Sampah Antariksa Hebohkan Langit Lampung, Terungkap Bukan Meteor tapi Sisa Roket China
- Istimewa
Fenomena ini juga terekam kamera all sky milik observatorium pada pukul 19.59 WIB, memperkuat bukti bahwa objek tersebut adalah sampah antariksa.
Lintasan dan Asal Usul Sampah Antariksa
Berdasarkan data pelacakan satelit, sampah antariksa ini merupakan bagian dari roket CZ-3B R/B yang diluncurkan dari China pada Januari 2025.
Sebelum memasuki atmosfer, sampah antariksa tersebut sempat mengorbit Bumi pada ketinggian sekitar 781 kilometer dengan kecepatan mencapai 7,46 km per detik.
Lintasan orbitnya melintasi kawasan Asia Tenggara hingga Australia. Ketika orbitnya menurun, sampah antariksa akhirnya masuk ke atmosfer dan terbakar, menciptakan fenomena cahaya yang terlihat dari daratan.
Tidak Ada Dampak, Warga Diminta Tetap Tenang
Meski fenomena sampah antariksa ini sempat membuat khawatir, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan tidak ada laporan kerusakan maupun benda jatuh di wilayah Lampung.
Hal ini menunjukkan bahwa sampah antariksa tersebut habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi.
Fenomena seperti ini sebenarnya bukan hal baru, namun jarang terlihat jelas oleh masyarakat. Kemunculan sampah antariksa di langit Indonesia menjadi pengingat bahwa aktivitas luar angkasa memiliki dampak hingga ke Bumi.
Fenomena Langit April Ikut Menarik Perhatian
Selain sampah antariksa, langit April 2026 juga diwarnai berbagai fenomena astronomi lain seperti kemunculan komet dan hujan meteor.
Namun, berbeda dengan fenomena alami tersebut, sampah antariksa berasal dari aktivitas manusia di luar angkasa. Hal ini membuat fenomena ini memiliki karakteristik unik sekaligus menjadi perhatian global.
Dengan semakin banyaknya peluncuran roket dan satelit, potensi kemunculan sampah antariksa di masa depan juga diperkirakan akan meningkat. (nsp)
Load more