News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Saat Nasib Pendidikan Dipertaruhkan, Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Kirim Harapan untuk Gubernur Dedi Mulyadi

Komite orang tua siswa SMK IDN Bogor menyampaikan pesan terbuka kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas adanya SK pencabutan izin operasional sekolah.
Selasa, 17 Maret 2026 - 22:50 WIB
SMK IDN Boarding School Bogor.
Sumber :
  • Dokumentasi SMK IDN Bogor

Jakarta, tvOnenews.com - Para orang tua siswa SMK IDN Bogor memberikan harapan terbuka kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Harapan itu muncul setelah Pemprov Jabar mencabut izin operasional SMK IDN Boarding School Kabupaten Bogor melalui SK Gubernur diterbitkan Dedi Mulyadi dengan nomor 188/Kep.17-DPMPTSP/2026 pada 19 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komite Korkas kelas XII SMK IDN Boarding School Kabupaten Bogor, Sri Malahayati mewakili orang tua siswa memberikan pesan terbukanya. Ia sangat mengapresiasi upaya Dedi Mulyadi yang konsentrasi terhadap pendidikan anak sekolah di Jabar.

"Saya apresiasi banget Gubernur Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi karena beliau sangat berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan permasalahan hukum," ungkap Sri Malahayati kepada tvOnenews.com, Selasa (17/3/2026).

Harap Dedi Mulyadi Selamatkan Hak Pendidikan Siswa SMK IDN Bogor

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi cabut izin SMK IDN Bogor
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi cabut izin SMK IDN Bogor
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Tim tvOne - Cepi Kurnia

Sri sangat memahami apa yang dilakukan KDM sebagai Gubernur Jabar. Namun ia berharap agar tujuan tersebut bisa dialami oleh lebih dari 500 siswa SMK IDN Bogor.

Keputusan pencabutan izin operasional sekolah tidak hanya berdampak pada administratif saja, tetapi juga mempengaruhi tekanan psikologis siswa memikirkan masa depannya.

Ia berharap polemik terkait permasalahan izin operasional segera tuntas. Langkah itu saat ini sebagai mewujudkan harapan dari para orang tua siswa.

"Semoga konsen beliau tentang pendidikan bisa diwujudkan, salah satunya dalam penyelesaian permasalahan yang saat ini kami rasakan sangat meresahkan dampak dari keluarnya SK Gubernur tentang pembatalan izin operasional ini," ucapnya.

Alasan Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Bersuara

Diketahui, sejumlah wali murid siswa SMK IDN Bogor sempat mendatangi Bale Pananggeuhan di Gedung Sate, Bandung, Selasa (10/3/2026).

Setelah itu para orang tua siswa SMK IDN menyambangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kamis (12/3/2026).

Kata Sri, kedatangan orang tua siswa untuk mencari keadilan di tengah keresahannya. Hak pendidikan siswa sedang dipertaruhkan akibat adanya pencabutan izin dari Pemprov Jabar.

"Sebagai orang tua, kami tidak membawa kuasa, tidak membawa jabatan. Yang kami bawa hanyalah kegelisahan yang lahir dari melihat anak-anak kami berdiri di tengah ketidakpastian yang tidak mereka ciptakan," lanjutnya.

Heran Polemik Siswa Bermasalah Jadi Malapetaka bagi Ratusan Murid

Ia menyoroti permasalahan siswa yang didepak pihak sekolah. Polemik tersebut menjadi boomerang bagi seluruh siswa.

Akar polemik pencabutan izin operasional sekolah berawal dari kasus disiplin siswa. Siswa tersebut diduga terjerat pelanggaran aturan sekolah akibat merokok sehingga dikeluarkan atau drop out (DO).

Orang tua siswa itu tentu tidak terima. Alhasil melayangkan gugatan terhadap pihak sekolah.

Proses hukum dari gugatan tersebut semakin berkembang sehingga membuka kotak pandora terkait legalitas dokumen perizinan sekolah yang dinilai cacat hukum.

Ia menegaskan, padahal langkah tersebut sangat penting membentuk karakter pendidikan generasi bangsa. Hal itu menjadi bagian yang tidak hanya berfokus di bidang Teknologi Informasi (TI).

"Namun juga dalam menguatkan keterampilan hidup dan kepemimpinan. Itulah yang menyebabkan sekolah cukup strict dalam memberikan koridor kepada pelanggaran siswa yang menonton p*rn*grafi, merokok dan pelanggaran lainnya," bebernya.

Harapan kepada Pemprov Jabar

Tidak hanya kepada KDM, Sri memberikan harapan kepada Pemprov Jabar. Ia menginginkan upaya dari pemerintah benar-benar terwujud melindungi pendidikan ratusan siwa SMK IDN Bogor.

"Harapan kedua kami, Dinas Pendidikan (Disdik) berkomitmen mewujudkan hak pendidikan kepada para siswa di SMK IDN ini, tapi juga menjalankan dengan integritas," harap dia.

"Semoga dari fasilitas digelar KPAI itu bisa benar-benar diselesaikan, benar-benar bisa didampingi dengan tepat sehingga apa yang kita harapkan hak perlindungan pendidikan anak-anak bisa tercapai," terangnya.

Sementara, Kepala Disdik Jabar Purwanto sebelumnya menanggapi polemik terkait pencabutan izin operasional SMK IDN Bogor.

Purwanto menjelaskan, alasan Pemprov Jabar melakukan langkah tersebut sebagai upaya perlindungan hak pendidikan seluruh siswa. Pemerintah tidak menginginkan status pendidikan siswa tak dibalut dengan legalitas hukum yang kuat.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya melindungi hak-hak pendidikan anak-anak di Provinsi Jawa Barat secara baik," ungkap Purwanto di kantor DPMPTSP Jabar, Bandung, Kamis (12/3/2026).

Ia menegaskan, keputusan pencabutan izin operasional tidak sembarangan. Pemerintah sudah berdiskusi dan berdialog dengan pihak Yayasan IDN terkait adanya kekurangan administratif dokumen syarat legalitas hukum pendirian sekolah.

Hasil diskusi tersebut terjadi pada 21 Januari 2026. Pihak Yayasan IDN diharapkan melakukan sejumlah tindakan demi menjamin hak perlindungan pendidikan ratusan siswa SMK IDN Bogor.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik menjelaskan penyebab SK Gubernur terkait pencabutan izin operasional terbit lantaran adanya cacat hukum dari persyaratan legalitas pendirian sekolah.

Dedi mengatakan, dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari SMK IDN diduga palsu. Maka dari itu, Pemprov Jabar memberikan tindakan korektif dalam menyikapi polemik legalitas pendirian sekolah di Jonggol, Kabupaten Bogor tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pihak penyelenggara sekolah diminta untuk melengkapi kembali proses perizinan secara menyeluruh sesuai tahapan yang berlaku. Mulai dari kesesuaian tata ruang, penerbitan PBG hingga Sertifikat Laik Fungsi (SLF)," tegas Dedi.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Darurat Anak Putus Sekolah, Prabowo Teken Aturan Baru Negara Wajib Jemput Bola Anak Jalanan hingga Terlantar

Darurat Anak Putus Sekolah, Prabowo Teken Aturan Baru Negara Wajib Jemput Bola Anak Jalanan hingga Terlantar

Presiden Prabowo Subianto resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah, sebuah langkah strategis untuk menekan angka anak putus sekolah yang masih menjadi persoalan serius nasional.
Rupiah Pagi Ini 5 Mei 2026 Sentuh Angka Rp17.405 per Dolar AS

Rupiah Pagi Ini 5 Mei 2026 Sentuh Angka Rp17.405 per Dolar AS

Rupiah hari ini 5 Mei 2026 menyentuh angka Rp17.405 per dolar AS pada pagi hari. 
Elkan Baggott Absen TC, Bung Ropan Beberkan Peluangnya Tampil di Piala AFF 2026, Tak Disangka

Elkan Baggott Absen TC, Bung Ropan Beberkan Peluangnya Tampil di Piala AFF 2026, Tak Disangka

Pengamat sepak bola Bung Ropan menyoroti absennya Elkan Baggott dari pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia. Meski begitu, ia menilai peluang bek Ipswich Town.
Jalankan Nilai-Nilai Leluhur seperti Deudeuhan hingga Welasan, Dedi Mulyadi: Tidak Boleh Ada Rakyat Sakit yang Tidak Terobati

Jalankan Nilai-Nilai Leluhur seperti Deudeuhan hingga Welasan, Dedi Mulyadi: Tidak Boleh Ada Rakyat Sakit yang Tidak Terobati

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkomitmen menjalankan nilai-nilai leluhur seperti deudeuhan, welasan dan asihan dalam kepemimpinannya.
Bung Ropan Mulai Curiga, Jangan-jangan John Herdman Siapkan Kejutan untuk Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026

Bung Ropan Mulai Curiga, Jangan-jangan John Herdman Siapkan Kejutan untuk Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026

Bung Ropan menaruh curiga dengan rencana John Herdman jelang Piala AFF 2026. Bisa saja John Herdman memberi kejutan untik Timnas Indonesia jelang Piala AFF.
Prabowo Teken Perpres Baru, Tunjangan Hakim Ad Hoc Tembus Rp105 Juta per Bulan

Prabowo Teken Perpres Baru, Tunjangan Hakim Ad Hoc Tembus Rp105 Juta per Bulan

Presiden Prabowo Subianto resmi merombak skema kesejahteraan Hakim Ad Hoc melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2026.

Trending

Media Malaysia Soroti Comeback STY ke Indonesia sebagai Penasihat Teknik Timnas Football 7: Bukan Sosok Baru

Media Malaysia Soroti Comeback STY ke Indonesia sebagai Penasihat Teknik Timnas Football 7: Bukan Sosok Baru

Media Malaysia menyoroti kembalinya Shin Tae-yong (STY) ke Indonesia sebagai penasihat teknik Timnas Football 7 (F7) Indonesia: Bukan sosok baru.
FIFA Beri Restu, Timnas Indonesia Punya Opsi Kiper 199 Cm Berdarah Surabaya Peraih Trofi Pemain Terbaik Eredivisie

FIFA Beri Restu, Timnas Indonesia Punya Opsi Kiper 199 Cm Berdarah Surabaya Peraih Trofi Pemain Terbaik Eredivisie

Sorotan publik sepak bola Indonesia kini mengarah ke Belanda. Nama Kayne van Oevelen tiba-tiba mencuri perhatian setelah tampil gemilang bersama FC Volendam.
Terpopuler Trend: Respons Istri dr Richard Lee Soal Kabar Sertifikat Mualaf Dicabut, hingga Akun Ahmad Dhani Mendadak Hilang

Terpopuler Trend: Respons Istri dr Richard Lee Soal Kabar Sertifikat Mualaf Dicabut, hingga Akun Ahmad Dhani Mendadak Hilang

Respons Istri dr Richard Lee soal kabar sertifikat Mualaf dicabut. Tanggapan Ahmad Dhani saat akun Instagramnya hilang buntut tudingan terhadap Maia Estianty
5 Alasan yang Buat Megawati Hangestri Diyakini Kian Dekat Berseragam Hyundai Hillstate

5 Alasan yang Buat Megawati Hangestri Diyakini Kian Dekat Berseragam Hyundai Hillstate

Setidaknya ada 5 alasan yang membuat volimania mulai menebak-nebak jika Megawati Hangestri akan berlabuh ke Hyundai Hillstate bukan Red Sparks musim depan.
Terpopuler News: Gubernur Dedi Mulyadi Dikalahkan Pramono Anung, hingga dr Myta Aprilia Alami Sesak Nafas Sebelum Meninggal

Terpopuler News: Gubernur Dedi Mulyadi Dikalahkan Pramono Anung, hingga dr Myta Aprilia Alami Sesak Nafas Sebelum Meninggal

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dikalahkan Pramono Anung. dr Myta Aprilia Azmy, dokter yang meninggal saat internship alami sesak nafas sebelum meninggal.
Niat dr Richard Lee Mualaf Diragukan, Doktif Bongkar Kelakuan DRL dalam Tahanan Sejak Sebulan Lalu

Niat dr Richard Lee Mualaf Diragukan, Doktif Bongkar Kelakuan DRL dalam Tahanan Sejak Sebulan Lalu

Dokter Detektif atau akrab disapa Doktif meragukan niat dr Richard Lee Mualaf, bahkan sebelum ramainya kabar dicabutnya sertifikat mualaf oleh Hanny Kristianto
Usai Dua Kali Dipecat, STY Siap Kembali Melatih: Dua Tawaran Asia

Usai Dua Kali Dipecat, STY Siap Kembali Melatih: Dua Tawaran Asia

Shin Tae-yong akhirnya buka suara soal masa depannya usai dua kali dipecat sepanjang 2025. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu mengaku tetap terbuka menerima.
Selengkapnya

Viral