Tak Ditutupi Lagi, Dedi Mulyadi Bongkar Akar Masalah dari Kemiskinan di Jawa Barat, Apa Saja?
- Taufik Hidayat/tvOnenews.com
Untuk mengatasi keluhan warga, Pemprov Jabar membuka pos pengaduan bernama Balai Pananggeuhan yang menggunakan dana pribadi dan biaya operasional Gubernur sebesar Rp21 Miliar/ tahun.
Selain itu, dana juga dialirkan dari sumbangan para ASN seharga Rp1.000 setiap hari untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Negara punya duit untuk bayar kesehatan dan pendidikan. Tapi kalau itu kan nggak bisa dianggarkan,” terang Dedi Mulyadi.
“Kedua, itu kan perlu proses. Oke uangnya ada di APBD. tapi kan perlu proses, namanya diajukan, di verifikasi. Wah lama, keburu meninggal yang sakit. Sehingga saya harus selalu ada uang tunai,” sambungnya menjelaskan.
Banyak anggaran yang ia pangkas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan biaya. Sehingga anggaran tersebut disalurkan untuk masyarakat yang membutuhkan.
“Ya sudah mau diapain lagi. Saya nggak punya banyak uang, tetapi saya punya cukup uang untuk bantu orang,” pungkasnya.
(kmr)
Load more