TNI Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa Kepada 3 Prajurit yang Gugur di Lebanon dan Santunan Rp1,8 Miliar
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Bentuk penghormatan tertinggi diberikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada tiga prajurit terbaiknya yang gugur saat menjalankan tugas suci sebagai pasukan perdamaian di Lebanon.
Selain kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) anumerta, pihak TNI juga memastikan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan santunan bernilai miliaran rupiah.
Ketiga pahlawan bangsa tersebut adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ikhwan, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyatakan bahwa ketiganya layak mendapatkan penghargaan atas dedikasi mereka dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
"Ketiga prajurit yang gugur mendapatkan kenaikan Pangkat luar biasa operasi militer selain perang anumerta, penghargaan Medal Dag Hammarskjold," terang Panglima dalam rilis resminya di Jakarta, Rabu.
Tak hanya gelar kehormatan, ahli waris dari para prajurit tersebut berhak menerima dana santunan yang berasal dari internal TNI maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dana tersebut mencakup berbagai hak prajurit, termasuk jaminan pendidikan bagi anak-anak yang ditinggalkan.
Secara terperinci, keluarga mendiang Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar menerima Rp1.894.688.236, keluarga Sertu Muhammad Nur Ikhwan mendapatkan Rp1.846.309.049, sementara untuk keluarga Praka Farizal Rhomadhon sebesar Rp1.854.075.205.
"Keluarga juga menerima gaji terusan selama 12 bulan yang terdiri dari gaji pokok, ULP, dan tunjangan jabatan serta pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan," tambah Jenderal Agus.
Ia berharap bantuan finansial ini dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
Mengenai kronologi kejadian, peristiwa kelam ini terjadi pada akhir Maret 2026. Praka Farizal mengembuskan napas terakhirnya setelah terkena serangan artileri tidak langsung di wilayah Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).
Sementara itu, Kapten Zulmi dan Sertu Nur Ichwan gugur akibat ledakan yang menghantam kendaraan mereka di kawasan Bani Haiyyan pada Senin (30/3).
Hingga saat ini, dalang dan motif di balik serangan mematikan tersebut masih menjadi teka-teki.
Mabes TNI masih menunggu laporan resmi hasil investigasi dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) untuk menentukan langkah selanjutnya. (ant/dpi)
Load more