Komisi III DPR Bawa-bawa Nama Novel Baswedan di Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
- Tangkapan Layar Instagram @podcastseninsore
Ia meyakini, polisi bisa dengan mudah menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Apalagi, kata dia, sudah ada rekaman CCTV di lokasi kejadian.
"Komisi III DPR RI meminta Kapolri, Kapolda Metro Jaya, untuk bisa mengungkap dan menemukan serta menangkap pelakunya, apalagi sudah dibantu dengan CCTV," beber Nasir Minggu (15/3/2026).
"Jadi, mungkin tidak tidak terlalu sulit bagi polisi untuk bisa menemukan dan menangkap pelakunya."
"Tidak ada CCTV saja polisi bisa menemukan dan menangkap pelaku satu peristiwa kejahatan. Apalagi ini sudah sangat terang-benderang direkam di CCTV."
"Nah, oleh karena itu kami sekali lagi sangat-sangat mengharapkan kepada pihak kepolisian untuk bisa mengusut ini secara tuntas, sampai kepada dalang daripada penyiraman air keras tersebut."
Nasir Djamil lantas menerangkan, aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini dapat menimbulkan kekhawatiran, bahwa hal serupa dapat dialami oleh siapa saja.
Tak hanya aktivis, tetapi juga bisa menimpa jurnalis, politisi, maupun lapisan masyarakat lainnya yang kritis maupun menyampaikan pendapat yang tidak diterima oleh kalangan tertentu.
"Sebab ini kan menimbulkan ketakutan ya, kekhawatiran. Jangan-jangan itu nanti akan menimpa saya begitu," ucap Nasir.
"Dan bisa jadi ini menimpa aktivis misalnya. Jangan-jangan nanti menimpa jurnalis, menimpa politisi seperti kami seperti ini, kan kan kita enggak tahu di jalan seperti apa."
"Jadi, mungkin kita berlindung dari hal seperti itu, tapi tidak tertutup kemungkinan bahwa peristiwa itu bisa menimpa siapa saja."
"Menimpa masyarakat sipil yang selama ini barangkali menyampaikan sikap pendapatnya yang oleh sebagian orang tidak bisa diterima atau belum bisa menerima kritikan atau sikap dan pendapat tersebut."
"Nah, karena itu sekali lagi ini cara-cara yang sangat kampungan, yang membahayakan nyawa orang dan tentu harus segera didapatkan pelakunya, dan itulah harapan masyarakat Indonesia, karena sekali lagi ini tidak bisa kita benarkan," pungkasnya. (aag)
Load more