Menhub Dudy Purwagandhi Tegaskan Pengusaha Logistik Patuhi Aturan Pembatasan Demi Kelancaran Arus Balik
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memberikan penekanan khusus kepada para pelaku usaha angkutan logistik agar disiplin menaati Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai pembatasan operasional, saat momen arus balik.
Langkah ini dipandang krusial guna menjamin kelancaran serta kenyamanan masyarakat yang tengah melakukan perjalanan arus balik Lebaran 1447 Hijriah.
Berdasarkan analisis data, pemerintah telah memetakan potensi penumpukan kendaraan yang akan kembali menuju kota-kota besar.
"Puncak arus balik Lebaran diprediksi akan terjadi dalam beberapa gelombang yaitu 24, 25 serta 27 Maret 2026," kata Menhub di Jakarta, Senin (23/3).
Dudy mengingatkan bahwa regulasi ini merupakan kesepakatan bersama antara Kementerian Perhubungan, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Kementerian Pekerjaan Umum.
Dalam SKB tersebut, kendaraan angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih dilarang beroperasi sementara mulai tanggal 13 hingga 29 Maret 2026.
Pembatasan ini sengaja diberlakukan untuk memberikan ruang bagi kendaraan pribadi pemudik dan menjaga aspek keselamatan di jalan raya.
Menhub menyerukan agar para pengusaha logistik tetap konsisten mengikuti jadwal pembatasan tersebut, mengingat tantangan arus balik yang terjadi dalam beberapa gelombang.
"Langkah ini penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan seluruh pengguna jalan,” ujarnya.
Menurut Dudy, kepatuhan para pemangku kepentingan terhadap aturan yang ada adalah bagian dari upaya kolektif dalam mewujudkan mobilitas yang aman dan tertib.
Ia pun memberikan apresiasi kepada pihak pengusaha yang sudah kooperatif serta jajaran Polri yang sigap melakukan pengawasan di titik-titik krusial.
“Sinergi yang baik ini sangat penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan masyarakat, sehingga mobilitas pada masa arus balik dapat berlangsung aman, tertib, serta lancar,” ucap Menhub.
Selain fokus pada sektor logistik, Menhub juga memberikan saran kepada masyarakat umum untuk merencanakan kepulangan mereka lebih awal atau di luar waktu puncak arus balik.
Strategi distribusi waktu keberangkatan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kemacetan parah di jalur-jalur utama.
Dudy juga mengajak pemudik untuk selalu waspada, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti instruksi petugas yang berjaga di lapangan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah bersama instansi terkait akan terus memantau dinamika pergerakan massa di berbagai simpul transportasi secara real-time.
"Kami berharap masyarakat dapat mengikuti arahan petugas di lapangan serta memanfaatkan informasi resmi yang disampaikan agar perjalanan dapat berlangsung tertib dan selamat,” ujar Menhub. (ant/dpi)
Load more