News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Komisi III DPR Bawa-bawa Nama Novel Baswedan di Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus masih menuai komentar dari
Senin, 16 Maret 2026 - 02:00 WIB
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus disiram air keras
Sumber :
  • Tangkapan Layar Instagram @podcastseninsore

Jakarta, tvOnenew.com - Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus masih menuai komentar dari berbagai elite politik. Bahkan, Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, menanggapi peristiwa tersebut hingga bawa-bawa nama Novel Baswedan.

Untuk diketahui, insiden Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK) terjadi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, aktivis tersebut masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, akibat luka bakar 24 persen yang dideritanya.

Menurut rekaman CCTV saat kejadian, ada dua terduga pelaku berjenis kelamin pria yang berboncengan dan melemparkan wadah berisi cairan ke arah Andrie.

Dalam hal ini, Nasir akui, dirinya beserta kolega di Komisi III DPR RI tidak menyangka peristiwa penyiraman air keras terulang kembali, setelah sebelumnya menimpa Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan pada Selasa, 11 April 2017 atau hampir sembilan tahun lalu.

"Komisi III DPR RI mendesak untuk mengusut siapa otak di balik penyerangan siraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut. Karena kami tidak menyangka kejadian seperti ini terulang kembali setelah menimpa Novel Baswedan beberapa waktu lalu," jelas Nasir.

Menurutnya, serangan penyiraman air keras merupakan tindakan kampungan dan mencerminkan premanisme; sebuah tindakan intimidasi, pemerasan, dan kekerasan yang dilakukan individu atau kelompok (seringkali berkedok ormas) untuk keuntungan atau kepentingan tertentu.

Nasir menilai, penyiraman air keras juga merupakan ancaman kebebasan berpendapat.

"Ternyata cara-cara kampungan dan premanisme seperti ini masih saja dilakukan dan tentu saja ini semacam mengancam kebebasan bagi masyarakat sipil ya," jelas Nasir.

"Bagaimana misalnya kita ingin menyampaikan satu sikap, pendapat, lalu dibalas dengan cara-cara seperti ini."

Nasir Djamil juga mendesak agar pihak kepolisian mengusut tuntas dalang di balik serangan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.

Ia meyakini, polisi bisa dengan mudah menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Apalagi, kata dia, sudah ada rekaman CCTV di lokasi kejadian.

"Komisi III DPR RI meminta Kapolri, Kapolda Metro Jaya, untuk bisa mengungkap dan menemukan serta menangkap pelakunya, apalagi sudah dibantu dengan CCTV," beber Nasir Minggu (15/3/2026).

"Jadi, mungkin tidak tidak terlalu sulit bagi polisi untuk bisa menemukan dan menangkap pelakunya."

"Tidak ada CCTV saja polisi bisa menemukan dan menangkap pelaku satu peristiwa kejahatan. Apalagi ini sudah sangat terang-benderang direkam di CCTV."

"Nah, oleh karena itu kami sekali lagi sangat-sangat mengharapkan kepada pihak kepolisian untuk bisa mengusut ini secara tuntas, sampai kepada dalang daripada penyiraman air keras tersebut."

Nasir Djamil lantas menerangkan, aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini dapat menimbulkan kekhawatiran, bahwa hal serupa dapat dialami oleh siapa saja.

Tak hanya aktivis, tetapi juga bisa menimpa jurnalis, politisi, maupun lapisan masyarakat lainnya yang kritis maupun menyampaikan pendapat yang tidak diterima oleh kalangan tertentu.

"Sebab ini kan menimbulkan ketakutan ya, kekhawatiran. Jangan-jangan itu nanti akan menimpa saya begitu," ucap Nasir.

"Dan bisa jadi ini menimpa aktivis misalnya. Jangan-jangan nanti menimpa jurnalis, menimpa politisi seperti kami seperti ini, kan kan kita enggak tahu di jalan seperti apa."

"Jadi, mungkin kita berlindung dari hal seperti itu, tapi tidak tertutup kemungkinan bahwa peristiwa itu bisa menimpa siapa saja."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Menimpa masyarakat sipil yang selama ini barangkali menyampaikan sikap pendapatnya yang oleh sebagian orang tidak bisa diterima atau belum bisa menerima kritikan atau sikap dan pendapat tersebut."

"Nah, karena itu sekali lagi ini cara-cara yang sangat kampungan, yang membahayakan nyawa orang dan tentu harus segera didapatkan pelakunya, dan itulah harapan masyarakat Indonesia, karena sekali lagi ini tidak bisa kita benarkan," pungkasnya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Medali Emas Kedua untuk Indonesia dari Angkat Besi Kelas 75kg Asian Games 2026

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Medali Emas Kedua untuk Indonesia dari Angkat Besi Kelas 75kg Asian Games 2026

Indonesia berhasil meraih medali emas keduanya pada gelaran Asian Games 2026 lewat Rahmat Erwin Abdullah di cabang olahraga angkat besi, Sabtu 26 September.
4 Drakor Terbaru Oktober 2026 yang Wajib Masuk Watchlist, Bertabur Bintang Besar

4 Drakor Terbaru Oktober 2026 yang Wajib Masuk Watchlist, Bertabur Bintang Besar

Drakor terbaru Oktober 2026 menghadirkan empat judul dengan cerita menarik dan jajaran bintang besar, dari Kim So-hyun hingga Kim You-jung.
Jokowi Pamer KTA PSI di Bandung, Tegaskan Sudah Resmi Jadi Anggota PSI sejak Oktober 2025: Angka Tujuhnya Banyak Sekali

Jokowi Pamer KTA PSI di Bandung, Tegaskan Sudah Resmi Jadi Anggota PSI sejak Oktober 2025: Angka Tujuhnya Banyak Sekali

Jokowi pamer KTA PSI saat Rakorda DPD PSI Kota Bandung. Ia menegaskan telah resmi menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025 dan membacakan nomor keanggotaannya.
Pelatih Hyundai Hillstate Bongkar Perubahan Besar Tim, Megawati Hangestri Jadi Tumpuan Baru

Pelatih Hyundai Hillstate Bongkar Perubahan Besar Tim, Megawati Hangestri Jadi Tumpuan Baru

Hyundai Hillstate menyiapkan perubahan besar jelang musim 2026/2027 setelah kehilangan Yang Hyo-jin. Dalam strategi barunya, Megawati Hangestri diproyeksikan.
Program MBG Berbenah, BGN Pelajari MBG Negeri Sakura

Program MBG Berbenah, BGN Pelajari MBG Negeri Sakura

BGN terus berbenah demi mematangkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa di Indonesia. Tak cuma berpatokan pada sistem dalam negeri,
Akhiri Perjuangan di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Tim Renang Indonesia Berhasil Pecahkan 7 Rekor Nasional

Akhiri Perjuangan di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Tim Renang Indonesia Berhasil Pecahkan 7 Rekor Nasional

Tim Renang Indonesia baru saja mengakhiri perjuangan mereka di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya yang melangsungkan pertandingan terkahir Jumat 25 September kemarin

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Minggu, 27 September 2026, membawa energi yang menuntut keseimbangan antara empati dan keterbukaan. Bebera
Selengkapnya

Viral