News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Beredar Surat Bupati Cilacap dari Dalam Tahanan, Bantah Peras Anak Buah untuk THR: Maaf Buat Malu Keluarga

Penyidik menduga adanya praktik permintaan dana dari sejumlah organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. 
Rabu, 18 Maret 2026 - 09:00 WIB
Tangkapan layar surat bertuliskan tangan yang diduga ditulis oleh Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman beredar di media sosial
Sumber :
  • Instagram

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan pemerasan yang menyeret Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. Dalam perkara ini, Syamsul telah ditetapkan sebagai tersangka bersama Sekretaris Daerah Cilacap, Sadmoko Danardono.

Penyidik menduga adanya praktik permintaan dana dari sejumlah organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Uang yang terkumpul disebut-sebut akan dialokasikan sebagai Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pihak eksternal yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta diduga mengalir untuk kepentingan pribadi.

Di tengah proses hukum yang berjalan, beredar sebuah surat tulisan tangan yang diklaim dibuat oleh Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. Surat tersebut ditujukan kepada keluarga dekatnya, termasuk istri, anak, serta orang tuanya.

Dalam isi pesan tersebut, Syamsul Auliya Rachman menyampaikan permintaan maaf sekaligus membantah keterlibatan langsung dalam pengumpulan dana. Ia menegaskan tidak pernah memerintahkan bawahannya untuk menarik iuran THR.

"Itu pun Syamsul jawab 'saya tidak ikut-ikutan, saya kan komitmen tidak meminta dan menerima THR," tulisnya dalam penggalan surat tersebut.

Ia juga mengaku terkejut atas penetapan dirinya sebagai tersangka, dan kembali menegaskan tidak menerima uang dari hasil pengumpulan tersebut.

"Demi Allah Syamsul tidak menerima 1 rupiah pun apa yang dikumpulkan oleh Pak Sekda dan Pak Asisten," sambungnya.

Dalam bagian lain, ia menuturkan penolakannya saat mendapat laporan dari bawahannya.

"Saya gak ikut2an yah dan jg gak mau nerima," tegasnya.

Selain itu, Syamsul menyampaikan permohonan maaf kepada keluarganya karena perkara ini dinilai telah mencoreng nama baik.

"Maaf menjadi buat malu keluarga," tulisnya.

Ia kembali menegaskan bantahannya di akhir surat.

"Tapi Demi Alloh, Syamsul tidak meminta dan melakukan dan menerima THR yang disangkakan itu," tegasnya.

Hingga kini, keaslian surat tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak keluarga maupun tim kuasa hukum. Namun, kemunculannya telah memicu perdebatan luas di media sosial terkait fakta sebenarnya dalam kasus ini.

Konstruksi Perkara

KPK mengungkap praktik korupsi ini menggunakan skema pengumpulan dana dengan dalih THR. Syamsul diduga memberikan instruksi kepada Sadmoko untuk mengoordinasikan penarikan dana dari berbagai dinas.

Pelaksanaannya melibatkan sejumlah pejabat daerah, termasuk Asisten II Setda, Ferry Adhi Dharma, serta dua asisten lainnya. Target dana yang hendak dihimpun mencapai Rp750 juta.

Setiap perangkat daerah disebut diminta menyetor puluhan juta rupiah, dengan skema penyesuaian bagi yang tidak mampu memenuhi target awal. Hingga pertengahan Maret 2026, sebagian besar dana telah terkumpul melalui jalur koordinasi internal.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan, tim KPK juga menemukan uang yang telah dikemas dalam kantong bingkisan di lokasi tertentu. Selain itu, sejumlah barang bukti seperti dokumen dan perangkat elektronik turut diamankan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut pihaknya menemukan jejak komunikasi terkait pengumpulan dana tersebut.

"Dalam penggeledahan tersebut penyidik mengamankan dan menyita sejumlah dokumen dan beberapa barang bukti elektronik, di antaranya handphone yang berisi chat-chat terkait pengumpulan uang dari kepala SKPD ke Kepala Bidang masing-masing," ungkap Budi.

Ia menambahkan, seluruh barang bukti akan dianalisis lebih lanjut untuk memperkuat konstruksi perkara.

"Penyidik tentunya akan mengekstraksi dan menganalisis setiap barang bukti yang diamankan dalam penggeledahan ini," tambahnya.

Penahanan dan Proses Hukum

Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan puluhan orang untuk dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan, dua pejabat ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keduanya kini menjalani masa penahanan awal selama 20 hari di rumah tahanan KPK di Jakarta. Mereka dijerat dengan pasal terkait tindak pidana korupsi, termasuk dugaan pemerasan dan gratifikasi sebagaimana diatur dalam undang-undang yang berlaku.

Kasus ini masih terus bergulir, sementara publik menantikan kejelasan fakta di balik polemik yang muncul, termasuk soal surat yang beredar luas di tengah masyarakat. (nba)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dejan/Felisha Lolos ke 16 Besar Hylo Open 2026, Akui Sempat Kesulitan Lawan Wakil Tuan Rumah

Dejan/Felisha Lolos ke 16 Besar Hylo Open 2026, Akui Sempat Kesulitan Lawan Wakil Tuan Rumah

Ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu berhasil lolos ke babak kedua Hylo Open 2026. Meski demikian, pasangan baru tersebut mengaku sempat mengalami kesulitan di babak pertama.
Ternyata Ini Pekerjaan Tersangka dalam Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Ternyata Ini Pekerjaan Tersangka dalam Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur masih didalami. Polisi pun mengungkap sejumlah fakta, seperti pekerjaan tersangka DBM.
Tembus 37 Juta Views, Ini Sinopsis KHW Part 400 'Pulang' dari Nadia Omara yang Viral di Media Sosial

Tembus 37 Juta Views, Ini Sinopsis KHW Part 400 'Pulang' dari Nadia Omara yang Viral di Media Sosial

Konten horor terbaru Nadia Omara tengah viral dan mencuri perhatian publik. Episode spesial Kisah Horor Wawak (KHW) Part 400 bertajuk 'PULANG' curi perhatian.
Hasil Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Justin Hubner Bersinar Lagi, Ole Romeny Menghilang

Hasil Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Justin Hubner Bersinar Lagi, Ole Romeny Menghilang

Klub-klub luar negeri yang dibela para pemain Timnas Indonesia kembali berlaga semalam. Salah satu di antaranya adalah Fortuna Sittard yang diperkuat Justin Hubner dan Ole Romeny.
Jadwal Hylo Open 2026, Kamis 29 Oktober: Ada Perang Saudara Amri/Nita Vs Dejan/Felisha, 7 Wakil Indonesia Main

Jadwal Hylo Open 2026, Kamis 29 Oktober: Ada Perang Saudara Amri/Nita Vs Dejan/Felisha, 7 Wakil Indonesia Main

Jadwal Hylo Open 2026, di mana ada sejumlah wakil Indonesia yang akan unjuk gigi di babak kedua. Salah satunya perang saudara antara Amri/Nita melawan Dejan/Felisha.
Polisi Ungkap Hasil Psikologis Tersangka Pembunuhan di Madiun

Polisi Ungkap Hasil Psikologis Tersangka Pembunuhan di Madiun

Dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, seorang tersangka berinisial DBM (40) dijerat dengan satu pasal.

Trending

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Situasi Timur Tengah yang belum stabil mengancam agenda FIFA Matchday November 2026. Erick Thohir membuka opsi negara dan lawan pengganti bagi Timnas Indonesia.
Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Usai dua hasil positif di babak 32 dan 16 besar Tier C, Timnas Indonesia U-15 akan tampil di babak perempat final untuk memperebutkan peringkat 65-72 dunia di babak semifinal Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026.
Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Nasib nahas menimpa ART asal Banten, SR. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai dibuang majikannya di pinggir jalan, Selangor, Malaysia, pada 16 Oktober.
Ketua RT Bongkar Sosok DBM Sebelum Kasus Mutilasi Ibu dan Anak Terungkap di Madiun

Ketua RT Bongkar Sosok DBM Sebelum Kasus Mutilasi Ibu dan Anak Terungkap di Madiun

Ketua RT di Jalan Kunir, Kota Madiun, Bibit, ungkap keseharian Dwi Bagus Martono (DBM), tersangka mutilasi istri siri dan anaknya. DBM dikenal sebagai sosok.
Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

AI mengubah dunia pendidikan. Literasi digital, kemampuan memeriksa informasi, berpikir kritis, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bekal
Bakom RI: Pemerintah Hormati Aksi Demo Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Terus Bekerja dan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat

Bakom RI: Pemerintah Hormati Aksi Demo Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Terus Bekerja dan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat

Pemerintah RI secara resmi menanggapi aspirasi yang disampaikan mahasiswa melalui aksi demonstrasi dengan menegaskan bahwa kebebasan berpendapat adalah pilar penting dalam demokrasi. 
Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Kelurahan Kembangan Selatan tengah menggalakkan gerakan sadar lingkungan dengan cara yang unik. 
Selengkapnya

Viral