News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Maruarar Sirait Tancap Gas Bangun Rumah Rakyat, Tegas: Lahan Negara Harus Kembali untuk Rakyat

Maruarar Sirait tegas dorong pembangunan rumah rakyat di lahan negara. Program rusun dan insentif pemerintah dipercepat untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Selasa, 7 April 2026 - 11:36 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Komitmen pemerintah dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat semakin nyata. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menegaskan langkah tegas untuk mengoptimalkan lahan negara demi pembangunan rumah rakyat, termasuk di kawasan strategis seperti bantaran rel kereta.

Langkah ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pemanfaatan aset negara secara maksimal untuk kepentingan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Negara Harus Hadir, Lahan untuk Rakyat

Dalam inspeksi di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Maruarar menyoroti banyaknya lahan milik negara, khususnya milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang saat ini dikuasai pihak lain.

Menurutnya, jika secara hukum lahan tersebut merupakan milik negara, maka tidak boleh ada pihak yang menghalangi pemanfaatannya untuk kepentingan publik.

Ia menegaskan bahwa pembangunan di kawasan tersebut bukan untuk kepentingan pengembang, melainkan sepenuhnya untuk rumah rakyat.

“Kalau ini milik negara dan punya kekuatan hukum, tidak boleh kalah. Negara harus hadir dan digunakan untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Pendekatan Persuasif, Utamakan Dialog

Meski bersikap tegas, pemerintah tetap mengedepankan pendekatan persuasif kepada pihak-pihak yang saat ini menempati lahan negara.

Maruarar menyebut, tidak semua pihak yang menguasai lahan berasal dari kelompok tertentu, tetapi juga masyarakat umum. Oleh karena itu, komunikasi dan dialog menjadi langkah awal sebelum penataan dilakukan.

Dalam kunjungannya, Maruarar juga sempat berdialog dengan tokoh masyarakat, termasuk Hercules, yang menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan lahan kepada negara jika dibutuhkan untuk pembangunan rumah rakyat.

Hal ini menjadi sinyal positif bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat tetap terbuka untuk mendukung program strategis nasional.

Inventarisasi Lahan untuk Percepatan Program

Pemerintah kini tengah melakukan inventarisasi besar-besaran terhadap lahan negara yang tersebar di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat realisasi program perumahan rakyat secara nasional.

Selain Jakarta, temuan serupa juga ditemukan di Bandung dan sejumlah kota lain, di mana lahan milik negara memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi hunian.

Maruarar menegaskan, seluruh lahan negara harus dimanfaatkan secara optimal sesuai arahan Presiden.

“Tanah negara harus digunakan untuk kepentingan negara dan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Proyek Nyata: Rusun di Senen Mulai Dibangun

Komitmen tersebut tidak hanya sebatas wacana. Pemerintah telah memulai pembangunan rumah susun (rusun) di kawasan Senen, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari solusi hunian bagi warga bantaran rel.

Tahap awal pembangunan mencakup:

  • 324 unit hunian di kawasan Kramat, Senen

  • Tambahan 500 unit yang disiapkan oleh KAI

  • Total awal mencapai 824 unit rumah

Proyek ini ditargetkan rampung pada Juni 2026 dan akan dilengkapi dengan skema sewa terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Insentif Besar untuk Masyarakat

Dalam upaya mendorong akses hunian, pemerintah juga memberikan berbagai insentif yang signifikan bagi masyarakat.

Beberapa di antaranya:

  • BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) gratis

  • PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) gratis

  • Pembebasan biaya administrasi tertentu

Langkah ini menjadi bentuk nyata intervensi negara untuk meringankan beban masyarakat dalam memiliki atau mengakses hunian layak.

Penyaluran Tepat Sasaran Berbasis Data

Agar program ini tepat sasaran, pemerintah menggandeng Badan Pusat Statistik untuk menentukan penerima manfaat.

Fokus utama adalah masyarakat dalam kategori desil satu hingga empat, yakni kelompok berpenghasilan rendah yang paling membutuhkan dukungan.

Dengan pendekatan berbasis data, pemerintah ingin memastikan bahwa bantuan tidak salah sasaran.

Target Ambisius Perumahan 2026

Program perumahan rakyat pada 2026 mengalami peningkatan signifikan. Pemerintah menargetkan renovasi hingga 400.000 rumah, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 45.000 unit.

Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor perumahan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

“Harus Punya Nyali Urus Negara”

Maruarar juga menegaskan bahwa pengelolaan aset negara membutuhkan keberanian dan ketegasan.

Menurutnya, banyak lahan strategis di kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Medan yang harus segera dikembalikan untuk kepentingan rakyat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita harus punya nyali untuk menegakkan kebenaran. Negara tidak boleh kalah,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah konkret yang telah berjalan, program rumah rakyat kini memasuki fase percepatan. Pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap jengkal tanah negara benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat luas. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal KRL Rute Nambo-Jakarta Kota Hari Ini 29 Oktober 2026

Jadwal KRL Rute Nambo-Jakarta Kota Hari Ini 29 Oktober 2026

Cek jadwal KRL rute Nambo-Jakarta Kota hari ini 29 Oktober 2026. Keberangkatan dari yang paling pagi pukul 04:55 WIB hingga yang paling malam pukul 21:55 WIB.
Jadwal KRL Rute Rangkasbitung-Tanah Abang Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Interval 20 Menit di Jam Sibuk

Jadwal KRL Rute Rangkasbitung-Tanah Abang Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Interval 20 Menit di Jam Sibuk

Inilah jadwal KRL Commuter Line relasi Rangkasbitung-Tanah Abang pada hari ini Kamis 29 Oktober 2026 dengan interval keberangkatan setiap hampir 20 menit sekali
Timnas Indonesia Main Kandang di FIFA Matchday November usai Situasi Timur Tengah Tak Menentu? Ini Jawaban Erick Thohir

Timnas Indonesia Main Kandang di FIFA Matchday November usai Situasi Timur Tengah Tak Menentu? Ini Jawaban Erick Thohir

Erick Thohir memastikan Timnas Indonesia tak bermain di GBK pada FIFA Matchday November 2026. PSSI mempertimbangkan lokasi dan lawan pengganti di luar negeri.
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Seluruh Wilayah DKI Jakarta Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Seluruh Wilayah DKI Jakarta Diguyur Hujan

Menurut prakiraan cuaca yang dirilis BMKG, seluruh wilayah administratif DKI Jakarta pada Kamis 29 Oktober 2026 diguyur hujan intensitas ringan hingga sedang.
Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Usai dua hasil positif di babak 32 dan 16 besar Tier C, Timnas Indonesia U-15 akan tampil di babak perempat final untuk memperebutkan peringkat 65-72 dunia di babak semifinal Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026.
Dibuang ke Hutan dengan Luka Bakar 50 Persen, Begini Kondisi Memilukan ART Banten yang Disiksa Majikan di Malaysia

Dibuang ke Hutan dengan Luka Bakar 50 Persen, Begini Kondisi Memilukan ART Banten yang Disiksa Majikan di Malaysia

Nasib tragis menimpa perempuan inisial SR (22), seorang asisten rumah tangga (ART) asal Banten yang menjadi korban penyiksaan keji oleh majikannya di Malaysia. 

Trending

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Situasi Timur Tengah yang belum stabil mengancam agenda FIFA Matchday November 2026. Erick Thohir membuka opsi negara dan lawan pengganti bagi Timnas Indonesia.
Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Nasib nahas menimpa ART asal Banten, SR. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai dibuang majikannya di pinggir jalan, Selangor, Malaysia, pada 16 Oktober.
Bakom RI: Pemerintah Hormati Aksi Demo Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Terus Bekerja dan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat

Bakom RI: Pemerintah Hormati Aksi Demo Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Terus Bekerja dan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat

Pemerintah RI secara resmi menanggapi aspirasi yang disampaikan mahasiswa melalui aksi demonstrasi dengan menegaskan bahwa kebebasan berpendapat adalah pilar penting dalam demokrasi. 
Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meluapkan amarahnya saat sidak terhadap dugaan praktik pengoplosan beras bersubsidi menjadi premium di Jakarta Timur.
Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Kelurahan Kembangan Selatan tengah menggalakkan gerakan sadar lingkungan dengan cara yang unik. 
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

AI mengubah dunia pendidikan. Literasi digital, kemampuan memeriksa informasi, berpikir kritis, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bekal
Selengkapnya

Viral