DPR Semprot Pigai Terkait Nasib Nenek Saudah: Apa Fungsi Didirikannya Kementerian HAM?
- Antara
Akibat mempertahankan lahan miliknya, Saudah menderita luka robek dengan 7 jahitan di kepala dan 5 jahitan di bibir, serta ditemukan pingsan di semak-semak dalam kondisi babak belur.
Penderitaan Saudah kian tragis karena ia sempat dibuang dari masyarakat adat setempat melalui musyawarah sepihak yang melarang siapa pun membantunya, sebelum akhirnya dibatalkan oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar.
"Saya sampai sekarang belum jelas apa fungsi didirikannya (Kementerian) HAM ini. Khususnya saya nih, kalau yang lain saya nggak tahu," semprot Arisal ke Pigai.
Selain itu, Arisal menyentil bahwa narasi HAM di media sosial sering kali lebih banyak digunakan untuk kepentingan penguasa ketimbang membela rakyat yang terusir dari tanah kelahirannya.
Sebagai wakil rakyat dari dapil kejadian, Arisal menantang Pigai untuk membuktikan predikat "Kualitas Tinggi" tersebut melalui aksi nyata perlindungan di lapangan.
"Memang saya lihat di catatannya ada, tapi di dapil saya, Ibu Saudah itu masih diintimidasi. Kalau Kementerian HAM ikut hadir di dalam kasus ini, baru saya akui HAM itu ada di Indonesia," tegas Arisal. (aag)
Load more