Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah, Presiden Prabowo Siapkan Lompatan Besar Pendidikan Nasional
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk merombak total sektor pendidikan nasional.
Reformasi besar-besaran ini mencakup dua aspek utama, yakni pembenahan infrastruktur fisik sekolah secara masif serta percepatan digitalisasi sistem pembelajaran di seluruh pelosok tanah air.
Salah satu fokus utama adalah percepatan renovasi gedung sekolah. Presiden mematok target ambisius untuk memperbaiki 300 ribu unit sekolah dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Ia merinci progres kenaikan jumlah renovasi yang terus dipacu setiap tahunnya.
“Saya sedang melaksanakan perbaikan fisik sekolah-sekolah. Tahun lalu kita hanya mampu 17 ribu sekolah. Tahun ini 70 ribu sekolah. Tahun depan saya ingin naik 90 ribu sekolah. Lima tahun saya ingin selesaikan 300 ribu sekolah,” ujar Presiden Prabowo dalam dialog bertajuk “Presiden Prabowo Jawab Kritikan MBG, BOP Terkait Palestina & Nego Tarif Amerika Dengan Donald Trump” yang disiarkan pada Sabtu (21/3).
Sejalan dengan perbaikan gedung, pemerintah juga melakukan transformasi teknologi melalui distribusi perangkat digital.
Hingga saat ini, lebih dari 288 ribu unit papan pintar interaktif (Interactive Flat Panel) telah dikirimkan, menjangkau hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Papan pintar tersebut tidak sekadar perangkat keras, melainkan sudah dibekali dengan perangkat lunak yang memuat materi pembelajaran sesuai kurikulum agar proses belajar-mengajar menjadi lebih efektif.
“Di tiap interactive ini ada software yang kita isi, hampir semua silabus pelajaran ada di situ. Jadi habis satu kelas pelajaran, kalau guru ingin ulangi, ada,” jelasnya.
Selain itu, untuk mengatasi masalah kekurangan guru spesialis di daerah terpencil, Presiden Prabowo memaparkan rencana penggunaan sistem pengajaran terpusat.
Melalui studio khusus, guru-guru terbaik di tingkat nasional dapat mengajar siswa di berbagai daerah secara jarak jauh melalui layar interaktif.
“Nanti kita punya studio, guru-guru terbaik akan ngajar di sekolah yang tidak ada guru matematika, yang tidak ada guru bahasa Inggris, dia dapat pelajaran. Dan Interactive, kita bisa monitor di kelas,” urai Presiden.
Reformasi di dunia pendidikan ini dipandang Presiden sebagai langkah krusial dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing secara global.
Load more