo Beri Lampu Hijau: Dukung Penuh Naturalisasi Demi Kejayaan Sepak Bola Nasional

Presiden Prabowo Beri Lampu Hijau: Dukung Penuh Naturalisasi Demi Kejayaan Sepak Bola Nasional

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh segala upaya yang bertujuan memajukan prestasi sepak bola Indonesia, termasuk dalam hal naturalisasi pemain keturunan. 
Jamintel Kejagung Dorong Peran Aktif ABPEDNAS Realisasi Restorative Justice di Desa

Jamintel Kejagung Dorong Peran Aktif ABPEDNAS Realisasi Restorative Justice di Desa

Jamintel Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Reda Manthovani hadir dalam pelantikan DPD dan DPC ABPEDNAS se-Maluku Utara.
Duel Maut Gara-Gara Ejekan di Medsos, Pelajar 16 Tahun Tewas Dibacok di Cilincing

Duel Maut Gara-Gara Ejekan di Medsos, Pelajar 16 Tahun Tewas Dibacok di Cilincing

Perselisihan di media sosial berujung duel maut di Cilincing, Jakarta Utara. Seorang pelajar tewas setelah dibacok lawannya. Polisi menangkap pelaku yang masih berusia 14 tahun

Trending

Jamintel Kejagung Dorong Peran Aktif ABPEDNAS Realisasi Restorative Justice di Desa

Jamintel Kejagung Dorong Peran Aktif ABPEDNAS Realisasi Restorative Justice di Desa

Jamintel Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Reda Manthovani hadir dalam pelantikan DPD dan DPC ABPEDNAS se-Maluku Utara.
Dermatitis Atopik Masih Jadi Kasus Terbanyak pada Anak, Ini Penjelasan Ahli

Dermatitis Atopik Masih Jadi Kasus Terbanyak pada Anak, Ini Penjelasan Ahli

Di Indonesia, dermatitis atopik bahkan tercatat sebagai salah satu penyakit kulit yang paling sering ditangani pada layanan dermatologi anak.
Kebakaran Rumah Bertingkat di Pademangan Jakut: Enam Penghuni Selamat, Kerugian Ditaksir Tembus Rp1 Miliar

Kebakaran Rumah Bertingkat di Pademangan Jakut: Enam Penghuni Selamat, Kerugian Ditaksir Tembus Rp1 Miliar

Musibah kebakaran melanda sebuah rumah bertingkat di Jalan Pademangan II, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, pada Jumat (19/6) malam. 
Survei Sebut Jokowi Dongkrak Citra Positif, PSI Perlu Konvensi Jadi Program Kerja

Survei Sebut Jokowi Dongkrak Citra Positif, PSI Perlu Konvensi Jadi Program Kerja

Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) secara terang-terangan memberikan dukungannya kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Jadwal AVC Men's Cup 2026: Resmi Dimulai dari Hari Ini! Timnas Voli Indonesia Langsung Berjumpa Korea Selatan

Jadwal AVC Men's Cup 2026: Resmi Dimulai dari Hari Ini! Timnas Voli Indonesia Langsung Berjumpa Korea Selatan

Jadwal AVC Men's Cup 2026 di Ahmedabad, India yang akan dimulai dari hari ini Sabtu, 20 Juni, dengan duel Qatar vs Oman menjadi laga pembuka.
Siapa Steven Lyons? Jejak Kelam Raja Narkoba dan Pencucian Uang yang Diburu Interpol Berhasil Dibekuk di Bali

Siapa Steven Lyons? Jejak Kelam Raja Narkoba dan Pencucian Uang yang Diburu Interpol Berhasil Dibekuk di Bali

Steven Lyons, bos mafia asal Skotlandia yang masuk Red Notice Interpol, ditangkap di Bali. Simak profil, rekam jejak kriminal, jaringan narkoba internasional, hingga perang berdarah
Duel Maut Gara-Gara Ejekan di Medsos, Pelajar 16 Tahun Tewas Dibacok di Cilincing

Duel Maut Gara-Gara Ejekan di Medsos, Pelajar 16 Tahun Tewas Dibacok di Cilincing

Perselisihan di media sosial berujung duel maut di Cilincing, Jakarta Utara. Seorang pelajar tewas setelah dibacok lawannya. Polisi menangkap pelaku yang masih berusia 14 tahun
Selengkapnya

Viral