Viral Motor Listrik BGN, Dadan Tegaskan Harga Rp42 Juta Lebih Murah dari Pasar, Isu 70 Ribu Unit Tidak Benar
- Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Polemik pengadaan motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya mendapat klarifikasi. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa harga pembelian motor listrik tersebut justru lebih rendah dari harga pasar, sekaligus membantah isu pengadaan hingga 70 ribu unit.
Isu ini mencuat setelah video deretan motor listrik berlogo BGN viral di media sosial, memicu spekulasi publik terkait nilai anggaran dan jumlah unit yang dibeli pemerintah.
Harga Motor Listrik BGN Rp42 Juta, Lebih Murah dari Pasaran
Dadan menjelaskan bahwa harga motor listrik BGN yang dibeli pemerintah berada di angka Rp42 juta per unit. Angka ini disebut lebih rendah dibandingkan harga pasar yang mencapai sekitar Rp52 juta.
“Harga pasaran Rp52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah Rp42 juta, di bawah harga pasaran,” ujar Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8 April 2026).
Penjelasan ini sekaligus membantah tudingan adanya mark up dalam pengadaan motor listrik BGN yang ramai diperbincangkan.
Motor Listrik untuk Operasional Program Gizi
Dadan menegaskan, pengadaan motor listrik BGN bukan tanpa alasan. Kendaraan tersebut disiapkan untuk menunjang operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.
Motor listrik dinilai lebih fleksibel untuk menjangkau desa-desa dan daerah terpencil yang memiliki akses terbatas.
“Program ini menjangkau daerah-daerah yang sulit, yang hanya bisa diakses dengan motor. Ini untuk menunjang operasional,” jelasnya.
Pengadaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas jangkauan layanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bantah Isu 70 Ribu Unit Motor Listrik
Selain soal harga, Dadan juga meluruskan informasi yang beredar terkait jumlah pengadaan motor listrik BGN. Ia menegaskan bahwa kabar pengadaan hingga 70.000 unit tidak benar.
“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan pada 2025,” tegasnya.
Dengan demikian, jumlah motor listrik yang disiapkan masih jauh di bawah angka yang beredar di media sosial.
Pengadaan Sudah Dirancang Sejak 2025
Dadan menyebut bahwa pengadaan motor listrik BGN telah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025. Program ini tidak bersifat mendadak, melainkan bagian dari strategi jangka menengah pemerintah.
Load more