GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terkuak Penyebab Garuda Indonesia Rugi Rp5,42 Triliun di 2025, Armada Rusak hingga Biaya Membengkak Jadi Biang Kerok

Garuda Indonesia rugi Rp5,42 triliun di 2025. Armada tak siap terbang, biaya tinggi, dan rupiah melemah jadi penyebab utama.
Senin, 23 Maret 2026 - 20:00 WIB
Arsip Foto - Pesawat Garuda Indonesia
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com – Kinerja keuangan Garuda Indonesia (GIAA) sepanjang 2025 menjadi sorotan tajam setelah mencatatkan kerugian bersih hingga US$ 319,39 juta atau setara Rp5,42 triliun.

Kerugian jumbo ini tidak terjadi tanpa sebab. Sejumlah faktor krusial mulai dari banyaknya armada yang tidak bisa terbang hingga tekanan biaya operasional menjadi penyebab utama memburuknya performa maskapai pelat merah tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Armada Banyak Tak Bisa Terbang

Salah satu penyebab paling signifikan dari kerugian Garuda Indonesia adalah tingginya jumlah pesawat yang tidak dapat dioperasikan atau unserviceable aircraft, terutama pada semester I-2025.

Kondisi ini membuat kapasitas produksi penerbangan menurun drastis. Artinya, jumlah penerbangan yang bisa dijalankan terbatas, sehingga berdampak langsung pada pendapatan perusahaan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengakui bahwa keterbatasan armada menjadi faktor utama yang menekan kinerja.

Hingga akhir 2025, tercatat ada 43 pesawat yang masih dalam proses perawatan dan belum bisa digunakan. Sementara jumlah armada yang siap terbang mencapai 99 unit, meningkat dari 84 unit pada pertengahan tahun.

Namun peningkatan tersebut belum cukup untuk menutup kekurangan kapasitas yang terjadi di awal tahun.

Jumlah Penumpang Turun

Dampak langsung dari terbatasnya armada adalah penurunan jumlah penumpang. Sepanjang 2025, Garuda Indonesia Group hanya mampu mengangkut sekitar 21,2 juta penumpang.

Angka ini turun 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi indikator bahwa keterbatasan operasional benar-benar memengaruhi daya saing maskapai di tengah pemulihan industri penerbangan.

Dengan jumlah penerbangan yang lebih sedikit, otomatis pendapatan dari sektor utama juga ikut tergerus.

Pendapatan Turun, Beban Tetap Tinggi

Sepanjang 2025, pendapatan usaha Garuda Indonesia tercatat sebesar US$ 3,21 miliar (sekitar Rp54,57 triliun), turun dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 3,41 miliar.

Di sisi lain, beban usaha tetap tinggi, bahkan cenderung meningkat. Total beban usaha mencapai US$ 3,10 miliar atau sekitar Rp52,69 triliun.

Beberapa komponen utama beban tersebut antara lain:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

  • Beban operasional penerbangan: US$ 1,54 miliar (Rp26,18 triliun)

  • Beban pemeliharaan dan perbaikan: US$ 661,36 juta (Rp11,24 triliun)

  • Beban kebandaraan: US$ 249,14 juta

  • Beban pelayanan penumpang: US$ 216,35 juta

Tingginya biaya pemeliharaan menjadi konsekuensi dari banyaknya pesawat yang harus diperbaiki agar kembali layak terbang.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Manchester United Terima Kabar Bahagia Jelang Bursa Transfer, Satu Pemain Incaran Masuk Daftar Jual

Manchester United Terima Kabar Bahagia Jelang Bursa Transfer, Satu Pemain Incaran Masuk Daftar Jual

Manchester United tampaknya menerima kabar bahagia menjelang bursa transfer musim panas. Sebab, satu pemain yang mereka incar kabarnya kini masuk daftar jual dari klubnya.
Padahal Sudah Resmi Gabung Hyundai Hillstate, Ternyata Ini Alasan Megawati Hangestri Tak Kunjung Berangkat ke Korea

Padahal Sudah Resmi Gabung Hyundai Hillstate, Ternyata Ini Alasan Megawati Hangestri Tak Kunjung Berangkat ke Korea

Meski sudah resmi gabung Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri ternyata belum bisa berangkat ke Korea Selatan. Agen Megatron akhirnya bongkar alasan sebenarnya.
TRENDING: Kabar Bahagia Sherly Tjoanda Siapkan 100 Sapi, hingga Dedi Mulyadi Minta Situs Sejarah Tak Dikaitkan Klenik

TRENDING: Kabar Bahagia Sherly Tjoanda Siapkan 100 Sapi, hingga Dedi Mulyadi Minta Situs Sejarah Tak Dikaitkan Klenik

Beragam kabar dari kepala daerah kembali menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Mulai dari Sherly Tjoanda hingga Dedi Mulyadi.
IHSG Ditutup Ambles 1,85 Persen usai Sempat Anjlok Hampir 5 Persen, BEI Minta Investor Tak Panik

IHSG Ditutup Ambles 1,85 Persen usai Sempat Anjlok Hampir 5 Persen, BEI Minta Investor Tak Panik

IHSG ditutup melemah 1,85 persen setelah sempat anjlok hampir 5 persen. BEI meminta investor tetap tenang dan mengatur strategi investasi.
Ole Romeny Habiskan Waktu Liburan di Lombok Jelang Pemanggilan Timnas Indonesia, Berbaur Bersama Anak-anak

Ole Romeny Habiskan Waktu Liburan di Lombok Jelang Pemanggilan Timnas Indonesia, Berbaur Bersama Anak-anak

Ole Romeny menyelesaikan debutnya bersama klub asal Inggris, Oxford United. Sayangnya, Oxford United gagal bertahan di Championship dengan terdegradasi ke kasta ketiga Liga Inggris, League One. 
Pramono Anung: 3.362 CCTV Jakarta Kini Dikelola Polda Metro Jaya Lewat Integrasi Sistem

Pramono Anung: 3.362 CCTV Jakarta Kini Dikelola Polda Metro Jaya Lewat Integrasi Sistem

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan sebanyak 3.362 CCTV di Jakarta dikelola oleh Polda Metro Jaya. Hal itu disampaikan usai penandatangan nota

Trending

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler kemarin: Sherly Tjoanda kirim 100 ekor sapi, KDM minta ubah pandangan soal situs Sunda, hingga reaksi warganet atas sikap tegas SMAN 1 Pontianak.
Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

MPR RI memberikan pernyataan untuk menanggapi desakan publik kepada dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) di Kalimantan Barat untuk memberikan permintaan maaf.
KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tiba-tiba minta maaf ke warga Jawa Barat usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bandung. Ada apa?
Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

pengakuan siswi SMAN 1 Pontianak setelah dipanggil ke Istana. kisah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pertama kali jatuh cinta dengan mendiang Benny Laos
Bukan Klenik, Ini Penjelasan Ilmiah Ahli BRIN Soal Mahkota Binokasih yang Baru Selesai Dikirab Dedi Mulyadi

Bukan Klenik, Ini Penjelasan Ilmiah Ahli BRIN Soal Mahkota Binokasih yang Baru Selesai Dikirab Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi baru saja selesai melakukan puncak acara kirab budaya milangkala tatar sunda mahkota binokasih pada Sabtu (16/5/2026) Bandung -
Selain Kirim 100 ekor Sapi di Berbagai Wilayah, Sherly Tjoanda juga Buka Harga Pangan Murah

Selain Kirim 100 ekor Sapi di Berbagai Wilayah, Sherly Tjoanda juga Buka Harga Pangan Murah

Kabar baik untuk warga Maluku, karena Sherly Tjoanda ingin meningkatkan ekonomi warganya dan berbagi daging sapi
News Terpopuler: Klien Wedding Jadi Korban Shindy Lutfiana MC LCC Kalbar, hingga Josepha Alexandra Mendapat Ancaman

News Terpopuler: Klien Wedding Jadi Korban Shindy Lutfiana MC LCC Kalbar, hingga Josepha Alexandra Mendapat Ancaman

Pemilik WO pernah kecewa dengan sikap Shindy Lutfiana, MC Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat. Kondisi Josepha Alexandra setelah diduga mendapat ancaman
Selengkapnya

Viral