Soal Liburkan Angkutan Umum, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Bicara Jujur Belum Sempurna Urai Kemacetan saat Lebaran 2026
- Youtube Kang Dedi Mulyadi
"Semoga tahun depan kita dapat meningkatkan layanan terhadap masyarakat dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang kita miliki hari ini," harap dia.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi para petugas yang bekerja. Bagi dia, kehadiran mereka sangat berarti guna mewujudkan kelancaran arus mudik dan balik pada Lebaran hari ini.
"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang terus membantu arus balik yang hari ini terus berlangsung, khususnya pada jajaran kepolisian yang berjibaku dari siang-malam bagaimana perjalanan arus mudik dan arus balik akan berjalan lancar," tukasnya.
Sebelumnya, KDM menjelaskan alasan kebijakan tersebut diberlakukan Pemprov Jabar. Sopir angkot hingga andong yang libur dapat mengurangi beban kinerja oleh pihak Kepolisian.
Ia selaku Gubernur Jabar tentu langsung berkoordinasi dengan Polda Jabar. Ia menginginkan sopir angkot, becak, andong, kusir delman, dan sebagainya yang beroperasi di jalur mudik dan wisata diliburkan dari sebelum hingga setelah Idul Fitri 2026.
Tujuan KDM sangat sederhana, yakni menghindari kemacetan. Maka dari itu, ia menyampaikan, Pemprov Jabar memberikan kompensasi lantaran peghentian operasi berdampak pada kebutuhan ekonomi masyarakat kecil.
Ia mengatakan, kompensasi yang diguyur oleh Pemprov Jabar sebesar Rp6,9 miliar untuk tiga ribu angkutan umum yang libur beroperasi. Pencairan kompensasi sudah berlangsung sejak Kamis, 12 Maret 2026.
KDM menargetkan ribuan angkutan umum yang libur beroperasi di Jabar, terdiri dari wilayah Cirebon, Bogor, Garut, Subang, Cianjur, Padalarang, Lembang hingga Kota Bandung.
Sementara angkutan umum yang libur beroperasi di jalur wisata, terdiri dari jalur Lembang, Bandung Barat, Puncak, hingga Padalarang.
(hap)
Load more