7 Wilayah di Sulut-Malut Siaga Tsunami Usai Gempa Kuat, BMKG Minta Warga Tetap Tenang
- ANTARA
Sulawesi, tvOnenews.com - Gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) pada Kamis, 2 April 2026, memicu status siaga tsunami di sejumlah daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Manado mengungkapkan sedikitnya tujuh wilayah masuk kategori siaga.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, menyebutkan wilayah di Maluku Utara menjadi perhatian utama dalam potensi dampak tsunami.
Tiga Wilayah Maluku Utara Masuk Status Siaga
BMKG mencatat tiga daerah di Provinsi Maluku Utara yang berpotensi mengalami dampak tsunami dan masuk kategori siaga, yakni:
-
Kota Ternate
-
Halmahera
-
Tidore
Wilayah-wilayah tersebut berada cukup dekat dengan pusat gempa yang terjadi di perairan sekitar Bitung, sehingga menjadi area yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam mitigasi bencana.
Empat Wilayah Sulawesi Utara Ikut Siaga
Selain Maluku Utara, empat wilayah di Sulawesi Utara juga ditetapkan dalam status siaga tsunami, yaitu:
-
Kota Bitung
-
Kabupaten Minahasa bagian selatan
-
Kabupaten Minahasa Selatan bagian selatan
-
Kabupaten Minahasa Utara bagian selatan
Daerah-daerah ini dinilai memiliki potensi terdampak karena letaknya yang berdekatan dengan pusat gempa di laut.
Sejumlah Wilayah Lain Masuk Kategori Waspada
Tidak hanya wilayah siaga, BMKG juga mengidentifikasi beberapa daerah yang berada dalam kategori waspada terhadap potensi tsunami. Wilayah tersebut meliputi:
-
Kepulauan Sangihe
-
Kabupaten Minahasa Utara bagian utara
-
Kabupaten Bolaang Mongondow bagian selatan
Status waspada ini menunjukkan adanya potensi dampak yang lebih kecil dibandingkan wilayah siaga, namun tetap memerlukan perhatian dan kesiapsiagaan masyarakat.
Gempa Terasa Kuat di Manado dan Sekitarnya
Gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 06.48 WITA tersebut dilaporkan memiliki magnitudo awal 7,6 dan berpusat di perairan sekitar Bitung. Getarannya terasa cukup kuat hingga ke Kota Manado dan sekitarnya.
Sejumlah warga dilaporkan sempat keluar rumah untuk menyelamatkan diri akibat guncangan yang terjadi secara tiba-tiba. Aktivitas masyarakat pun sempat terganggu, terutama di wilayah pesisir.
BMKG Imbau Warga Tidak Terpancing Isu
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Dalam situasi pascagempa, penyebaran informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kepanikan.
“Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Zulkifli.
BMKG juga menegaskan bahwa informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi.
Warga Diminta Hindari Bangunan Rusak
Selain itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi bangunan pascagempa. Getaran kuat berpotensi menyebabkan kerusakan struktural yang tidak langsung terlihat.
BMKG mengimbau warga untuk:
-
Menghindari bangunan yang retak atau rusak
-
Memeriksa kondisi rumah sebelum kembali masuk
-
Memastikan struktur bangunan aman dari risiko runtuh
Langkah ini penting untuk mencegah korban akibat bangunan yang melemah setelah gempa.
Pentingnya Kesiapsiagaan di Wilayah Rawan Gempa
Peristiwa gempa ini kembali menegaskan bahwa wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara merupakan kawasan rawan aktivitas seismik. Letaknya yang berada di jalur cincin api Pasifik membuat potensi gempa bumi dan tsunami selalu ada.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko. Edukasi terkait mitigasi bencana, jalur evakuasi, serta pemahaman terhadap peringatan dini perlu terus ditingkatkan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat sistem peringatan dini serta memastikan masyarakat memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana. (ant/nsp)
Load more