News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menyingkap Sisi Lain Tambang di Indonesia

Indonesia, negeri yang kaya dengan sumber alamnya, terutama di bidang tambang. Lantas bagaimana tambang di Indonesia, berikut cerita sisi lain dari tambang yang
Jumat, 3 April 2026 - 16:20 WIB
Menyingkap Sisi Lain Tambang di Indonesia
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia, negeri yang kaya dengan sumber alamnya, terutama di bidang tambang. Lantas, bagaimana kondisi tambang di Indonesia, berikut cerita sisi lain dari tambang di Indonesia.

Ari Sihasale dan Nia Sihasale Zulkarnaen meninggalkan rumah selama 53 hari dan menempuh perjalanan sejauh 19.000 kilometer. Hal ini dilakukan untuk menyusuri Indonesia dari Sumatera hingga Papua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perjalanan tersebut bukan sekadar proses produksi film dokumenter, melainkan eksplorasi panjang yang mempertemukan mereka dengan wajah Indonesia yang jarang terlihat—cerita masyarakat, harapan, serta kehidupan di sekitar wilayah pertambangan.

Melalui dokumenter The MIND Journey: For Indonesia and the World, keduanya menjelajahi berbagai wilayah dengan kondisi ekstrem, dari dataran rendah hingga ketinggian 4.285 meter di atas permukaan laut. 

Dalam perjalanan tersebut, Ari dan Nia melihat langsung operasional tambang seluruh anggota Grup MIND ID, mulai dari ANTAM, Bukit Asam, Freeport Indonesia, INALUM, Timah, Vale Indonesia.

Aktor sekaligus produser dokumenter, Ari Sihasale, mengungkapkan perjalanan ini menjadi pengalaman yang membuka perspektif baru tentang Indonesia dan industri pertambangan.

“Jadi perjalanan kami selama 53 hari, 19.000 km yang kita tempuh. Lalu bagaimana? 1.272 jam nggak pulang-pulang dari Sumatera sampai tanah Papua. Dari 0 sampai 4.285 MDPL. Jadi di sini kita bisa melihat bagaimana Indonesia sebenarnya, bagaimana perusahaan-perusahaan tambang tidak hanya mengambil, tetapi juga memberikan manfaat kepada masyarakatnya,” beber Ari dalam penayangan film The MIND Journey di Jakarta, Jumat (3/4/2026).

Perjalanan dimulai dari wilayah barat Indonesia hingga timur, menyusuri daerah-daerah yang selama ini hanya mereka dengar namanya. 

Mulai dari Tanah Jawa, Sumatera, Bangka Belitung, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, hingga Papua.

Namun bukan hanya medan yang berat yang menjadi tantangan. Jadwal yang padat dan minim waktu istirahat membuat kebersamaan tim menjadi kunci selama perjalanan berlangsung.

“Pertama kalau dari kami adalah kebersamaan itu penting. Apapun itu kebersamaan itu penting. Jadi kita bisa saling mengingatkan, kita saling peduli. Syutingnya setiap hari soalnya, perpindahannya setiap hari dan tidak ada istirahat, istirahat adalah ketika perpindahan,” beber Ari.

Perubahan suhu ekstrem juga menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Dari panas menyengat di Timika, tim harus langsung menuju wilayah dengan ketinggian lebih dari 4.000 meter menyusuri kawasan tambang Grasberg pada hari berikutnya.

“Memang berat ketika kita semua panas, tapi ketika sampai di Timika itu panas sekali kemudian besoknya kita harus naik ke 4000-an. Nah di situlah aklimatisasinya tidak terlalu lama tapi itu kita selalu memperhatikan "vitamin" itu dengan cara kita saling support,” bebernya.

Bagi Nia Sihasale, perjalanan tersebut bukan hanya proses produksi dokumenter, tetapi juga perjalanan batin yang membuka banyak perspektif baru tentang Indonesia, khususnya terkait kehidupan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.

Ia mengaku, selama perjalanan dari Sumatera hingga Papua, tim menemukan banyak hal terkait pertambangan yang tidak pernah mereka ketahui sebelumnya, bahkan untuk wilayah yang relatif dekat dengan tempat tinggalnya.

“Kayak apa ya, tapi yang lain kan kami belum tahu, artinya mungkin satu hal kecil saja bahwa kami tinggal di Jakarta, ya kan di Jakarta Selatan kami. Tiba-tiba ada tambang Pongkor di Bogor kita baru tahu sampai seumur hidup ini,” katanya.

Bahkan yang paling membekas bagi Nia adalah pertemuan dengan masyarakat di sekitar wilayah tambang. 

Ia melihat langsung bagaimana aktivitas pertambangan membuka peluang ekonomi baru, menciptakan usaha masyarakat, hingga memperkuat hubungan sosial di sekitar wilayah operasional.

Lewat film dokumenter ini, kata Nia, tim berupaya menghadirkan gambaran yang lebih utuh mengenai industri pertambangan yang dijalankan oleh Grup MIND ID, sekaligus menjawab berbagai stigma yang berkembang di masyarakat. Seluruh cerita ditampilkan secara natural tanpa skenario.

“Kita ingin membuka mata dan hati yang menonton, bukan bermaksud menggurui tapi supaya ini loh yang benar kalau pertambangan yang dikelola dengan baik bertanggung jawab, kalian bisa bertanya sendiri manfaatnya untuk masyarakat. Dan itu bukan kami yang menjawab, tidak ada skripnya, jadi murni jawaban dari hati masyarakat,” kata Nia.

Pengalaman tersebut juga menghadirkan momen emosional bagi tim selama perjalanan. Nia mengaku beberapa kali terharu ketika melihat langsung dampak yang dirasakan masyarakat.

“Kadang kita ikut nangis dan saya juga kadang ikut berkaca-kaca karena ternyata buat masyarakat sekitar dampaknya sangat besar sekali buat keluarga mereka,” ujarnya.

Pengalaman tersebut juga menumbuhkan rasa bangga terhadap Indonesia yang begitu luas dan kaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita jadi lebih bersyukur dan kita jadi lebih bangga jadi orang Indonesia. Gila ya Indonesia luar biasa banget gitu kita baru, iya kita baru lihat Halmahera, baru lihat Ternate gitu," kata Nia.

Dokumenter The MIND Journey: For Indonesia and the World yang dibintangi Ari Sihasale dan Nia Sihasale Zulkarnaen ini akan menampilkan perjalanan lintas Indonesia serta kisah masyarakat di sekitar wilayah pertambangan. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BREAKING
NEWS
Polri Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Nomor Telepon Presiden Prabowo: Inisial LSP, ASN, dan EH

Polri Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Nomor Telepon Presiden Prabowo: Inisial LSP, ASN, dan EH

Polri tetapkan tiga tersangka kasus dugaan penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik serta illegal access terhadap Presiden RI Prabowo Subianto.
Sukses Juara Liga 2, Garudayaksa FC Ingin Ulangi Prestasi di I.League Cup 2026-2027

Sukses Juara Liga 2, Garudayaksa FC Ingin Ulangi Prestasi di I.League Cup 2026-2027

Garudayaksa FC tak sekadar ingin meramaikan I.League Cup 2026/27. Klub tersebut memasang target tinggi dengan membidik gelar juara.
Viral! Kronologi Dua WNI Tewas Terseret Ombak saat Memancing di Jepang, Sempat Diselamatkan Peselancar

Viral! Kronologi Dua WNI Tewas Terseret Ombak saat Memancing di Jepang, Sempat Diselamatkan Peselancar

Berikut fakta-fakta soal kisah 4 WNI yang terseret ombak saat memancing di Jepang. Dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia usai dilakukan pencarian.
Menteri Rosan Laporkan Progres Proyek Kampung Haji Indonesia di Mekkah ke Presiden Prabowo: Siap Groundbreaking Desember 2026

Menteri Rosan Laporkan Progres Proyek Kampung Haji Indonesia di Mekkah ke Presiden Prabowo: Siap Groundbreaking Desember 2026

Proyek strategis pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah, Arab Saudi, dipastikan memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Desember 2026
Viral Nota Pembelian Mie Gacoan Ikut Ditaruh di Atas Piring Berisi Mi, Netizen: This is Disgusting

Viral Nota Pembelian Mie Gacoan Ikut Ditaruh di Atas Piring Berisi Mi, Netizen: This is Disgusting

Pemilih akun @allwinshihombing mengunggah postingan tentang kekecewaannya terhadap outlet Mie Gacoan yang ikut menaruh nota pembelian di atas piring berisi mi.
Menunggu Kejelasan MotoGP Qatar 2026 Akhir Pekan Ini, Pedro Acosta Pilih Berlibur ke Indonesia usai Grand Prix Malaysia

Menunggu Kejelasan MotoGP Qatar 2026 Akhir Pekan Ini, Pedro Acosta Pilih Berlibur ke Indonesia usai Grand Prix Malaysia

Pedro Acosta memilih menghabiskan waktu di Indonesia setelah menyelesaikan MotoGP Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral