Sadar Sering Dinyinyiri dan Dikritik, Gubernur Dedi Mulyadi Lontarkan Respons Menohok
- Instagram/dedimulyadi71
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan respons terhadap orang-orang yang kerap melontarkan komentar 'nyinyir' kepada dirinya.
Mulanya, Dedi mengucapkan terima kasih kepada warga Jawa Barat yang taat membayar pajak hingga pendapatan pajak kendaraan bermotor (PKB) di momen Lebaran 2026 mencapai tiga kali lipat lebih banya dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia mengatakan, kesadaran membayar PKB ini karena ada kebijakan diskon pajak 10 persen pembayaran secara daring. Dedi juga menilai, hal ini adalah bentuk cinta warga Jawa Barat terhadap daerahnya.
Ke depannya, ia pun berjanji kepada masyarakat akan menggunakan pendapatan dari pajak itu untuk memperbaiki infrastruktur jalan di seluruh daerah di Jawa Barat.
"Mulai minggu depan kita akan gaspol lagi untuk terus membangun jalan-jalan di seluruh Provinsi Jawa Barat berdasarkan kemampuan keuangan yang kami miliki," kata KDM, dikutip Kamis (26/3/2026) dari Instagram-nya.
Mantan Bupati Purwakarta ini juga mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat yang telah mendukung dirinya selama menjabat sebagai gubernur.
Dirinya menegaskan bahwa tanpa dukungan masyarakat, ia sebagai pemimpin Jawa Barat tetaplah tidak ada artinya.
"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada yang support terhadap kegiatan Pemprov Jabar, termasuk pada saya pribadi," katanya.
Hal yang menjadi sorotan publik kemudian adalah pernyataan Dedi selanjutnya. Di dalam kesempatan yang sama, ia mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang setiap hari mengirim komentar atau kritik kepadanya. Bahkan, lanjut dia, tak jarang komentar-komentar tersebut bersifat nyinyir.
Pria yang kerap berbaju putih itu mengungkapkan dirinya sadar bahwa masih banyak masyarakat yang kerap mengkritiknya setiap hari. Menurutnya, kritik-kritik dari masyarakat setiap hari yang bahkan bernada nyinyir adalah obat baginya.
"Saya juga mengucapkan terima kasih pada yang setiap hari nyinyir, kritik berbagai argumentasi, saya dikritik setiap hari, saya dikritik dikasih minum obat dalam setiap hari, pahit," tuturnya.
Meski terasa pahit, lanjut KDM, obat berupa kritik tersebut dinilainya akan membuat dirinya lebih kuat dan sehat. Menurutnya, semua bentuk kritik tersebut adalah wujud cinta masyarakat terhadap dirinya.
Ia pun mengaku tak mau ambil pusing, karena komentar yang ditujukan kepadanya setiap hari itu berarti ia selalu dipikirkan oleh masyarakat.
"Insyaallah akan membuat saya menjadi sehat, dan saya memahami dengan bapak dan ibu mengkritik saya, nyinyirin saya bahkan, itu merupakan kecintaan pada saya, karena setiap hari di pikirannya hanya ada saya, sehingga setiap hari membicarakan saya," pungkas KDM. (iwh)
Load more