Buntut Kasus Amsal Sitepu, DPR Kompak Desak Danke Rajagukguk dan Staf Disanksi Tegas, Integritas Kejaksaan Taruhannya
- YiuTube Parlemen TV
Ia menilai, tanpa langkah tersebut, potensi pelanggaran oleh oknum jaksa akan terus terjadi.
āDan dampaknya, integritas Kejagung akan tergerus. Dalam jangka panjang masyarakat akan mengalami krisis kepercayaan bukan hanya kepada Kejagung tetapi juga terhadap penegakan hukum dalam mewujudkan keadilan substantif,ā tegas legislator yang juga bertugas di Badan Legislasi itu.
Abdullah juga menegaskan Komisi III DPR akan terus menggelar RDPU dengan berbagai pihak yang merasa belum mendapatkan kepastian hukum dan keadilan.
Hinca: Copot, Sekolahkan Lagi
Senada dengan Abdullah, Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan juga dengan lantang mendesak Kajari Karo Danke Rajagukguk dan jajarannya dicopot dari jabatannya.
Dalam rapat Komisi III DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2026), Hinca tampak emosi bukan main saat menyampaikan hal tersebut.
"Jadi Pak Kajati, lewat pimpinan, saya enggak mundur satu kata pun agar ini berjalan dengan baik. Tarik Kajari, tarik semua Kasi-Kasi ini, semua yang terlibat kasus ini, tarik! Dan setelah itu, selepas ini, Anda harus minta maaf dan menarik ini. Karena kesalahannya fatal," teriaknya.
Bahkan, Hinca menyebut jika Danke Rajagukguk dan anak buahnya itu masih perlu sekolah lagi sebagai jaksa.
"Secara profesional, enggak bisa kita hentikan begitu saja ini. Kalau bahasa kita copot dulu, sekolahkan lagi, belajar lagi supaya semuanya baik," katanya.
Hinca juga meminta Kajati Sumatera Utara Harli Siregar menyampaikan kepada Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin agar Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna juga meminta maaf.
Pasalnya, kata Hinca, Anang sempat pasang badan terhadap Kejari Karo ketika kasus Amsal Sitepu masih bergulir.Ā
"Kesimpulan saya adalah apapun nanti keputusan di sini, mesti menjadi pembelajaran yang terhormat," tegas Hinca. (rpi)
Load more